Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Lama

Ada bias di sinar matamu 
Ada pula duka di rundung hatimu 
Selamanya ia akan tetap tertancap 
Di ujung-ujung pelupuk akasia yang hanya tinggal dedaunan kering 
Tiada lagi wangi yang menyengat dari kuntumnya 
Hilang bersama pasang laut yang mengayuh 
Di tengah pagi bersinar mentari. 

Teriak anak manusia kala itu 
“Ada apa ini?” 
Tiada suara yang menyahutinya 
Ia terpengkur di tengah padang berlumpur 
Ia tertidur di tengah malam yang tiada lagi membelai mesra 
Semua telah murka! 

Senyum mengembang di dasar permata 
Hilang jati dirinya 
Bunganya dibawa lari ke darat oleh lumpur laknat. 
Pemakan nyawa yang merenggang 
Hanya satu! 

Lama ia di gulung 
Lama pula ia di hantam benda runcing, tajam dan berduri. 
Kakinya membawa lari 
Tangannya memegang kayu-kayu yang hinggap di celah-celah matanya. 

Jeritnya semakin mengembara. 
Tiada yang dengar
Tiada yang peduli 
Tiada yang mengasihani 
Tiada…! 

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90