Top Ad 728x90

Sunday, March 25, 2012

Inong Lincah dan Energik

Sekitar hampir akhir dua ribu empat kami bertemu, namun baru akrab pertengahan dua ribu lima. Dilihat dari nama, saya pikir hampir semua orang mengira dia laki-laki. Ternyata salah besar, dialah seorang perempuan, imut-imut, muka agak tirus, jika berjalan sangat lincah. Kelincahannya tentu bukan hanya pada saat dia berjalan, cara dia berbicara pun lincah dan bersemangat. Jika berlama-lama dekatnya, tawa pun tidak bisa dihitung.

Setelah pertemuan kedua, kami langsung jadi sahabat. Saling berbagi banyak hal. Waktu itu beliau masih kuliah di jurusan keperawatan. Sibuk skripsi tapi menulis tetap lanjut, bahkan beberapa buku antologi lahir setelah itu. Semangatnya yang tidak pernah padam menjadikan kami lebih termotivasi bisa beradaptasi dengan perempuan ini.

Sekitar dua ribu enam – jika tidak salah – perempuan cantik ini menjadi Ketua Umum Forum Lingkar Pena. Berbagai kegiatan kami lakukan, mulai dari talkshow kepenulisan, sekolah menulis, sampai akhirnya mendirikan Rumah Cahaya di Tungkop, Aceh Besar. Ditangannya kepengurusan organisasi penulis makin kuat dan dikenal banyak sastrawan Aceh dan penikmat buku pada umumnya.

Bagi saya sosoknya tetap sama. Tidak ada yang berubah walau sudah menjadikan organisasi kami heboh di Banda Aceh dan sebagian daerah Aceh lainnya. Dia tetap menulis dan memotivasi menulis. Berkatnya juga milis FLP Aceh ada di salah satu layanan email gratis.

Saya ingat, waktu awal-awal semangat menulis, sama-sama membuka blog, sama-sama menulis dengan berbagai genre. Namun dia yang lebih semangat dan aktif menulis di blog sampai sekarang. Awal mengaktifkan blog, perempuan ini tidak jemu meminta bantuan saya. Padahal ilmu saya tidak seberapa mengenai blog, tetap saja beliau serahkan ID dan password untuk saya obok-obok blog menjadi lebih manis. Katanya begitu, namun untuk saya tidak seberapa dengan isi blog yang luar biasa.

Dulu, semua dari kami belum punya komputer sendiri apalagi laptop. Kami menghabiskan waktu mengirim naskah atau sekadar mempermak blog di warnet. Berjam-jam waktu kami habiskan hanya menertawakan blog yang kadang-kadang error. Setelah itu kami pulang jalan kaki menelusuri jalanan Darussalam.
Tidak terasa letih karena perempuan ini tetap menghadirkan tawa. Walau mungkin barusan kami menerima email penolakan naskah dari media. Sikapnya yang seperti itu bertahan sampai sekarang, sampai beliau menikah, punya momongan dan melanjutkan studi ke Thailand.

Kami memang sudah sangat jauh jarak dan waktu kini. Namun beliau tetap mengontak saya jika blognya perlu dipermak. Saya tetap membantu, dikirim ID dan password yang beberapa menit kemudian sudah saya lupakan. Besoknya saat diminta ubah lagi, minta lagi.

Begitulah, perempuan ini masih menulis sampai sekarang walau sudah hampir selesai pendidikan master dan calon dosen besar di kampus hebat Banda Aceh.

Beliau perempuan, seorang yang sangat hebat, penuh semangat, sangat teratur dalam membagi waktu dan selalu mengayomi ketika kami susah dulu. Saat masa-masa FLP Aceh baru bangkit kembali setelah melebur bersama tsunami. Dan jangan tertipu dengan nama Fardelyn Hacky Irawani, beliau tetaplah perempuan lincah dan energik!

2 komentar:

  1. Makasih ya Ubai.
    terharu saya membacanya. Abadikan tentang kita, untuk melawan lupa
    semoga kelak ketika kita tua, anak-anak kita akan membacanya.

    ReplyDelete
  2. Sama-sama kak,
    Benar, kita hanya bisa menulis, tanpa menulis, kejadian detik ini akan terlupakan begitu saja :)

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90