Top Ad 728x90

Wednesday, November 9, 2011

Terlupa di Pelupuk Mata

-
Sebuah negeri yang selama ini selalu diguncang kepedihan seperti terlupa oleh kita dan semua mata yang selalu menyentuh doa untuknya. Negeri penuh canda tawa dan dentingan batu-batu itu adalah Palestina. Tidak hanya mata, telinga dan bahkan mulut tak henti membicarakan ini. Lalu, apa yang sudah kita berikan untuk mereka?

Sumatra terguncang di 2004 dengan tsunami di Aceh dan Nias. Palestina menembak peluru bantuan untuk kita – disini- meringankan sedih, duka dan perih. Bukan batu yang mereka lemparkan, batu di tanah Palestina sudah tinggal kericil kecil untuk mengusir penjajah di negeri mereka.

Kali ini, Sumatra kembali terguncang, guncangannya memang tidak sehebat enam tahun lalu. Namun guncangan ini bisa menghadirkan sedikit tawa dan suka di mata Palestina yang saat ini membutuhkan peluru-peluru batu untuk dilemparkan. Kita tidak tahu apakah batu-batu itu masih diturunkan Tuhan di negeri mereka? Batu yang Sumatra berikan tidaklah seberat batu yang mereka gunakan untuk mengusir tank-tank besar. Batu itu adalah sebuah Kerdam Cinta Palestina dari Forum Lingkar Pena se-Sumatra.

Kerdam Cinta Palestina, hadir untuk Palestina agar tawa disana tetap ada. Agar rindu untuk mengecap merdeka semakin membara. Agar senyum menang selalu sumriah kala batu-batu beterbangan menerjang tank atau bahkan laras panjang prajurit lawan. Sumatra memberikan Kerdam Cinta, untuk Palestina disana.

Kerdam Cinta Palestina merupakan sebuah Antologi Cerpen dan Puisi untuk Palestina yang ditulis oleh Forum Lingkar Pena se-Sumatra. Banyak tema yang hadir dalam cerpen-cerpen yang termuat dalam buku yang terbit Juli 2010 ini, mulai dari Mavi Marmara, cerita dari negeri Palestina dan kisah-kisah lain yang membuat pilu.

Sebuah cinta akan membawa arti, Kerdam Cinta ini juga akan memberi inspirasi untuk terus berjuang melawan penjajah yang akan merenggut jiwa dan raga kita. Palestina hanya sebuah negeri yang terlupa – padahal selalu diberitakan.

Hadirnya Kerdam Cinta Palestina, paling tidak menghapus lupa untuk Palestina. Mereka tidak berjuang sendiri, ada kita yang selalu menghadirkan doa, harapan dan batu-batu kecil agar mereka tetap memperjuangkan hak mereka.

Ini hanya kado kecil, tidak seberapa jika dibandingkan batu-batu yang selalu menerjang peluru. Kado cinta dari kami, Palestina!

-bai ruindra-

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90