Top Ad 728x90

Thursday, January 19, 2012

Daun Jalanan


Feature Radio Suara Perempuan, Banda Aceh, 2010.
Reporter          : Tia & Vina
Naskah            : Ibay
Voice               : Mala
Narasumber     : Rusna

Udara pagi masih terasa sangat dingin, namun tidak membuat langkah perempuan berseragam kuning itu terhenti. Sepi juga tidak membuatnya takut untuk membersihkan dedaunan di jalan seputaran kampus Darussalam Banda Aceh.
Mereka adalah perempuan-perempuan yang tiap hari mengais rupiah dari membersihkan jalanan. Tidak ada rasa malu, juga tidak ada rasa minder untuk melakukan pekerjaan ini. Bagi mereka, setiap pekerjaan itu halal. Termasuk membersihkan dedaunan di jalan yang masih berembun. Selain mendapatkan uang hasil keringat hari ini, harap mereka juga mendapatkan pahala.
Di antara perempuan penyapu jalan, terdapat Rusna. Yang sudah empat tahun terakhir mencari nafkah dengan menyapu jalan. Umurnya memang tidak muda lagi. Sudah menginjak empat puluh tahun, namun tekad kuatnya untuk mendapatkan penghasilkan sendiri, adalah motivasi kuat untuk bekerja.
Rusna mengaku, pagi-pagi sekali sekitar pukul setengah tujuh, dia sudah menjalankan aktivitasnya ini. Mengingat pelajar dan mahasiswa akan beraktivitas sekitar pukul tujuh lewat. Tentu saja tidak akan bersih jika ia terlambat.
Bangun pagi sudah bukan hal susah lagi. Saban hari ia harus bangun sebelum subuh untuk menyiapkan keperluan rumah tangganya. Sebagai seorang istri, ia tidak boleh berleha-leha. Menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak dan suami. Membersihkan perkarangan rumah sendiri. Setelah tugas besarnya usai, barulah ia beranjak. Bagaimana pun keluarga tetap menjadi prioritas utama.
Ujar Rusna, “Sudah empat tahun, setelah tsunami. Waktu itu, sebelum nyapu di jalan kami di Biro. Banyak dari kami dulu yang bekerja disini
Selain bekerja sebagai penyapu jalan, Rusna juga mencuci pakaian tetangga sebagai tambahan penghasilan. Sebagai seorang desa pada umumnya, dia juga ikut bertani bersama suami.
Rusna juga bercerita, sudah beberapa bulan ini sang suami tidak mempunyai pekerjaan. Sehingga dia harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Namun Rusna tidak mengeluh, dia tetap mencintai pekerjaannya dan keluarganya.Perempuan yang mempunyai tiga anak ini tetap semangat setiap hari.
Pernah suatu hari Rusna mengalami kecelakaan ringan, saat menyapu jalan. Namun itu tidak membuat Rusna berhenti bekerja. Esok paginya ia tetap berangkat kerja walau tidak begitu sehat. Ibaratnya, Rusna mencintai pekerjaannya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Sehari tidak bekerja rasanya tidak berarti apa-apa untuk ia dan keluarga.
Kata Rusna, “Kemarin saya ditabrak motor, hari Rabu. Sudah membeku disini, oleh anak kuliah,”
Bekerja boleh apa saja dan siapa saja. Rusna membuktikan, bahwa perempuan juga bisa bekerja tanpa bergantung pada laki-laki!
***

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90