Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Ayunan Tengah Malam

Satu persatu tali-temalinya lepas kemudi 
Semakin lama semakin erat ia menopang 
Pada sebatang markisa yang sudah sekian tahun tak berbuah 
Daun-daun duduk di atas ayunan tua itu 
Bersimpuh menanti sesepuh badai 
Yang akan menerbangkannya mencapai 
Jendela rumah tua yang berdiri kokokh di depan matanya 
Tak berpenghuni! 

Seorang lelaki berjubah putih mengetuk pintu tua itu perlahan 
Sepi. Kosong. Tak terdengar deritan pintu dibuka
Lelaki itu berjalan menuju ayunan. Duduk di sana. 
Jari-jari kakinya menyentuh daun-daun kering 
Menyepaknya hingga terbang ke teras tak beralas. 
Jubahnya melambai-lambai di tiup badai yang menjemput kemudian. 
Debu-debu menyibak wajahnya 
Memutihkan rambut yang belum beruban. 

Malam kian larut bersama rembulan terang purnama 
Ayunan semakin berdenyut-denyut 
Dan jantungnya pun berdetak bagitu kencang. 
Mengayuh lautan yang berairkan debu-debu 
Matanya memandang ke atap rumah tua itu. Berasap. 

Lelaki berjubah itu tertidur di dalam ayunan. 
Berderit! 

Kos sumpek, 2004 

2 komentar:

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90