Top Ad 728x90

Wednesday, March 26, 2014

, ,

Berwisata di Bawah Bayang Syariat


“sebuah peradaban selalu berawal dari sejarah”

Aceh telah banyak mengukir sejarah di kancah dunia internasional, mulai dari kisah kepahlawanan sampai dengan tsunami di penghujung 2004. Sejarah telah menunjukkan begitu kuatnya jiwa masyarakat Aceh, sehingga seorang penulis sekaliber Helvy TianaRosa sampai menulis kisah-kisah perjuangan perempuan Aceh dalam buku TanahPerempuan yang telah dipentaskan dalam teater di tingkat nasional.

Dari sejarah pula kita mengetahui banyak hal sehingga suatu kebudayaan akan dikenang selamanya. Sejarah Aceh menjadi sangat bernilai jika dibandingkan dengan kondisi Aceh masa kini. Cara yang terbaik dalam mengenal suatu daerah adalah dengan mempelajari sejarahnya. Aceh dikenal bukan karena satu-satunya provinsi pelaksanaan hukum Islam, nanggroe kita ini dikenal karena kegagahan dan ketangguhan pejuang semenjak dulu kala.

Bicara sejarah, tentu saja sangat sulit menemukan peninggalan bersejarah di Banda Aceh tanpa singgah ke Rumoh Aceh. Bicara sejarah modern pula, tidak elok rasanya tanpa berleha-leha sebentar di Museum Tsunami. Dan bicara kedekatan emosional terhadap Ilahi, tidak kuat iman seseorang tanpa sujud di lantai dingin Masjid Raya Baiturraman.


Rumoh Aceh
Photo by Bai Ruindra

Bangunan tua dari kayu ini sudah teramat sering sendiri di era teknologi di mana hampir setiap sudut kota Banda Aceh dipenuhi warung kopi berwifi. Barangkali bisa dihitung dengan jari jumlah orang yang singgah ke tempat paling beraura kepahlawanan dan adat-istiadat di ibu kota provinsi Aceh ini. Kebanyakan dari kita yang tinggal di Banda Aceh, bahkan mungkin pelancong yang datang ke Banda Aceh seakan-akan mencoret bangunan tua ini dari daftar tempat yang ingin dikunjungi.

Barangkali, begitu tidak bermaknanya sebuah benda mati yang bisa menceritakan sejarah kepada kita. Tafsiran ini terjadi jika kita tidak pernah mau menginjakkan kaki ke halaman tempat wisata yang bersih dan asri tersebut. Rumoh Aceh memiliki keistimewaan dalam membicarakan rumah di masa arsitektur penuh rekayasa komputer. Rumah yang tidak membenarkan semen pada dinding, keramik untuk alas maupun atap dari genteng telah mampu meninggalkan kesan tradisional dalam benak kita. Jarang sekali ditemui rumah berbentuk rumah adat tersebut di daerah-daerah Aceh masa kini. Mungkin saj, hanya Rumoh Aceh inilah peninggalan yang sama persis seperti rumah adat sebenarnya. Bayangkan saja seandainya generasi muda tidak pernah menginjakkan kaki di sini?

Banyak sekali penulis yang telah menguraikan sejarah Rumoh Aceh ini, termasuk Dinas Kebudayaan danPariwisata Banda Aceh telah mengupas seluruh isinya; tangga dari kayu, serambi depan, serambi belakang, berbagai lukisan pahlawan di dalamnya, berbagai peralatan rumah tangga zaman dulu, ayunan, dan masih banyak lagi. Sayangnya, belakangan Rumoh Aceh ini sudah jarang bisa diberi izin masuk ke dalam melihat pernak-pernik peninggalan sejarah di sana. Karena itu, sebagian pengunjung tidak dapat lagi melihat peninggalan bersejarah tersebut. Sebenarnya, masalah ini bukan alasan untuk tidak berkunjung ke Rumoh Aceh, masih banyak peninggalan bersejarah lain yang tidak bisa ditinggalkan untuk mereka yang gemar mempelajari sejarah masa lampau.

Masih di dalam kompleks Rumoh Aceh, di sebelah kanan pintu masuk terdapat benda peninggalan sejarah termasuk meriam. Di depan meriam terdapat kuburan keluarga kerajaan, di depannya terdapat makam Sultan Iskandar Muda. Semua benda mati ini meninggalkan keterangan di papan nama sehingga memudahkan kita mengetahui lahir maupun wafat serta silsilah keluarga kerajaan Aceh.
Photo by Bai Ruindra

Photo by Bai Ruindra

Photo by Bai Ruindra

Berkunjung ke tempat ini tidak hanya dihidangkan peninggalan sejarah Aceh, suasana alam di sekitar Rumoh Aceh begitu nyaman dan sejuk setelah dikelilingi pohon besar yang memayungi. Pada dasarnya, tempat ini harus menjadi tujuan utama saat berkunjung ke Banda Aceh.

Museum Tsunami
Photo by Bai Ruindra
Bencana selalu mengukir sejarah baru dan pahit dirasakan oleh mereka yang kena imbas. Tsunami yang telah meluluh lantakkan Aceh pada 26 Desember 2004 telah berlalu dan masyarakat Aceh telah menerima dengan ikhlas kepergian saudara mereka. Di balik semua kepahitan tersebut, seorang intelektual ternama yang dimiliki Indonesia, Ridwan Kamil, kemudian melahirkan sebuah gebrakan yang luar biasa dikenang. Wali Kota Bandung ini merancang museum seperti yang kita lihat saat ini.

Lain Rumoh Aceh lain pula Museum Tsunami yang terletak tidak jauh dari rumah adat tersebut. Masih dalam satu kota dan masih sanggup dijangkau seandainya berjalan kaki, nasib Museum Tsunami lebih beruntung dibandingkan Rumoh Aceh. Museum Tsunami kerap dikunjungi banyak orang di waktu yang sudah ditentukan, antara pukul 09.00-12.00 sampai 14.00-16.00 WIB. Perawatan Museum Tsunami pun tak kalah dengan rumah adat Aceh, sama-sama mengedepankan kebersihan dan keasrian.

Di antara dua bangunan bersejarah ini memiliki visi dan misi berbeda, Rumoh Aceh merupakan peninggalan perjuangan dan adat-istiadat, sedangkan Museum Tsunami merupakan kenangan sisa-sisa bencana alam terbesar sepanjang sejarah manusia khususnya di Aceh. Di dalam bangunan ini terdapat banyak sekali kerangka bekas tsunami dipajangkan sebagai saksi bisu. Selain itu, terdapat pula persebaran tsunami di peta yang menggiurkan begitu kita lihat di dinding yang bersebelahan dengan bioskop yang selalu memutar film tsunami Aceh.  Termasuk gambar di bawah ini yang punya arti lebih dari apapun bagi saya pribadi. 
Photo by Bai Ruindra
Banyak hal yang membuat Museum Tsunami memiliki daya tarik. Selain bangunan yang modern juga tempat yang strategis di tengah-tengah kota. Lukisan, foto maupun ornamen mati memang tidak akan cukup mencerminkan perihnya luka tetapi, berkunjung ke mari paling tidak cukup bisa membuat bulu kuduk merinding bagi mereka yang tidak merasakan bagaimana dahsyatnya bencana besar tersebut. Dua potret di bawah ini membuat hati teriris lebih dari biasanya, mereka yang sudah pergi memang tak akan kembali dan "mereka" yang lari di hari petaka besar itu akan dikenang sepanjang masa!
Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra
Menceritakan keelokan sebuah bangunan memang tidak bisa mendukung semua argumen sebelum datang dan lihat sendiri. Bagi orang yang tidak mau ketinggalan melihat kenangan pahit tersebut tentu tidak cukup sekali dua kali masuk ke dalam bangunan yang dirancang khusus untuk Aceh, hanya satu-satunya di dunia ini!

Masjid Raya Baiturrahman
Belum sampai di Banda Aceh sebelum menginjakkan kaki di Masjid Raya Baiturrahman!

Photo by Bai Ruindra
Ini hanya sebuah anggapan, tetapi memang benar adanya. Selain memiliki nilai artistik bernilai tinggi, masjid ini menjadi pusat segala janji. Bayangkan saja, jika buat janji ingin bertemu seseorang paling mudah di masjid dengan halaman luas, kolam ikan persegi panjang di depan, menara, serta bendera merah putih kokoh berkibar di sampingnya.

Masjid yang sudah dikenal ke seluruh orang yang pernah membaca sejarah Aceh ini selalu penuh oleh pengunjung. Sampai-sampai saat pertama kali kita masuk ke perkarangan masjid seseorang pasti segera menarik kita untuk dipotret. Sekali lagi, masa telah mengerus semua yang tak biasa menjadi biasa. Jika dulu fotografer di depan masjid bisa panen rejeki sekarang malah terkuras oleh kamera pribadi yang dibawa pengunjung. Namun, jika ingin menghasilkan hasil cetak dengan cepat tidak ada salahnya menggunakan jasa fotografer yang sering berdiri termangu di sana.

Photo by Bai Ruindra
Sampai di Masjid Raya Baiturrahman seakan wajib hukumnya menyegerakan shalat sunat dua rakaat. Kewajiban ini bisa dilakukan untuk kita yang kebetulan mampir ke masjid ini diluar waktu shalat wajib, jika berbenturan pun tidak ada salahnya shalat sunat bukan?
Photo by Bai Ruindra
Sejarah Masjid Raya Baiturrahman sendiri begitu ajaib untuk dilupakan. Masjid yang diagung-agungkan masyarakat Aceh ini menjadi saksi sejarah begitu panjang sekali. Sebelum kemerdekaan sudah menjadi saksi bisu kegagahan pejuang mengusir penjajah, konflik berdarah, masa referendum, dan terakhir tsunami. Dari berbagai kisah pilu tersebut, banyak pula nyawa yang terselamatkan saat berada di masjid ini. Seandainya masjid ini punya catatan penting yang bisa ditulis, sudah saatnya kita akan mengetahui siapa yang berkhianat, jujur, amanah, dan lain-lain dari kesaksian bisunya. Tetapi masjid ini tidak pernah menolak apapun, bahkan sejarah bahagia telah lahir dari pernikahan di dalamnya.

Terakhir, melengkapi tulisan ini setelah mengenang sejarah yang terlupa karena banyak orang sibuk dengan celana ketat dan jilbab, ingin sekali rasanya kembali naik ke menara di depan saya melihat-lihat seluruh kota Banda Aceh. Mungkin; sebelum tsunami terakhir kali kita bisa melihat Masjid Raya Baiturrahman secara utuh dari atas sana; seluruh kota, Krueng Aceh, bahkan Pulau Sabang sekalipun. Semoga saja mata dunia kembali melihat indahnya Aceh dari berbagai sudut pandang mereka. Pelaksanaan syariat Islam bukan pula halangan berkunjung ke mari asal tetap mengedepankan tata krama dan sopan santun dalam bersikap maupun berbusana. Saya rasa, semua orang memiliki kesopanan menurut makna masing-masing! 
Photo by Bai Ruindra

86 komentar:

  1. kegagalan terbesar bukanlah karena kesalahan, tapi karena takut mencoba, dan kau sudah mencoba anak muda, selamat bertanding, aku akan bantu doa dengan berteriak Yeee Bai bisa, Bai bisa :-D

    ReplyDelete
  2. Hahaha!
    Paling tidak sudah mewakili suara mengenalkan kota besar ini kepda orang banyak.
    Ntar kyk pemandu soraklah Ihan ada ye ye ye itu :)

    ReplyDelete
  3. Aku paling suka lihat gambar yang terakhir itu bai. Soalnya ada gambar pemilik blognya juga, hehee

    Gutlak bai. semoga menang ;)

    ReplyDelete
  4. Sedap! Sekalian narsis dengan gaya yang beda dari orang lain.
    Ini sudah cukup kan mengenalkan Aceh pada orang luar sana :)

    ReplyDelete
  5. semua foto disini membuat kak berkhayal pada memori masa kecil, 20 tahun kak tinggal di komplek pendopo, halaman makan iskandar muda tempat kak bermain siang dan malam #rindu masa yg telah berlalu

    ReplyDelete
  6. Kenangan itu tidak akan pernah luntur kak, tulisan ini mungkin bisa mengobati hati yang rindu ingin kembali ke Banda!
    Selamat bernostalgia :)

    ReplyDelete
  7. Artikel yang sangat Indah, Bai Ruindra ... Kalimat demi kalimatnya mengalunkan rindu, bait-baitnya melukiskan kota Banda Aceh dengan cermat. Kalau kata orang Jerman: Prima!

    :-)

    ReplyDelete
  8. Terima kasih Azhar, Banda Aceh memang selalu membuat saya rindu; karena dari sana saya belajar banyak hal :)

    ReplyDelete
  9. wah postingannya bikin mupeng, jd pengen ke sana bgt :D
    ijin follow blognya yah, follow back jg dong blo aku
    http://catatandewisri.blogspot.com/
    makasih hehhe

    ReplyDelete
  10. Mari mba, jangan segan-segan main ke Banda. Banyak wisata menarik di sini, mungkin lain waktu akan saya bagikan kembali :)

    ReplyDelete
  11. Dulu sempat hampir kerja di Aceh, tapi akhirnya batal karena satu dan lain hal.
    Pngen jga jlan-jlan ke sna, tapi apa daya uang tak sampai hehehe :)

    ReplyDelete
  12. Insya Allah ada, suatu saat nanti yang penting sudah rencana terlebih dahulu.
    Sekarang Banda Aceh makin "enak" dilihat lho :)

    ReplyDelete
  13. Kritik dikit ya... hehehe... mnrt aq kata2 brleha2 di paragraf 3 krg bgs. dri segi penyampaian dn bgs kok. emg jrg org dtg pg bkunjung ke museum rmh aceh. bahkan bgi org aceh sndri.. bgs-a klo ada skolh2 yg adain tur ksn jd lbh menyngkan jg bgi siswa kn :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh-boleh.
      Tks ya ini berarti bngt lho, smg pihak berwenang mau mendengar. Sayangkan situs sejarah tdk dikenal lg?

      Delete
  14. Saya sebetulnya ada rencana ke Aceh di awal tengah tahun ini. Tapi dibatalkan karena ada isu kalau Aceh agak "panas" di musim pemilu ini. Bener nggak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... itu isu sensitif memang. Tp jika niat baik tentu tdk akn knp2. Slm kt tdk berbuat salah dn merugikan org lain aman2 ajalah disini :)

      Delete
  15. ubai kalau bisa ada text bahasa inggris nya dunks. jadi teman-teman yang belum mengerti bhs indo bs lebih faham :D sekalian promo tingkat internasional gt lho... :D ni kak ainul ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Ak msh agak krang di bhsa inggris kak. Bantu promosiin ya. Tks udh mampir :)

      Delete
  16. Masjid Raya Baiturrahman ini sangat menkjubkan mas,betapa nyata nya kebesaran allah yang melindungi masjid ini.allah maha besar ..

    ReplyDelete
  17. Iya Mas, bagi saya Masjid ini "sesuatu" yang tak bernilai.

    Tks ya udah berkunjung, ayo ke Banda juga :0

    ReplyDelete
  18. Aceh sungguh elok mempesona. Terakhir berkunjung tahun 1996 yang lalu. Jadi ingin ke sini sambil menumpang di rumah sahabat. pasti lebih asyik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tks mas, skrg smakin indah. Berkunjunglah kamri kembali :)

      Delete
  19. Ulasan yang indah untuk wisata yang indah pula...tempat-tempat yg sarat makna, sejarah dan keelokan...sukses u GA-nya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, smg bnar2 bermanfaat :)

      Delete
  20. Tulisannya bagus, menjelaskan objek-objek wisata utama di Banda Aceh dengan cukup jelas. Semoga sukses terus...

    ReplyDelete
  21. @Ahmad Zaki:

    Terima kasih, semoga bermanfaat ya :)

    ReplyDelete
  22. Waah ulasan yang lengkap tentang wisata Aceh.Jd pengin kesana.Maaf ya td kupanggil mak.Kirain emak emak blogger.Ternyata laki laki.Good luck ya..

    ReplyDelete
  23. Mari mbak, selagi ada kesempatan. Mash bnyk juga tempat lain yg tak kalah menariknya.
    Tdak apa-apa :)

    ReplyDelete
  24. Rasanya ingin kembali lagi ke tanah rencong ketika baca ini. Tulisannya keren Boi (y).
    Boi, dengan tulisan ini semua orang yg ada d luar Aceh bisa terus melepaskan kangen akan Nanggroe tercinta hanya dengan baca ini.
    Smoga lombanya sukses ya bo ;)

    ReplyDelete
  25. @SunDhe:

    Iya Des, tks ya:)

    Sesekalijenguklah kami di sini, jangan sering-sering ketemu bule di pulang dewata :)

    ReplyDelete
  26. @Lisa Tjut Ali: Sama kak, kami juga kangen x sama semua suasana disana. 21 tahun hidup di Aceh, Pasar Aceh dan Mesjid Baiturrahman tu tempat tujuan favorit kami utk jalan2 wktu kuliah di bna dl.

    ReplyDelete
  27. @SunDhe:

    Lho? @SunDhe kenal sama kak @Lisa Tjut Ali?

    ReplyDelete
  28. WAH... saya baru tahu ada museum tsunami. Gambarnya oke...bikin pengen berkunjung ke Aceh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya?
      Datanglah bang, ini akan jadi pengalaman yang tidak bisa didefinisikan dgn kata-kata :)

      Delete
  29. @Hapsari Adiningrum:

    Wah.... Tks ya! Ayo abadikan keindahan Aceh dalam potret menurutmu :)

    ReplyDelete
  30. jadi pengen banget ke aceh.... salah satu kota utama untuk wisata sejarah Indonesia... salam

    ReplyDelete
  31. Salam kenal Bai Ruindra, aku juga berdarah Aceh,suami pun orang Aceh.moga2 kalau pulang kampung kita bisa kopdar yah hehehe ;)
    makasih ya, sudah terdaftars ebagai peserta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kembli. Tks ya sdh mampir smg bs bernostalgia :)

      Delete
  32. Saya belum pernah ke Ace. Ingin suatu saat kesana. Merasakan suasana serambi mekkah

    ReplyDelete
  33. @Fardelyn Hacky:

    Jangan lupa mampir ke VIVALog juga Ki, di sana juga memuat artikel ini --> http://log.viva.co.id/news/read/492088-melihat-perkembangan-wisata-aceh

    ReplyDelete
  34. asek tulisannya. hawa teuh tajak lom kenan

    singgah juga ya disini :
    http://musikanegri.blogspot.com/2014/04/gunongan-bukti-cinta-sultan-kharismatik.html

    ditunggu komentarnya :)

    ReplyDelete
  35. Aceh menyimpan sejuta misteri. Cakep ulasannya gan!

    ReplyDelete
  36. Tempat-tempat wajib jika ke aceh. Thanks gan bai "_"

    ReplyDelete
  37. Ingin sekali ke Aceh tapi belum kesampaian :(

    ReplyDelete
  38. 2009 pernah kerja di aceh kyknya belum ada museum ya?

    ReplyDelete
  39. salut! masyarakat aceh tangguh-tangguh ya? udah tsunami masih bisa bangkit lagi.

    ReplyDelete
  40. @Anonim:

    Yap. Masih dalam proses pembangunan :)

    ReplyDelete
  41. saya suka mie aceh :)

    ReplyDelete
  42. @Anonim:

    Iya. Mie Aceh memang terkenal sekali :)

    ReplyDelete
  43. Aceh selalu membuatku terpukau. Terima kasih bang Bai, ingin sekali kembali ke sana suatu saat nanti...

    Wadi - Batam

    ReplyDelete
  44. Halo Ibay! Ketemu lagi kita :)
    Ingat nggak pertama kita bertemu di mesjid raya? Wah...makin keren ajalah abang ini. Aku inbox ya FB ya!

    ReplyDelete
  45. Aceh lon sayang aceh lon malang. masih kacau di sana bang?

    ReplyDelete
  46. @Anonim:
    Ah, kau pula ini? Lama kita tak bertemu ya? Baliklah ke mari :)

    ReplyDelete
  47. @Anonim:
    Hay hay! Siapakah ini?
    Perasaan banyak kali ketemu di masjid raya. hahahaha.
    Ok, ntar dibalas inboxnya :)

    ReplyDelete
  48. Ibay!!!! Keren kali kok ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Dari bahasanya kyknya kenal ni :)

      Delete
  49. Gambarnya kurang bai wkwkwk.

    ReplyDelete
  50. Lebih indahnya klu datang langsung :)

    ReplyDelete
  51. Tulisan ini sungguh membuat saya ingin kenalan langsung dengan penulisnya. Salam kenal, Bai. Trimakasih untuk tulisannya, kata perkata yang Bai pilih sungguh pantas dan layak dirangkai untuk memperkenalkan Aceh kepada dunia.

    Sukses ya, semoga menang! Ikutan Ihan ah ngasih yel yel! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow! Org hebat komen ini jd trsanjung saya. Kapan-kapan kita bertemu jika ke banda.
      Trima kasih, paling tidak saya puas telah menulis ini :)

      Delete
  52. Pengen banget ke Museum Tsunami. Foto2nya keren sangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... sempatkan waktu ya.
      Terima kasih smg bermanfaat :)

      Delete
  53. Kalau Aceh mank the best, tapi menurut saya jangan ke Aceh.
    jangan lupa mampir kemari ya : http://charmingaceh.blogspot.com/2014/04/jangan-ke-banda-aceh.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Dibawa enjoy asik-asik aja :)

      Delete
  54. Mantap Banget Tulisan ya.
    Destinasi Lengkap Aceh cuma Ada di : http://acehplanet.com/

    ReplyDelete
  55. Mantap Banget Tulisan ya.
    Destinasi Lengkap Aceh cuma Ada di : http://acehplanet.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat ya :)

      Delete
  56. bagus tulisan nya nih, jangan lupa mampir kemari ya : http://bandaacehvisit.blogspot.com/2014/04/banda-aceh-icon-para-cendekia-aceh.html

    ReplyDelete
  57. @sqone ijal:

    Terima kasih sudah membaca ya, semoga bermanfaat :)

    ReplyDelete
  58. Baca ulasan ini rindu kampung halaman :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih lho Nal. Cepat-cepat pulang dri Inggris ya :)

      Delete
  59. sangat menarik postingannya...
    kunjungi juga http://butiran-kata2.blogspot.com/2014/04/mengenal-kabupaten-kecil-di-banda-aceh.html

    ReplyDelete
  60. Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.
    Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
    Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
    Websitedari babastudio.

    Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


    Salam
    Baba Studio

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90