Top Ad 728x90

Wednesday, November 23, 2011

UN VS SNMPTN

Ujian Nasional (UN) memang sudah dilangsungkan beberapa waktu lalu dan banyak pelajar baik SLTP maupun SMA tidak lulus dalam ujian akhir sekolah ini. Namun banyak hal yang patut digarisbawahi dalam pelaksanaan Ujian Nasional, di antaranya kesiapan siswa menghadapi ujian tidaklah benar-benar mapan. Sebelum menghadapi ujian siswa sudah terlebih dahulu ditakuti dengan tetapan nilai yang telah ditetapkan pihak penyelenggara ujian dalam hal ini pemerintah (Dinas Pendidikan). Selain itu sarana pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya terpenuhi menjadi faktor yang patut diperhatikan bersama-sama. Contohnya saja sekolah-sekolah yang kekurangan guru bidang studi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi atau bidang studi lainnya. Atau sekolah-sekolah tidak mempunyai fasilitas belajar yang memadai, atau sering bocor karena hujan atau kursi yang tidak layak guna lagi serta halaman sekolah yang sering becek jika hujan tiba. Faktor lain adalah kurangnya fasilitasi terhadap guru bidang studi sehingga belajar tidak efektif.

Ujian Nasional memang sudah berlalu, sekarang adalah saatnya menghadapi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) yang sekarang diganti nama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kegagalan di Ujian Nasional bukanlah gagal secara keseluruhan karena masih bisa mengikuti seleksi masuk ke Perguruan Tinggi dengan ijazah Paket C. Salah satu Universitas yang menerima mahasiswa baru dengan ijazah Paket C adalah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Sebelum mengikuti ujian masuk Perguruan Tinggi pastinya persiapan-persiapan harus benar-benar lebih matang dari mengikuti Ujian Nasional. Kalau Ujian Nasional ditentukan nilai yang harus diraih setiap peserta ujian, seleksi masuk Perguruan Tinggi tidak seperti itu. Siapa yang banyak menjawab benar maka dialah orangnya yang berhak menempatkan kursi di salah satu jurusan pilihan, bukan orang yang banyak menjawab tetapi tidak benar. Kemungkinan bisa saja terjadi, lulus Ujian Nasional tidak lulus seleksi masuk Perguruan Tinggi.

Putus asa karena tidak lulus Ujian Nasional bukanlah perkara yang harus dilarutkan lama-lama. Sedih pasti sangat kalau tidak lulus Ujian Nasional, tetapi jalan kita masih panjang dengan mengikuti seleksi masuk ke Perguruan Tinggi apalagi jika nantinya lulus di jurusan yang dari dulu kita idam-idamkan.

Nah, sekarang satu lagi masalah yang harus dipertimbangkan. Bagaimana kalau seandainya SNMPTN juga tidak lulus? Mungkin perasaannya akan lebih sedih lagi, Ujian Nasional tidak lulus masuk ke perguruan tinggi juga tidak lulus. Tapi bukan kesedihan yang harus kita biarkan lama-lama, masih banyak Perguruan Tinggi Swasta yang mau menerima kita. Masalah kualitas jangan dijadikan persoalan, Perguruan Tinggi Swasta juga tidak kalah bagusnya dengan Perguruan Tinggi Negeri lainnya. Malah banyak dosen dari Perguruan Tinggi Negeri mengajar di Perguruan Tinggi Swasta.
Banyak jalan yang dapat diraih kalau kedua ujian tersebut tidak lulus. Tidak lulus Ujian Nasional bisa mengikuti ujian Paket C. Tidak lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bisa mengikuti ujian masuk di Perguruan Tinggi Swasta. Atau jika terlampau kecewa untuk kuliah tahun ini, ikuti privat adalah pilihat lain. Privat Bahasa Inggris atau Komputer merupakan dua hal yang dikejar-kejar orang selama ini. Bisa berbahasa Inggris dan Komputer melapangkan kita dalam mencari kerja. Tujuan utama orang kuliah juga untuk mendapatkan kerja juga, sedangkan tujuan kita privat juga untuk mendapatkan kerja. Tahun ini tidak berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri belum berarti kita gagal, kita adalah orang yang berhasil karena bisa privat atau belajar lagi lebih baik. Siapa tahu tahun depan bisa masuk ke jurusan yang dicita-citakan selama ini. Banyak kemungkinan yang akan terjadi di depan kita. Jadi, ayo kita raih kemenangan dibalik kegagalan kita!

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90