Top Ad 728x90

Saturday, September 14, 2013

,

Ruang Lelah Ibuku




Seorang perempuan seperti punya kekuatan berlebih dalam melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari pagi sampai malam hari mereka tetap saja memanjakan suami dan anak. Kebutuhan suami tercukupi, kebutuhan anak terpenuhi. Keluh kesah suami karena pelayanan dirinya yang tidak memuaskan ditelan pahit tanpa protes. Protes anak atas hasil kerja yang sudah dilakukannya dengan maksimal juga didiamkan saja.

Peran perempuan sangat besar. Perempuan adalah ibu. Ibu adalah orang yang melahirkan anak-anak cerdas kepunyaan orang tua.
Ibu saya tak lebih dari kebanyakan ibu rumah tangga kebanyakan. Kebiasaan yang dilakukan oleh seorang perempuan pelakon ibu rumah tangga dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Setiap hari menyiapkan kebutuhan kami tanpa pamrih dan tanpa rasa lelah.
Hari-hari biasa – mungkin – rasa lelah memang tidak begitu terasa. Di hari selama bulan Ramadhan, rasa lelah itu saya lihat begitu menggebu-gebu. Mulai dari pagi sampai malam ibu masih saja menyibukkan diri dengan mengurus kebutuhan rumah tangga. Rumah kami tidak besar, tidak perlu menyapu seluruh ruangan dan mengepel setiap hari karena rumah ini tidak berkeramik. Perkarangan rumah juga tidak seluas hamparan sawah di depan rumah, hanya sebidang tanah dengan pohon akasia merontokkan daun kering setiap hari. Kadang ibu sapu kadang juga tidak.
Rutinitas di bulan puasa tak jauh beda dengan bulan-bulan lain. Jadwal memulai kegiatan yang cenderung menjadi perbedaan bagi ibu. Setiap hari – mulai malam pertama puasa – ibu bangun sangat pagi menyiapkan sahur. Jika nasi tidak ada maka beliau akan menanak nasi, menggoreng telur atau ikan, kemudian baru membangunkan kami yang masih terlelap. Di saat kami sudah beranjak dari dapur dan menuju ke tempat tidur masing-masing, ibu masih terdengar mendentingkan gesekan piring. Ibu masih menyisakan waktu untuk mencuci piring dan gelas. Setelah itu ibu baru bisa tidur kembali tak lebih dari setengah jam sebelum azan subuh berkumandang.
Seusai subuh, tergopoh ibu mengambil sapu dan membersihkan halaman rumah kami. Waktu yang berjalan cepat mengantarkan ibu mengikuti jejak langkah ayah ke kebun karet, hanya ini satu-satunya pekerjaan orang kampung ini. Karet yang ditakik pun tak semahal yang dibayangkan. Ibu dan ayah tetap menjalaninya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar dapur rumah kami tetap mengepul. Harga jual murah dan harga beli kebutuhan rumah tangga melangkah naik, terkadang kami menyalahkan pemerintah yang tak bisa menyesuaikan kondisi masyarakat yang sudah melarat.
Matahari beranjak sepenggalah saat ibu dan ayah pulang dari kebun karet. Biasanya ayah akan istirahat di saung belakang rumah, ibu masih mempunyai pekerjaan lain. Baju-baju kotor kami menggunung tak tercuci diambil paksa lalu dibawa ke sungai belakang rumah, tak jauh dari saung tempat ayah beristirahat.
Cucian beres azan dhuhur berkumandang. Ibu mandi lalu berwudhu. Istirahat setelah shalat dhuhur pun tak bisa berlama-lama, pekerjaan lain menunggu. Ibu harus menyiapkan penganan berbuka untuk kami. Mulai lagi kegiatan ibu di dapur dengan mengiris-ngiris sayur, memotong ikan, menanak nasi, memasak ikan, menggoreng tempe, membuat kuah bening sayur, tak lupa goreng pisang. Semua ibu lakoni sendiri, hanya ditemani rambut hitamnya yang sudah beruban.
Azan magrib menggema, kami berlari ke meja makan. Saatnya berbuka. Ibu menghela napas panjang. Menyiratkan perjalanan hari ini sudah berakhir. Sejenak. Sebelum nantinya ibu kembali mencuci piring dan shalat tarawih.
Entah dari mana datangnya kekuatan seorang ibu. Ibu saya menjalani semuanya dengan sendiri. Saya juga merasa ibu-ibu di belahan dunia lain juga merasakan hal yang sama. Bergelut dengan rutinitas melelahkan. Mulai pagi sampai malam menjelang. Tak pernah mengeluh. Tak pernah meminta berhenti. Padahal kita bisa membantu pekerjaan yang seharusnya tidak diwajibkan pada pangkuannya semata. Kita, sebagai penonton, layakkah kita protes dengan hasil kerja ibu?

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90