Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Kota Gudeg

Ketika mataku memecah subuh 
Kau masih ada di sana
Hancur! 
Luluh-lantak
Hingga porak-poranda. 

Jerit tangis membahana subuh itu 
Melanglang mencari pegangan, 
Mencari airmata yang terbentur 
Di tengah-tengah tawa 
Penjahat jelata. 

Tangismu tak pernah meredup 
Jeritanmu tak pernah mati di kerongkongan 
Hanya hatimu yang diam membeku 
Mencari. Mencari dan mencari 
Matahari yang perahan mengintip 

Tangismu mengering 
Jeritanmu beku 
Tak sanggup memandang 
Lautan reruntuhan di depan matamu. 

Istimewa! 
Mereka menyebutmu istimewa. 
Banda Aceh, 11 Juni 2006

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90