Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

Tawa Bulan di Negeri Istimewa

Rembulan bersayap malam itu 
Tawa merebak-rebak di setiap sudut
Senyum membahana di dalam tidur
Dan tak ada sedih di sana. 

Bulan tertawa dengan sayap di punggungnya 
Bintang bernyanyi dengan irama merdu 
Meteor saling kejar-mengejar bagai ombak di lautan 
Di atap negeri istimewa itu. 

Bahkan, 
Mendung yang datang sorenya telah sirna
Dibawa angin ke negeri entah-berantah 

Hingga subuh, 
Hanya hingga subuh 
Bulan berhenti tertawa dengan sayap berhenti mengepak 
Di atap negeri istimewa. 

Subuh biru itu, 
Bulan menangis 
Bintang menjerit terkejut 
Dan meteor tak tampak lagi saling mengejar
Negeri istimewa telah hancur 
Negeri istimewa telah luluh-lantak 
Negeri istimewa telah porak-poranda. 
Di goncang gempa 
Subuh itu! 
Banda Aceh, 11 Juni 2006 

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90