Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Ini Tentang Ponsel

Banda Aceh gempar!
Bukan sekali dua kali ibu kota Nanggroe Aceh Darussalam itu heboh seperti ini. Setelah tsunami 2004 lalu sekarang dikejutkan dengan berita yang tak kalah menakutkan. Berita itu berawal dari negeri antah berantah yang akhirnya sampai ke orang perorangan di Banda Aceh. Tidak mahasiswa – seperti saya – anak sekolahan, ibu-ibu, bapak-bapak, sampai anak-anak kecil yang punya ponsel. Kenapa dengan ponsel?

Ya. Berawal dari ponsel. Berujung ke perasaan takut luar biasa. Karena ponsel yang membawa petaka itu. Yang saya tahu, ponsel itu sebuah alat telekomunikasi yang sekarang dirancang sehebat mungkin. Bisa dengar radio, MP3, berfoto atau sebagainnya. Nah, permasalahannya muncul bukan karena lantaran punya ponsel bagus itu tetapi ponsel telah membawa kematian. Benarkah?

Akhir-akhir ini, banyak pesan singkat yang masuk ke ponsel yang isinya tak jauh-jauh dari kata peringatan. Entah peringatan atau ancaman atau hanya pesan orang iseng yang tidak ada kerjaan saja. Pesannya singkat. Pertama, jangan menerima telepon dari nomor sekian-sekian karena akan disantet dan mati. Kedua, jangan menghidupkan ponsel pada hari ini tanggal ini karena akan dijampi-jampi dan mati! Benarkah? (masih sebuah pertanyaan).

Lantaran pesan-pesan itu bersambung-sambung dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Perasaan takut banyak menghantui masyarakat Banda Aceh. Bahkan ada yang langsung percaya dan mematikan ponsel! Lucu memang. Tapi memang begitu keadaannya, ponsel dimatikan karena takut mati! (kira-kira siapa yang pegang nyawa manusia itu ya ^_^).

Isu-isu itu makin angker terdengar karena berita yang masuk ke tiap ponsep kadang-kadang berbeda. Misalnya – saya ambil salah satu contoh – di Meulaboh ada orang yang meninggal karena menggunakan ponsel berBluetooth atau Infared. Alasannya tidak jelas, hanya segelintir berita yang tidak benar. Tidak disebutkan siapa, umur berapa, jenis kelamin, tempat tinggal (Meulaboh kan luas), dan lain sebagainya. Intinya mati karena menggunakan kedua fasilitas yang tersedia di ponsel canggih itu. Menurut pengetahuan saya, Bluetooth hanya dapat digunakan dalam jarak yang relatif dekat. Sedangkan Infared hanya dapat digunakan jika kedua ponsel didekatkan saling bersentuhan, kalau tidak jangan harap data akan terkirim. Logikanya, mana mungkin orang meninggal karena kedua fasilitas ponsel itu? Saya akan percaya jika ditemukan orang sedang mengirim lagu atau gambar menggunakan Bluetooth ke sesama ponsel yang menyediakan fasilitas Bluetooth.

Bluetooth atau Infared membawa kematian, apa mungkin? (kembali sebuah pertanyaan). Saya bisa percaya seandainya ada seorang ibu atau bapak yang berpenyakit jantung ditelpon mengabarkan anak atau saudaranya meninggal dengan kata-kata lantang. Contohnya begini, ponsel berbunyi lalu si ibu atau bapak mengangkat, belum sempat mengucapkan salam orang yang menelpon langsung berteriak begini saking histerisnya “Anak ibu meninggal!”. Kira-kira siapa yang tidak jantungan jika diteriakin begitu. Apalagi jika si ibu atau bapak penyakit jantung, mendengar teriakan begitu pastilah dia meninggal atau kasarnya mati!  

Satu hal lagi yang harus benar-benar kita perhatikan. Persaingan bisnis. Operator-operator berlomba-lomba menarik pelanggan dengan berbagai cara. Sms murah ke semua operator, sms gratis, telpon murah ke semua operator dan lain sebagainya.

Selain dari itu, logika saya belum bisa menerima orang menggunakan ponsel bisa mati. Sekarang, yang harus kita percaya itu Tuhan bukan tayayyul seperti itu. Kalau ngomong masalah tayayyul sudah dari dulu di Aceh ini banyak tayayyulnya. Salah satu misalnya, jangan mendekati pohon beringin di dekat kuburan karena banyak jin atau jangan bermain diluar rumah saat magrib nanti dibawa jin. Banyak, malah sangat banyak. Hanya saja jangan sampai histeris dan takut.

Percaya kepada makhluk gaib memang salah satu rukun iman tetapi untuk mempercayai tayayyul bukanlah termasuk ke dalam rukun iman. Kita boleh percaya jin atau malaikat sebagai makhluk gaib karena di Al-Qur’an memang jelas-jelas disebutkan mereka ada. Sedangkan rasa percaya kita kepada jin jangan sampai membawa kita percaya kepada hal-hal yang berbau tayayyul yang akhirnya membawa rasa was-was dan takut. Saking takutnya kita lupa bahwa Tuhan yang harus kita percaya bukan hal-hal seperti itu. Kalau memang sangat mempercayai tayayyul, buat apalagi shalat, puasa, atau beramal shaleh lainnya?

Nah, jika sampai mematikan ponsel saat mendengar berita itu bukankah kita lebih percaya tayayyul dari pada Tuhan?

Ponsel mati berarti sarana komunikasi juga mati. Mau kirim pesan atau telepon tidak tahu ke mana. Kegunaan ponsel sendiri sebagai sarana untuk memudahkan berhubungan dengan setiap orang yang menggunakan sarana ini.

Saya kecewa mendengar berita itu, kenapa? Karena banyak hal yang harus kita percaya selain hal-hal berbau tayayyul tersebut. Baik, sekarang kita matikan ponsel dan percaya pada tayayyul. Sekarang saya kembali bertanya, siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia? Ponsel (dalam hal ini pesan tidak bermakna itu) atau Allah SWT.?

Kalau Allah yang kita percaya, jalankan hidup ini seperti sedia kala. Jangan gara-gara masalah tayayyul kita menjadi orang yang merugi.

Saya merasakan sendiri ketika seorang teman mematikan ponsel lantaran terlalu percaya tayayyul itu. Saya bertanya, siapa yang kamu percaya? Diam saja dia, saya tidak tahu kenapa dia diam. Tetapi entah kenapa setelah saya menanyakan itu ponselnya langsung dihidupkan kembali.

Semua kita manusia, sekali lagi, kita memang dianjurkan untuk percaya kepada makhluk gaib tetapi kita tidak dibenarkan mempercayai tayayyul, jimat atau bahkan perdukunan. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan tersebut. Tetap menjalani roda kehidupan ini sesuai dengan ketetapan yang telah digariskan Tuhan untuk kita. Menjalankan hak dan kewajiban sesuai dengan agama yang kita anut. Islam menganjutkan percaya kepada makhluk gaib silahkan kita mempercayainya asal jangan menyembah makhluk gaib (dalam hal ini jin).

Memang, manusia adalah makhluk yang takut sekali akan mati. Saya hanya heran, tsunami yang begitu dahsyat mampu mengembalikan marwah Aceh kenapa dengan pesan singkat itu marwah Aceh bisa diinjak-injak. Tetap semangat!
^^^                                                                                         
Banda Aceh, 09 Mei 2008

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90