Top Ad 728x90

Thursday, January 12, 2012

Antologi Cerpen FLP Aceh "Rumah Matahari Terbit"



Judul buku : Rumah Matahari Terbit (Kumpulan Cerpen)
Penerbit : K. Publishing (Lini penerbitan FLP Aceh)
Terbitan : Agustus 2009
ISBN : 978-979-199320-3

Penulis :
- Himmah Tirmikoara
- Alfi Rahman.
- Rinal Syah Putra 
- Alimuddin 
- Ferhat 
- Yani.
- Riza Rahmi
- Nuril Annisa
- Ade Oktiviyari
- Abdul Razak MH Pulo
- Fardelyn Hacky Irawani
- Arafat Nur
- Ubaidillah Usman
- Arif Hening Surya

***

Sinopsis:
Setiap sore, jalan utama kampung kami, kulalui sendiri atau bersama santriku. Setiap sore pula mataku selalu singgah pada rumah besar itu. Sekarang rumah itu terlihat kaku, redup, dan mati tanpa kehidupan. Memang rumah kamilah rumah matahari terbit itu, bisik hatiku sambil terus melangkah

***
Endorsment :

Mereka, para penulis cerita ini, sedang merekam jejak tentang suasana di sekitarnya. Di luar ruang fiksi, jelas suasana cerita ini sebenarnya adalah suasana kita. Benar, suasana kita. Lewat inilah kita bisa membayangkan ba-gaimana kuatnya semangat yang mereka bangun.
(Sulaiman Tripa, Penulis)

Rasakan kepolosan, keluguan, keceriaan, dan kepedihan para tokoh dalam menjalani kehidupan. Biarkan diri Anda larut, tertawa, menangis, mengurut dada, atau menggeleng-gelengkan kepala sambil membaca tiap kata dalam kumpulan cerita ini. Semua itu untuk Anda, yang ingin memahami lebih dalam tentang aneka peristiwa dalam kehidupan masyarakat Aceh dari waktu ke waktu. Cerita, yang bagi sebagian orang hanya dianggap hanya terjadi di dunia antah berantah, ternyata sering membuat kita lebih bijak memaknai kehidupan, lebih peka terhadap penderitaan. Percayalah!
(Mukhlis A. Hamid, Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Syiah Kuala sekaligus Pengamat Sastra)

Para cerpenis dalam antologi ini: Himmah Tirmikoara, Alfi Rahman, Rinal Sahputra, Alimuddin, Ferhat, Yani, Riza Rahmi, Nuril Annissa, Ade Oktiviyari, Abdul Razak MH Pulo, Fardelyn Hacky Irawani, Arafat Nur, Ubaidillah, dan Muhammad Arief; dengan gaya dan warna masing-masing menampilkan bakat kuat. Mereka adalah harapan bagi dunia sastra Indonesia.
(Ahmad Tohari, Cerpenis/Novelis)

Semangat berkarya dan berkreatifitas terpancar jelas dari cerpen-cerpen dalam antologi ini. Rasa memiliki menjadi tolakan untuk berkarya. Terlihat dari latar tempat pasca pemberontakan GAM dan tragedi tsunami yang kemudian melahirkan pemaknaan ulang terkini.
(Wa Ode Wulan Ratna, Peraih Khatulistiwa Literary Award 2008 Kategori penulis Muda Berbakat)

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90