Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Mami dan Anak Manisnya

Aku punya seorang teman, udah menikah memang. Gendut. Putih. Dan kacau banget. Kenapa kukatakan kacau? Si temanku itu suka nyerocos nggak karuan, sering tertawa ngakak, ceplas-ceplos, pokoknya komplit sama dia. Nah, hampir semua sifatnya itu turun ke anaknya. Walaupun anaknya masih berumur dua tahun tapi tetap saja sama dengan maminya itu. Sudah mentel suka jingkrat-jingkrat pula. Persis anak kecil, bayangin sendiri bagaimana.

Si anak ini punya keunikan tersendiri, kayaknya semua anak punya keunikan ini. Rasa ingin tahu dan suka ikut campur urusan orang lain. Pernah suatu hari, kami sedang duduk-duduk santai. Maminya sedang asyik bergosip bersama temannya. Si anak juga tak kalah sibuk dengan kelincahannya itu. Mulai dari loncat sana loncat sini sampai pegang ini pegang itu. Di akhir loncat-loncatnya itu memagang suatu benda! Mungkin menurut dia benda itu sangat unik serta menarik untuk dimainkan. Diambillah benda tersebut dengan harapan jadi bahan mainan yang asyik.

Keasyikan si anak ternyata membawa petaka, benda apa yang dipegang dan dimainkan si anak itu? Jarum tinta. Tahu nggak, tinta printer yang berbentuk jarum itu? Pastilah. Karena rasa penasaran yang sangat berlebihan, si anak mengutak-atik jarum tinta itu di depan mami dan temannya yang belepotan saking serunya bergosip.

Karena tidak ada perhatian dari maminya si anak menarik piston jarum tinta itu. Waw! Tinta memuncrat. Hampir kena mata si anak, berserak di monitor komputer, di meja komputer, di lantai, di baju dan hampir seluruh badan di anak. Bukannya menangis, si anak malah ketawa terbahak-bahak. Isak tangis baru terdengar saat dicubit maminya.

Dengan gaya bodyguard maminya menarik si anak ke kamar mandi. Bukannya tangis yang terdengar malah teriak-teriak senang di anak. Maminya bukan lagi kesal dibuatnya. Setelah dimandiin, tinta masih berbekas di muka dan di badan di anak. Karena baju kena tinta si anak tidak ada baju. Petaka. Padahal mau pulang. Mengambil solusi terakhir, kerudung maminya dililitkan ke seluruh badan di anak. Memperlihatkan penampilan yang aneh sekali. Eh, di anak bukannya minder malah tertawa ngakak. Dasar!

Tak heran memang, maminya begitu anaknya juga begitu. Aku sempat terheran, kok sempat si anak mengambil padahal jarum tinta itu terletak di depan maminya yang sedang bergosip.

Sudahlah. Pelajaran untuk kita, dalam masa pertumbuhan si anak sering sekali mencontoh perilaku kedua orang tuanya. Faktor kedekatan membuat si anak mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Sebagai orang tua – atau calon orang tua – jangan sekali-kali mencontoh perilaku yang tidak baik pada anak karena sangat mempengaruhi pertumbuhan si anak. Pendidikan dalam keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan watak seorang anak. Makanya kembali lagi pada tuntutan agama kita, seorang anak lahir dalam keadaan suci kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani atau Majusi. Dengan kata lain, orang tua kencing berdiri anak akan kencing berlari. Begitulah, pendidikan sangat diperlukan demi pertumbuhan emosional dan spiritual seorang anak.
Seorang anak cendrung meniru dan mencoba hal-hal baru. Ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak sangat berperan penting dalam hal ini. Apapun yang dilakukan ibu si anak pasti akan mencoba.

Selain itu, sifat ingin tahu si anak merupakan pengetahuan dasar yang dimilikinya. Keinginan tahuan memang dimiliki setiap orang. Tetapi keingin tahuan dari seorang anak akan menjadikan dia berkembang menjadi pribadi yang kritis. Dia ingin tahu semua, sampai hal-hal yang kecil ingin dia tahu. Pemberian pengetahuan pun akan menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang tua. Salah-salah memberi pengetahuan akan mengakibatkan salah pengertian pada si anak.

Hm! Kita sudah melangkah entah ke langit mana. Kembali ke mami vs anak manisnya. Kunci dari semua adalah proses pertumbuhan seorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Terutama ibu.

Bagi ibu-ibu, jagalah anak-anak manis yang sedang berkembang mencari jati dirinya.
^^^
08 Mei 2008

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90