Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Numpang Makan

Jadi anak kosan, akhir bulan pasti nggak ada uang. Benar nggah seh? Akhir bulan juga, kerjanya cuma ngumpet di kosan. Mau nongkrong dengan kawan sepenanggungan sama saja, sama-sama kanker (kantong kering). Mau duduk-duduk dengan pacar sambil memandang langit berharap suatu saat bisa sampai ke sana, sama saja bohong. Nggak ada modal kale!
            Nah, itu mah biasa. Bagaimana kalau di akhir bulan selain kanker beras juga nggak ada? Wuih! Bisa-bisa kiamat setengah kecil, Bo. Mau makan apa? Emang sih hidup itu bukan untuk makan tetapi makan itu untuk hidup, walau demikian kita perlu juga makan kan?
            Mau bekerja butuh makan, mau jalan juga butuh makan apalagi mau belajar, bisa nggak belajar dengan perut keroncongan? Yang ada perut kamu minta diisi terus, buyar dehkonsentrasimu. Intinya makan itu sumber energi buat kita semua biar tubuh sehat tapi jangan kamu jadikan hidup cuma untuk makan bisa berabe tuh!
            Kembali ke kosan. Ini dia salah satu kendala anak kosan. Dimana pun itu saya yakin sekali anak kos pasti sering banget nggak makan atau cuma makan indomie apalagi akhir bulan begini. Mau ngutang sama kawan sama-sama akhir bulan berarti sama-sama nggak ada uang.
            Saya sering banget malah mengalami hal yang satu ini. Telat makanlah, males makanlah, pokoknya alasannya macam-macamlah (lho...) padahal alasan utama cuma satu, nggak ada uang hehehe.
            Masalah itu juga yang mengilami kebiasaan kosan saya (kosan kamu ada nggak ya?). Saya atau kawan-kawan yang lain sering numpang makan dari satu kamar ke kamar yang lain kalau lagi nggak ada uang. Biasanya kamar yang kena ”musibah besar” itu adalah kamar yang masih banyak persediaan beras. Kadang masak rame-rame, kadang duduk berlama-lama di kamar kawan lain biar di ajak makan (^_^), kadang nyuri beras dengan paksa alasannya awal bulan dibalikin padahal nggak pernah dibalikin sama sekali, ada juga yang langsung minta makan tanpa disertai alasan yang beribet itu.
            Ada enak juga jadi anak kosan kalau begitu ya? Tapi tunggu dulu, belum tentu numpang makan itu selalu enak atau selalu mengasyikkan. Ada juga yang sangat tidak mengenakkan contohnya jika yang punya kamar diam aja saat kita minta pinjam beras atau uang, padahal kita benar-benar mau ”minjam” awal bulan dibalikin. Tapi kalau yang punya kamarnya diam saja kayak robot mending cepat-cepat kabur deh.
            Lain lagi kalau kita memang benar-benar mau numpang makan di kamar kawan kita (makan siang misalnya), kalau siempunya kamar melotot karena persediaan makannya cukup untuk dia seorang, kayaknya harus cepat-cepat cari jalan pintas dengan ”loncat” terus lewat jendela dari pada malu atau paling nggak gak malu-maluin atau paling nggak lagi kalau jumpa sama dia nanti nggak mati rasa (apa hubungannya coba) ya, biar masih bisa sapa-menyapa maksudnya. Hehehe.
            Kalau mau numpang minjam uang bagaimana?
            Wah, itu lumanyan juga kan. Udah numpang makan, mau numpang minjam uang lagi? Kayaknya yang punya tampang itu nggak punya urat malu lagi kali ya. Udah di kasih makan eh masih mau minjam uang, bisa-bisa ditendang sebelum beranjak dari tempat kamu duduk dengan manis.
            Kembali lagi dengan masalah kosan saya yang makin hari makin sumpek untuk dilihat. Buat saya – kita semua seisi kosan – mau numpang makan, mau minjam uang, mau minjam lilin kalau mati lampu atau malah minjam tepat tidur (numpang tidur mungkin tepatnya ya) belum pernah jadi masalah di kosan saya. Itu biasa-biasa saja di kosan saya, terlalu sering malah. Mau akhir bulan, awal bulan atau pertengahan bulan pun sama saja. Yang namanya nggak ada uang belum tentu lihat awal, pertengahan atau akhir bulan di kosan saya.
            Pernah nggak kamu punya kawan yang punya sifat boros. Kalau nggak punya cari dehbaru kamu boleh komentari pendapat saya ini kalau belum dapat stop dulu. Saya punya kawan, orangnya arogan banget masa baru dua atau tiga hari dikirim uang langsung ”kebakar” semua, ujung-ujungnya ngutang juga lagi sama kawannya yang lain. Saya juga heran, beli apa ya dia? Kalau seandainya dia beli beras jadinya nggak harus numpang makan lagi, paling nggak untuk beberapa hari mendatang.
            Numpang makan sih boleh saja asal jangan terus-terusan. Kalau teman kos kita baik boleh-boleh saja. Tetapi sebaik apa pun seseorang itu juga ada batasnya apalagi kalau dianya juga nggak ada uang sama sekali.
            Apa sih solusi buat kita agar nggak numpang makan melulu.
            Pertama, hemat uang. Kalau sudah dapat kiriman dari orang tua pergunakan untuk hal-hal yang memang perlu dibeli jangan asal cemot saja. Baiknya dibuat resep pembelian, apa yang perlu dibeli bulan ini. Misalnya untuk buku berapa rupiah yang harus kamu keluarkan, untuk beras (ini penting banget kamu perhatikan) berapa rupiah yang harus kamu butuhkan, untuk jajan kamu di kampus, untuk keperluan tetek bengek kampus, untuk beli lauk plus sisakan untuk acarangedate kamu dengan pacar kamu jika kamu punya pacar atau kalau nggak simpan saja dulu siapa tahu kamu membutuhkan keperluan lain yang belum terpikir saat itu juga.
            Kedua, hindari pemborosan. Kalau kamu punya kawan segudang uang kamu pasti akan ludes karena asyik nongkrong dengan mereka. Eit, bukan saya melarang kamu ngumpul-ngumpul sama kawan kamu tapi lirik dulu kantong kamu udah kanker apa masih tebal.
            Buat yang cewek nih (atau yang cowok juga kali ya) pasti suka banget ganti kosmetik, mending kamu pikir lagi berapa banyak biaya yang harus kamu keluarkan untuk keperluan ”kecantikan” kamu itu. Eh, bukannya saya nggak suka kamu merawat diri tetapi jangan terlalu berlebihan, yang penting-penting saja jangan sampai uang makan kamu bulan ini ludes buat beli berbagai macam kosmetik itu.  
            Ketiga, jangan sering ngutang. Buat kamu yang sering banget ngutang sama kawan kalau akhir bulan, mending mulai sekarang kamu pikir lagi deh untung ruginya ngutang itu. Apalagi kamu sering nggak ingat pernah ngutang, jadinya lupa balikin. Ingat lho, utang itu tetap saja utang. Siapa tahu kawan kamu juga butuh uang makanya cepat-cepat dibalikin. Kalau kamu orang yang suka lupa pernah ngutang atau malas bayar sebaiknya jangan ngutang dulu sebelum kamu benar-benar ”sakratul maut” alias kantongmu benar-benar kosong!
            Keempat, kayaknya kamu kudu sabar saja jadi anak kosan. Sabar dalam berbagai hal. Karena sabar itu akan membuat kamu lebih dewasa dalam menjalani hidup sebagai anak kos, jauh dari orang tua dan sendiri pula. Jika kamu nggak sabar menghadapi semua permasalahan di kosan, siap-siap saja ”gulung tikar” untuk pulang kampung.
            Akhirnya, di bagian penghujung ini ada sepenggal lagu keren yang akan membuat kamu nggak sepi jadi anak kosan. Nyanyi saja dengan suara lantang biar semua masalahmu hilang. Yuk, kita mulai...
            Satu-satu aku anak kos
            Dua-dua masih anak kos
            Tiga-tiga juga masih anak kos
            Satu dua tiga tetap anak kos
           
            Satu lagi ya, jangan lupa buka mulut besar-besar!
            Begini nasib jadi anak kos
            Kemana-mana asal kusuka
            Tak makan pagi tidak apa-apa
            Makan siangku  harus ada
           
            Hehehe!
            Hancur ya lagu orang dinyanyiin begitu. Baiklah. Lupakan saja. Buat kamu yang masih di kosan – sama seperti saya – selamat menjalani hari-hari yang indah itu ya. Atau buat kamu yang belum merasakan enaknya jadi anak kosan, cepat-cepat cari kos biar hidupmu makin terasa indah dan akan menjadikan kamu tambah dewasa.
            So, selamat berjuang!

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90