Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Sosial Atau SokSial

Aktif di LSM memang kadang-kadang seperti siang dan malam. Sewaktu-waktu kita harus berkorban diterik matahari dan tak kalah lain waktu kita juga harus rela dingin di teduh cahaya bulan. Pahit dan manis hampir tidak bisa dibedakan lagi karena terlalu banyak makanan yang dikonsumsi.

Kenapa saya mengambil judul yang lumanyan ‘jelek’? Karena banyak hal yang membelajarkan saya dari judul itu. Mulai dari bersikap empati terhadap orang lain sampai harus menghargai orang lain. Empati dalam arti di sini adalah tidak cukup dengan memberikan uang kepada orang yang kita bantu, melainkan semangat untuk tetap berjuang hidup serta keluar dari permasahalan yang sedang dihadapinya. Sedangkan sikap menghargai adalah modal utama dalam kita bergerak di dunia sosial atau sok sial ini.

Sosial merupakan salah satu kata umum bahkan sering kita dengarkan. Tetapi bersikap sosial belum tentu semua orang punya. Dalam berLSM sikap sosial inilah yang patut di kedepankan. Rela meluangkan waktu untuk membantu orang lain, menguras tenaga, uang bahkan kesehatan juga dipertaruhkan. Jangan sampai, membantu orang setengah-setengah akhir yang dicapai juga tidak bagus. Di sini kinerja kita yang dinomorsatukan. Orang yang berLSM bukanlah orang yang tidak hanya mampu berorasi di depan masyarakat umum, melainkan orang yang punya komitmen untuk bersikap santun serta menghargai setiap orang. Sikap ini tidak akan tumbuh seandainya kita masih tetap mempertahankan keegoisan yang kita punya. Memang, setiap orang cendrung untuk menang sendiri – ego – tetapi setiap orang juga harus mengalah sewaktu-waktu. Karena ucapan yang kita keluarkan belum tentu baik saat itu.

Nah, sikap ini pula yang membuat teman-teman di LSM terlalu sosial sehingga disewenangkan oleh pihak-pihak tertentu. Atau bergabung di LSM tidak hanya sekedar ikhlas tetapi untuk mendapatkan sesuatu, misalnya untuk cari pacar, bisa jadi. Atau untuk mendapatkan baju atau uang di saat-saat ada acara besar.

Selain itu, jika sosial dikaitkan dengan kata ‘Sok Sial’ pasti akan lain sekali maknanya. Teman-teman LSM pasti sudah banyak yang merasakan pengorbanan dalam berLSM. Tidak hanya tenaga tetapi uang jajan sendiri pun terkuras. Akhirnya sial. Atau jika teman-teman menggelar suatu acara besar-besaran, sialnya jika tidak dapat jatah makan pasti akan mendapatkan jatah bagi-bagi makanan untuk peserta saja.

Begitulah. Bergerak di LSM harus benar-benar ikhlas untuk bersok sial. Karena jika tidak seperti itu, pengalaman serta pedihnya penderitaan orang lain juga tidak akan dapat dirasakan.

Memberikan sesuatu untuk orang lain merupakan kebahagian bagi penggerak sok sial tersebut. Jika belum ikhlas jangan bersok sial dulu, belajar sosial terhadap diri sendiri adalah pelajaran berharga. Misalnya, harus rela jatah makan bulan ini untuk beli buku atau harus rela tidak jalan dengan pacarnya malam minggu ini karena karena harus beli baju baru. Atau apalah, yang membuat sikap sosial bisa tumbuh dalam diri.

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90