Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

"Suami-Suami Takut Istri" Sebuah Refleksi

Pernah nonton Suami-Suami Takut Istri yang tayang di Trans TV tiap hari pukul 18.00-19.00 WIB? Kalau pernah saya mau tanya, seru nggak? Dan apa yang dapat diambil hikmah dari tayangan komedi itu? Nah, bagi yang belum pernah nonton coba deh nonton sekali saja dulu untuk melihat tingkah polah tokoh-tokoh yang main di komedi jelang malam itu. Memang, setiap orang pasti berbeda dan tidak mungkin semua orang pasti ketagihan dan ‘menyukai’ tayangan itu.

Namun, buat saya pribadi. Ada hal penting yang dapat saya ambil hikmah dari komedi itu. Pertama, fenomena sebuah kompleks yang dihuni oleh orang kaya semua dan kedua fenomena saptam kompleks yang miskin dan beristri tiga. Seru! Kita akan bahas satu-satu.

Kenapa suami-suami takut istri dalam komedi tiap petang itu? Ya, pasti banyak hal yang membuat suami-suami takut sama istrinya. Si istri pasti tahu kelemahan si suami kalau nggak mana mungkin suami akan takut sama istrinya. Kita lagi membahas komedi itu, jadi kita misalkan saja satu contoh di antara semua ketakutan suami yang digambarkan dalam komedi itu. Karena tidak mungkin saya membahas semuanya, nanti nggak ada yang penasaran dan tidak mencoba nonton komedi itu. Di antara semua tokoh, ada Pak RT selaku petinggi kompleks. Apa yang ditakutkan Pak RT itu pada istrinya si Bu RT. Istri Pak RT genduk, kasar, biasalah kalau orang genduk pasti bawaannya emosian, begitulah yang digambarkan si Bu RT itu. Kelemahan Pak RT rupanya terletak pada kamar mandi, wah, kenapa kamar mandi? Benar, kalau Pak RT ini macam-macam (misalnya kerlingan mata dengan Preti si cewek cantik tapi jomblo; kita akan bahas tokoh satu-satu ke depan nanti), si Bu RT itu pasti akan mengurung Pak RT di kamar mandi hanya dengan memakai celana pendek dan baju dalam.

Begitu pula dengan tokoh-tokoh yang lain, semua punya kelemahan-kelemahan sendiri-sendiri. Nonton saja pasti akan melihat sendiri kelemahan itu. Saya tidak mau bahas di sini. Yang akan saya singgung mungkin sedikit tentang tokoh dalam komedi itu.

Pertama ada Pak RT dan Bu RT kemudian ada anak perempuannya. Pak RT kurus dan mata keranjang. Bu RT genduk, doyan makan, kerjaan ngerumpi dengan tetangga, dan cemburuan (pastilah kalau suami mata keranjang begitu siapa yang tidak cemburu). Anaknya perempuan satu-satu, di manja sama Papi dan Maminya. Kelemahan Pak RT sudah saya tulis di atas, lihat saja sendiri ya!

Kedua ada Uda Faisal dan Istrinya, si uda ini pake kacamata dan seorang penulis. Sedangkan istrinya Ibu rumah tangga. Mereka dikenal keluarga paling pelit di seluruh kompleks.  

Ketiga ada Bang Tigor dan Istrinya. Lucu. Menurut saya ini yang paling lucu karena Bang Tigor ini orangnya tegap, tahu Ade Rai kan? Nah, badan Bang Tigor itu hampir mirip dengan badan Ade Rai itu, tapi sayang takut sama istri. Sedangkan istrinya Bang Tigor itu, paling kurus di antara semua warga kompleks. Tapi saya benar-benar heran. Kok bisa ya Bang Tigor itu takut sekali pada istrinya. Satu hal lagi yang kurang dari istri Bang Tigor ini, orangnya telat mikir dan bodoh. Kalau sedang kumpul dengan Bu RT cs, pasti dia yang terlambat mengerti apa yang sedang dibicarakan. Kalau dimisalkan dengan perjalanan, orang sudah sampai ke Ujung Papua dia masih tersesat di kepulauan Sabang atau di Banda Aceh. Hehehe, nonton saja sendiri saja deh ya, biar ketawanya nggak tanggung-tanggung.

Keempat ada Papi dan Maminya Karla. Karla itu gadis kecil yang mentelnya ya ampun, persis sama dengan Maminya. Papinya Karla itu orangnya kalau dibilang gendut juga nggak, dibilang kurus nggak mungkin, tengah-tengah saja kali ya. Dia seorang pekerja kantor yang tiap hari pergi kerja (pastinya ^_^). Maminya Karla kerjaannya selain ngegosip dengan tetangga adalah pesolek. Sedikit saja tidak boleh kotor. Rambut saja tidak boleh rusak walaupun suaminya yang pegang. Sifatnya ini yang kemudian turun pada Karla, anaknya.

Kelima ada Preti, si Preti ini masih muda. Belum menikah. Tinggal sendiri di rumahnya. Cantik. Tinggi semampai. Aduhailah kalau pria melihatnya. Dan si Preti ini sangat baik orangnya.

Keenam ada (lupa nih namanya; maaf ya) seorang pria jomblo. Sama seperti Preti. Tinggal sendiri di rumahnya dan masih muda. Memang, dia sering nggak main makanya saya lupa namanya. Nanti kita cari tahu sama-sama deh.

Ketujuh ada Satpamnya kompleks. Namanya Dadang. Ingat ya D-A-D-A-N-G. Keluarga ini yang bikin kita gemas waktu nonton komedi ini. Si Dadang ini punya istri tiga, anak tiga dan kemarin dua istrinya juga baru melahirkan lagi, jadi anaknya lima. Dadang ini digambarkan dengan sebuah keluarga miskin, selalu dalam kekurangan sampai-sampai urat malu untuk meminta-minta sudah hilang pada diri satpam satu ini. Jika melihat si Dadang ini, orang-orang kompleks pasti akan kepikir UANG. Apalagi kalau bukan itu, kerja atau tidak kerja Dadang pasti akan minta atau ngutang uang. Di kasih kerja, uang dulu baru mau kerja.

Potret yang sangat jelas tergambar di mata saya ya ini dia. Potret ‘kemiskinan’ yang sedang dimainkan oleh Dadang sebagai satpam dan istri anaknya. Kenapa? Lucu dan aneh bagi saya orang awam mungkin. Apa yang sedang disampaikan oleh komedi ini? Mungkin, kita lupa satu hal atau pura-pura tidak mau peduli dengan masalah yang satu ini. Jelas sekali peran yang dimainkan Dadang itu dalam kenyataan masyarakat kita. Indonesia. Orang miskin, banyak istri dan banyak anak, sedangkan orang kaya satu istri satu anak atau malah tidak punya anak. Kenapa? (lagi-lagi kenapa) orang kaya tidak usah menikah juga bisa ‘main’ dengan perempuan serongnya karena banyak uang. Kalau uang di depan siapa yang tidak tergiur apalagi jika uang yang diiming-imingkan dalam jumlah yang cukup banyak. Uang bisa menutup fakta menjadi sebuah kebohongan kan?

Kembali lagi ke masalah kita sekarang. Dadang, tiga istri tapi adil. Ketiga istrinya patuh semua kepada Dadang ini, si satpam yang selalu di olok-olok oleh laki-laki sekompleks. Istri-istri Dadang ini tidak pernah marah ataupun mengatur suaminya apalagi sampai membuat si suami takut pada istrinya. Inilah fenomena yang timpang tindih dengan warga kompleks yang samua suami takut sama istrinya.

Cukup deh mengenai si Dadang. Kita lihat lagi apa yang dilakukan Bapak-Bapak penakut itu kalau sore sepulang kerja dengan malam hari. Pasti duduk-duduk di pos ronda. Ngobrol ngalor-ngilur tanpa beban. Kalau ada salah satu istri dari mereka panggil yang dipanggil itu terbirit-birit pulang sedangkan yang lain mengetawai demikian seterusnya. Selain itu, apalagi yang mereka lakukan di pos ronda? Apalagi kalau bukan menunggu si cantik Preti lewat. Basi-basi dengan Preti menggambarkan kelakuan suami-suami diluar rumah ketika mereka tidak diawasi istri-istri mereka.

Preti cantik. Mapan. Suami-suami itu pasti selalu mencari dan mencuri perhatian sama Preti. Apapun yang dilakukan Preti pasti mereka akan berlomba-lomba mencari celah untuk membantu. Namun, tunggu dulu...

“Bang....!!!” Suara Bu RT
“Uda...            !!!” Istrinya Uda Faisal
“Mas Karyo...!!!” Maminya Karla
“Bang Tigor...!!!” Istrinya Bang Tigor.

Kalau sudah ada panggilan itu. Mampus! Mereka langsung terbirit-birit masuk rumah walaupun sedang bersama Preti. Preti paling senyum-senyum sebelum masuk rumahnya sendiri. Tidak masalah. Sudah biasa baginya mendengar teriakan-teriakan itu. 
Apa sih sebenarnya yang dicari para suami itu? Dan kenapa mereka takut dengan istrinya?

Suami-suami (baca : laki-laki) itu selalu tidak puas dengan apa yang sudah didapatkannya. Selalu dan terus mencari hal-hal baru. Nama juga laki-laki. Nama juga manusia (eit, semua orang pasti ada titik lemahnya). Sensasi baru bagi laki-laki memang bukan rahasia umum lagi. Hampir semua laki-laki mencari sensasi-sensasi yang menggairahkan untuk dicoba. Apalagi kalau ada yang muda-muda dan cantik, mata jalang itu pasti perih untuk memelototinya. Benar nggak sih? (maaf kalau salah, kayaknya banyak benarnya ya ^_^).

Dan kenapa suami-suami takut istri?

Nonton saja deh, lebih seru dan renyah serta segar kalau dilihat sendiri. Paling ini cuma tulisan basi yang setelah dibaca langsung bisa dibuang. Yap. Selamat menonton dan mencari hikmah yang terkandung di dalam komedi petang itu. Ya siapa tahu yang saya tulis salah sama sekali.

Yang segar pasti yang lucu. Yang lucu pasti yang bisa bikin ketawa. Yang bisa bikin ketawa pasti akan membuat senang. Sedangkan komedi salah satu media untuk menghilangkan stress Anda.

Banyak ketawa, Anda makin awet muda (menurut penelitian, benar atau nggak buktiin lagi deh sendiri). Yuk... kita banyak-banyak ketawa. Huahaaa!!!

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90