Top Ad 728x90

Saturday, August 17, 2013

Sedikit Perbedaan K-Pop Dengan I-Pop

Akhir-akhir ini kita banyak melihat penampilan yang biasa-biasa saja di ranah pertelevisian Indonesia. Penampilan itu tak lebih dari “mencontoh” budaya luar yang notabene belum tentu sama dengan karakter budaya kita. Dengan berbagai definisi tentunya budaya itu sangat berbeda antara bangsa kita dengan bangsa luar. Kali ini saya tidak menjabarkan definisi budaya tersebut, setiap orang punya cara tersendiri dalam memaknai budaya dan karakter itu.



Menyikapi maraknya tayangan yang ikut-ikutan di televisi, saya malah miris dan tidak respek dengan tayangan seperti itu. Tayangan yang saya maksud mengenai maraknya boyband dan girlband yang semakin menjamur di Indonesia. Ada yang salah dengan mereka? Tentus aja tidak. Permasalahannya muncul karena mereka dinilai mengikuti budaya Korea Selatan yang sudah terlebih dahulu booming dengan penyanyi grup ini, walau pada dasarnya dunia barat juga sudah melakokan hal yang sama jauh-jauh hari.

Kesan yang muncul lantaran gaya boyband dan girlband Indonesia cenderung mengikuti gaya boyband dan girlband dari negeri ginseng tersebut. Banyak yang terlihat tidak sebenarnya menampilkan sesuatu yang menarik malah hampir sama dengan gaya yang sudah pernah disajikan oleh penyanyi-penyanyi bermata sipit itu.

Hadirnya boyband dan girlband Indonesia tentu menjadi sebuah prestasi dalam industri musik Indonesia. Kesalahan yang muncul ternyata pada cara instan yang dilakukan oleh beberapa pihak sehingga boyband dan girlband ini terkesan menampilkan pesona gaya dan bentuk tubuh tanpa perjuangan yang berarti. Beberapa literatur menunjukkan bahwa perjuangan boyband dan girlband Korea Selatan tidak semudah dan semulus perjalanan boyband dan girlband Indonesia. Sehingga kualitas mereka malah jauh di atas rata-rata jika dibandingkan dengan merek Indonesia ini.

Sepatutnya Indonesia berkaca dan belajar banyak pada cara dan teknik yang dilakukan oleh Korea Selatan. Mereka bisa memperihatkan kualitas dengan kuantitas mumpuni. Sebagian member boyband dan girlband Korea Selatan harus menunggu sampai lima tahun bahkan lebih untuk memulai debut mereka. Artinya, setelah mereka diaudisi dan lolos dalam sebuah grup (manajemen artis) mereka harus melalui berbagai tahap agar bisa naik panggung. Selama waktu yang lama itu mereka dilatih dan didikte untuk menjadi yang terbaik. Rasanya ini perjalanan yang menjemukan, beberapa dari mereka bahkan sempat menyerah sampai akhirnya ditampilan di depan publik.

Hasilnya? Kita bisa dilihat bagaimana populernya Super Junior atau Girl Generation. Di antara member Super Junior atau SNSD sudah benar-benar sangat laku di pasaran. Mereka tidak hanya memiliki tampang yang cakep namun memiliki kualitas yang sudah diperhitungkan. Di antara member kedua grup besar dari SM Entertaiment ini bahkan bernyanyi solo dan mengisi soundtrack film dan drama-drama yang sering diputar di televisi Indonesia. Ini membuktikan bahwa mereka berkualitas dan kualitas itu ditempa jauh sebelum mereka dilempar ke pasaran. Sebut saja Kyu Hyun atau Jessica dan lain-lain yang kerap bernyanyi solo, dan kualitas vocal mereka tentu tidak bisa dikatakan jelek, mereka bisa diterima dan dianggap sabagai penyanyi solo diluar grup sebenarnya. Atau kita lihat Siwon yang lebih populer sebagai pemain drama, bintang iklan dan lain-lain. Atau Yoona yang kerap bermain drama. Mereka tidak perlu lagi berpegang pada nama grup ketika ingin bermain di sebuah drama atau bintang iklan. Pelajaran yang dipelajari dalam jangka waktu lama itu melahirkan bakat dan kualitas yang tidak main-main.

Inilah yang dihadirkan Korea Selatan, salah satu negara termaju di Asia saat ini. Banyak memang management artis di Korea Selatan. Salah satunya SM Entertaiment yang menaungi Super Junior, SNSD, BoA, Kangta, dan lain-lain. Pernahkah di Indonesia punya managemen sebesar itu? Rasanya saya belum pernah mendengar, jika saya keliru mohon ditambahkan. Artinya, SM Entertaiment merupakan sebuah management artis yang namanya sudah melanglang buana sampai ke ranah internasional. Mereka tidak perlu pindah kewarganeraraan seperti yang dilakukan beberapa penyanyi Indonesia yang ingin go internasional. Dengan bagusnya management SM Entertaiment mereka sudah go internasional. Saya sangat menyakini hampir seluruh orang di dunia (kota besar khususnya) sudah mengenal lagu-lagu Korea. Bahkan SM Entertaiment tidak serta merta menelurkan penyanyi saja, mereka bahkan punya aktor-aktor hebat yang kemudian mendunia. Management seperti inilah yang patut dicontoh oleh management artis Indonesia.


Selain SM Entertaiment memang ada management lain yang besar di Korea Selatan. Bagi penggemar masing-masing artis tentu tahu dari mana asal managemen artisnya. SM Entertaiment tidak main-main dalam merekrut calon bintang besar Korea Selatan. Mereka tidak hanya mencari bakat alami, cantik dan bisa dance, mereka mencari yang bisa ditempa dan dipoles sehingga mampu bersaing dengan industri musik Korea Selatan bahkan dunia. Hasilnya, kita lihat sendiri, perbandingan kedua boyband dan girlband tadi membuktikan keberhasilan SM Entertaiment dalam menjalankan tugas mereka. Akhirnya, karena banyak fans di seluruh dunia SM Entertaiment menggelar SMTOWN yang diselenggarakan di kota-kota besar dunia, seperti New York, Tokyo, Paris bahkan Jakarta. Penontonnya? Rasanya saya tidak perlu menjelaskan di sini. Kita lihat saja di tayangan infotaiment bahkan berita nasional, penontonnya saban waktu mereka menggelar konser tetap saja membludak. Perlu sekali managemen artis di Indonesia dikelola sedemikian rupa sehingga artis-artis yang dilahirkan tidak hanya isapan jempol. Tidak perlu pindah kewarganegaraan atau malah pindah tempat tinggal ke Amerika untuk istilah go internasional. Cukup kelola dengan baik management artis seperti yang sudah di lakukan SM Entertaiment artis-artis Indonesia akan go internasional denga sendirinya.

Sekali lagi, artis-artis Korea Selatan ini tidak perlu pindah kewarnageraan menjadi warna Perancis atau Amerika Serikat! SUJU, SNSD, siapa yang tidak kenal dengan Mr. Simple atau The Boys?

2 komentar:

  1. Wow..pemerhati K-Pop juga ternyata ya, hehee

    Btw bai, itu tulisan kok nggak dibuat paragraf per paragraf sih, capek bacanya dengan satu paragraf panjang begini, mana rapaaaat lagi, ditambah huru kecil-kecil pulak. Alamak jang!

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya udah Ki, ntah kenapa masuk ke blog jadi kacau begini :(

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90