Top Ad 728x90

Monday, March 31, 2014

,

Golput Hanya Istilah Orang Kota


Photo by Bai Ruindra
Akhir-akhir ini, menjelang pemilihan umum 09 April mendatang, media tidak hanya meliput aktivitas para calon anggota legislatif, ada sebagian media elektonik dan online meliput tentang isu yang menurut saya biasa saja. Sebagai warga negara yang  baik, semenjak diberikan hak pilih saya tetap memilih menurut hati nurani.

Istilah golput atau golongan putih atau tidak memilih ini menurut saya hanya dibuat oleh orang-orang yang merasa diri sangat hebat. Istilah yang diciptakan oleh orang yang tidak punya kepercayaan terhadap orang lain ini, tentu saja menjadi sebuah kerugian bagi bangsa dan negara. Sayangnya, golput ini hanya diagung-agungkan oleh mereka yang sudah mendapatkan gelar di belakang mau di depan namanya. Sayang sekali, orang yang seharusnya membangun bangsa dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya malah membuat kisruh suasana. Teori golput menurut mereka beragam, ujung-ujungnya usai pemilihan umum mereka malah mengkritik calon terpilih.

Bicara golput, kita akan melihat seluruh pemilih. Benarkah golput terjadi di seluruh Indonesia?

Ternyata tidak, golput ini hanya milik mereka yang pintar saja. Survei tidak valid yang saya lakukan memang tidak bisa dijadikan patokan, tetapi memang beginilah adanya. Orang yang berhak mensurvei masalah ini tidak memilih melakukannya seperti LSI yang sibuk dengan siapa yang menang dan kalah. Sehingga masalah golput lantas disama ratakan oleh media yang memberitakannya.

Di daerah pedalaman, daerah saya sendiri misalnya tidak ada yang mengenal istilah golput. Seluruh warga yang sudah terdaftar memiliki hak memilih mau tidak mau tetap akan mencoblos pilihannya. Masyarakat yang tidak datang ke TPS karena alasan tertentu misalnya sakit maupun sudah tua, ada tim yang mendatangi rumah mereka begitu pemilihan usai di TPS. Tim yang menenteng kotak suara tersebut bisa berlangsung sampai sore bahkan malam, sebelum daftar pemilih tercoret semua dilampiran mereka kotak suara itu terus berjalan. Saya tidak tahu apakah di daerah lain berlaku sistem demikian, data pemilih yang sudah memilih benar-benar dijaga telah memilih atau tidak. Seharusnya memang demikian adanya, tim yang sudah ditentukan menjadi panitia di hari memilih tersebut harus benar-benar mencatat maupun mencoret nama yang sudah maupun belum memilih. Alternatif yang dilakukan dengan mendatangi pemilih merupakan salah satu cara yang tepat menghilangkan golput di negeri Indonesia ini.

Istilah golput seakan sudah direkayasa oleh orang-orang tertentu saja. Orang-orang kampung yang jarang menonton berita maupun membaca media massa online dan cetak tidak memusingkan kepala dengan golput. Bagi mereka, pemilihan umum adalah memilih. Dan orang kota, yang merasa diri sangat hebat, pintar dengan gelar sarjana maupun professor malah tertipu dengan kata golput tersebut. Inilah contoh generasi penerus yang terus membuang hak pilih karena keegoisan mereka, orang-orang demikian hanya pintar mengkritik tetapi pengecut dalam bersikap.

Alasan golput sepanjang karya ilmiah tersebut membuat mereka semakin keras kepala. Perkaranya, mereka yang golput lupa kenikmatan yang dirasakan selama ini. Orang-orang golput yang tinggal di kota besar memiliki pekerjaan di berbagai bidang. Berbeda dengan orang-orang kampung yang tidak golput tetapi bekerja di ladang maupun sawah sendiri tanpa ada yang gaji. Mereka yang golput bekerja di lembaga pemerintah maupun swasta, bagaimana pun gajinya ditanggung oleh pemerintah. Jangan salah, biar di swasta juga keuangan negara ini tetap diatur pemerintah terpilih bukan?


Manusia Indonesia tidak ada yang pernah merasa puas sebelum memberi kritikan, termasuk saya. Paling tidak untuk tahun ini para penyuara golput benar-benar paham sedang menggantung kehidupan pada negeri yang telah membuat nyaman hidupnya secara materi maupun batin. 

58 komentar:

  1. Buat orang di pedalaman, memilih apapun atau tidak memilih sama sekali sebenarnya nggak berefek banyak buat kehidupan mereka sehari-hari dan mereka sudah tahu hal itu.

    ReplyDelete
  2. Benar, tp ttp ya suara dr daerah pelosok paling bnyk krn gk ad golput tsb.

    ReplyDelete
  3. Golongan putih itu PKS apa bukan sih? kan bajunya putih-putih tuh partai. kalo merah kan banteng, kuning pohon beringin, biru hijau ah pusing. =_=

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha! Mantap kali pertanyaan abang ini. Golongan putih itu org2 yg merasa diri suci bang, putih diibaratkan suci. Jd mrka yg putih itu gk mrasa bersalah krn kelakuan calon terpilih nanti.

      Delete
  4. Golput itu aneh. Mereka suka nggak puas sama pemerintah, tapi nggak bisa kasih solusi. Harusnya mereka memilih pemimpin yang baik di antara yang buruk, atau maju sekalian jadi pemimpin kalau merasa dirinya baik. Jangan malah nggak milih, trus protes-protes aja, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangt setuju ttpi bgitulh yg trjad. Saat org lain mimpin salah eh giliran dirinya blm tntu sanggp, syukur msh ad yg pilih.

      Delete
  5. tidak memilih karena memilih untuk tidak memilih terjadi karena tidak adanya keberanian untuk ikut menanggung apa yang terjadi pada negara ini...
    sayangnya tahun ini saya tidak bisa memilih karena berada di luar kota... terlambat untuk mendaftar di KPU lokal...
    jadi saya tidak memilih bukan karena tidak mau, siapapun yang terpilih menurut saya adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pnting alasannya kuat bisa diterima mas :)

      Delete
  6. KLU GLAWANNYA PUTIH KAN HITAM
    KLU GOLONGAN PUTIH KAN YG GA NYOBLOS
    KLU YG NYOBLOS BERARTI GOLONGAN HITAM DOONG..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.
      Bisa-bisa, yg pnting sama2 senang.

      Delete
  7. Aha! Mantap kali pertanyaan abang ini. Golongan hitam itu org2 yg merasa diri jahat, hitam diibaratkan jahat. Jd mrka yg hitam itu mrasa jahat krn kelakuan calon terpilih jahat.

    ReplyDelete
  8. @Anonim:

    Janganlah begitu, tidak ada orang jahat di dunia ini, cuma hati aja yang tidak bisa dikendalikan dengan baik :)

    ReplyDelete
  9. caleg, capres itu pilihan parpol, bukan pilihan rakyat, maka kalau boleh milih maka saya akan Bai RuIndra jadi caleg- berikutnya jadi capres

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas, syangnya yg nonpartai tdk bisa bersuara lbih lantang.

      Delete
  10. jika golput bisa disamakan dengan abstain yang merupakan salah satu pilihan pada pengambilan keputusan dalam ber-demokrasi, maka ia sah. menganggapnya sebagai sok suci atas nama agama yang kesuciannya cenderung jadi noda karena dikendarai oleh politik, itu yang namanya sok.

    ReplyDelete
  11. kalo saja pemerintah mau mewadahinya, tolong siapkan tanda gambar putih maka kami pasti ikut nyoblos. karena pemerintah tidak berani mewadahi suara kami sebagai warganya maka kami memilih untuk tidak memilih atau kami akan coblos semuanya.....

    ReplyDelete
  12. ingat dosa
    salah pilih pemimpin,kita juga yg harus nanggug dosanya..
    golput ?! boleh boleh bolehh..

    ReplyDelete
  13. @Tempir Wedur:

    Karena pemerintah terdiri dari orang-orang partai juga :)

    ReplyDelete
  14. @Filipo Inzaghi:

    Semua tergantung pilihan, tinggal kita mau memilih yang mana :)

    ReplyDelete
  15. Pendapat itu pasti berbeda ?? Namanya juga Manusia

    ReplyDelete
  16. golput akan mempengaruhi pemerintahan di dalam wilayahmu.. contoh RT dan RW.. semakin banyak yang golput, maka semakin kerdil pemerintahan kecilmu.. semakin banyak kriminalitas yang kau temui.. aparat malas mengunjungimu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas. Saya pun kadang bingunh dgn mrka yg golput itu.

      Delete
  17. vote is right, no vote is cool

    ReplyDelete
  18. the seven most dangerous words in the english language iare "hi i'm politician, i'm here to help"

    ReplyDelete
  19. Anda tidak layak menjadi seorang penulis..Tulisan anda benar-benar tidak berbobot dan mengandung unsur menghasut. Justru Anda lah yang sok hebat disini.

    Golput (Golongan Putih) pada prinsipnya berarti Netral:
    1. Tidak memihak siapapun.
    2. Tidak merugikan siapapun.
    3. Tidak menguntungkan siapapun.

    Kenapa bisa Golput?
    1. Rakyat sudah jenuh dengan janji , visi, misi dan program palsu.
    2. Korupsi semakin bertambah dari hari ke hari.
    3. Baik itu Pilkada, Pemilu Legislatif maupun Presiden, semua hanya ditujukan untuk mencari proyek, memperkaya diri dan mengurus kepentingan golongannya.

    Kenapa saya katakan Anda lah yang sok tahu?
    1. Anda 'sok tau' bahwa seorang caleg, cagub, capres dll PASTI membela rakyat setelah terpilih!
    2. Anda 'sok tau' bahwa dengan memilih yang 'Anda rasa' jujur, maka korupsi dapat terhenti padahal makin bertambah.
    3. Anda 'sok tau' bahwa sosok tertentu benar2 akan menjadi pemimpin yg baik PADAHAL Anda tidak kenal siapa dirinya, berapa anaknya, bagaimana kelakuannya di rumah tangga, terhadap ortu, istri dan anak2nya, apa kegiatannya dibelakang layar, dan sebelum jadi calon apa saja tindak tanduknya. Singkat kata, Anda tidak kenal Calon tersebut, hanya berdasarkan insting, gosip yg beredar, pencitraan dan media dll.

    Lain halnya jika itu Saudara, Teman, bahkan Kakek Anda sendiri, mungkin Anda bisa begitu yakin.
    Namun mayoritas rakyat tidak kenal Calon yang akan dipilihnya.


    INGAT! Bedakan Hak dan Kewajiban!
    Undang-Undang menyebut dengan jelas:
    HAK Suara atau HAK Pilih, bukan WAJIB Suara atau WAJIB Pilih.

    Rakyat tidak diWAJIBkan untuk memilih, namun dianjurkan untuk menggunakan HAK-nya.

    Sebelum menulis, hendaknya Anda berpikir paling sedikit dari dua sudut pandang yang berbeda seperti sekeping uang logam yang memiliki dua sisi.

    Kalaupun selama ini Anda benar-benar memilih pemimpin yg tepat dan terbukti berjuang untuk rakyat, mungkin itu hanya terjadi di daerah Anda saja, tidak demikian di daerah lain.

    Jangan menyamakan dan men-GENERALISASI semua hal berdasarkan apa yg anda alami sehari-hari.
    Tidak semua yg anda alami, pengalaman anda, akan bisa diterapkan dalam setiap hal yang terjadi di muka bumi, atau di bumi Indonesia.

    Sebagai penulis hendaknya perbanyak wawasan, lebih baik banyak mendengar namun tidak menulis apa-apa daripada banyak menulis namun tidak berbobot sama sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Anda sudah termasuk pembaca tidak berbobot karn membaca tulisan ini.
      Kalimat mana yg memiliki tujuan menghasut Mas?
      Saya rasa Anda bisa damai dan sejahtera karn pemimpin yg menjd penentu kebijakan dlm negeri ini. Komentar Anda yg penuh "emosi" saya pun tdk tahu dialamatkan kpd siapa. Orang berpendidikan tinggi dn bisa komen di sini tentu punya etika dn tata krama sbgamna yg prnah Anda pelajari di sekolah.
      Tks sdh membaca :)

      Delete
  20. Kebiasaan orang Indo yang tidak bisa menerima kritik.
    Ntah kuping Anda yang panas atau mata Anda yg merah membaca komentar saya.

    Anda Benar sekali..saya tidak berbobot makanya sampai ke blog ini. Tentu pengalaman dan kemampuan Anda jauh diatas saya. Secara umur pun saya pikir Anda masih lebih tua.
    Mungkin juga Anda lebih punya tata krama dan etika dibanding saya.
    Namun saya tidak melihat adanya hubungan antara etika dan tata krama, dengan kritik yang saya lontarkan yang entah bagaimana membuat kuping Anda pedas.
    (Typically Indonesian)

    Saya yang tidak berbobot ini, tidak berani mengeneralisasi mengatakan mereka yg Golput itu "sok pintar dan merasa diri hebat" sebagaimana yg Anda tulis di atas.

    Ada Aksi ada Reaksi, segala sesuatu yang saya kerjakan dan saya perbuat sehari-hari, pastilah ada sebabnya.
    Jika hari ini saya Golput, pasti saya punya pertimbangan dan alasan sendiri, yang mungkin Anda tidak berminat tau.

    Bagaimana Anda bisa mengatakan kalau yang Golput itu sok pintar dan merasa dirinya hebat?

    Mohon jangan lari dari topik ke masalah etika dan tata krama, jika Anda lari dari topik sekali lagi, maka saya tidak akan membalas lagi, biarkan Anda yang berkomentar sendiri.

    ReplyDelete
  21. Sabaar...
    Kalo saya menyimak tulisan sdr Bai Ruindra mmg "hanya" curhatan hati thd kondisi sekitar (meskipun terkesan sedikit "menghakimi" thd kelompok tertentu). Tapi itu tetap msh absah bila kita yg membacanya tidak terpancing emosi, membuka lebar pikiran dan memahami semua kondisi yang terjadi di sekitar kita.

    Utk sdr Willy Lo, semua komentar anda juga cukup berbobot dan semoga juga membuka alam pengetahuan saudara2 kita akan arti demokrasi, tapi ya jangan ikut2an "belajar menghakimi", hehe.

    Singkat kata (pdhl cukup panjang), bertumbuhlah Indonesia. Agar pemikir2 bangsa semakin bertambah dan kita semua tidak pernah lelah untuk membagi makna demokrasi.

    ReplyDelete
  22. Asik. Akan jadi cerita bersambung ini :)

    ReplyDelete
  23. Anonim,

    Saya kabur ah..Artikel utama sudah 'diedit', ada kata-kata yang sudah berbeda dan menjadi lebih lembut dibanding sewaktu pertama kali saya membacanya.

    Trims atas komentarnya :)
    Saya nyerah, lebih baik ngurusin kerjaan sendiri :)

    Trims kepada pemilik Blog.
    Semoga Indonesia bisa lebih baik di masa mendatang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih begitu-begitu saja Mas, maunya sblm baca copas dulunya biar beda bedain plagiat sm original :)
      Salam damai! Ayo nulis yg berbobot!

      Delete
  24. Penulis ini Bai tai ialah seorang guru dimana gaji/makanannya berasal dari uang pajak kita. belagu amat kamu sok tau Bai. pantesan menjilat-jilat pemerintahan demi seuap nasi. rendah sekali kelas-mu bai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca dulu mas baik-baik tulisannya, jgn smp kyk kemarin pemahamannya salah.

      Delete
    2. Kau bau tai Joni karna kau belajar ma guru. Bengak!

      Delete
    3. Pindah ke LN aj lu joni cos rupiah dikeluarin am BI. Wkwkwkwk!

      Delete
    4. Ada ada aj si joni pindah aj kluar negri jgn tgl lg di endonesia

      Delete
    5. Joni pintarnya kau nak. Sapa yg ajar kau dulu di sekolah? Tai kau apa guru kau?

      Delete
  25. Golput itu salah satu pilihan cerdas. anda memilih caleg uang notabene tujuan aslinya ingin merubah kehidupan menjadi kaya. munafik ingin membela rakyat, contoh sudah banyak...otomatis anda menjadi dalah satu pembuat dosa terhadap negara dan rakyat. golput alias netral. biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. tidak ada efek atau manfaat yang saya rasakan dari para caleg yang duduk atau yg terpilih nanti. baiknya pas mau ada hajat eh... dah duduk lupa semuanya.

    ReplyDelete
  26. golput itu setau saya orang yang tidak memihak siapa-siapa. karena sekarang masanya pemilu jadi orang yang golput itu punya banyak alasan mengapa ia tidak memilih. salah satunya enggan membuat seseorang menjadi kaya hanya karena kekuasaan dan uang berlimpah.

    ReplyDelete
  27. Kaum golput bukanlah sekumpulan pemalas penyebar pesimisme seperti yang banyak didengung-dengungkan akhir-akhir ini. Sebaliknya, kaum golput adalah orang-orang optimis yang merasa tidak perlu memberikan mandat atas kehidupannya kepada figur-figur bandit. Kaum golput adalah orang-orang mandiri yang merasa tidak perlu menghamba dengan putus asa dan berdoa akan kehadiran sosok ratu adil atau satria piningit.
    *Jadi anak muda, buatlah sejarahmu sendiri. Jangan jadi sekadar pengikut dan tim hore. *

    ReplyDelete
  28. bebas,.. tapi bagi saya golput adalah sebuah kewajiban,. thanks

    ReplyDelete
  29. Hidup ini hanya ada dua pilihan; ya dan tidak. Silahkan memilih.

    ReplyDelete


  30. Selalu ada ruang antara ya tidak ada sekian warna antara hitam dan putih. Golput juga pilihan .dan saya milih golput bukan tanpa pertimbangan sebagian besar terwakili diatas dan sebagai golput saya juga kecewa di hakimi demikian @ircboy

    ReplyDelete
  31. Yang komen disni wandu semua termasuk penulisnya cuih!

    ReplyDelete
  32. "Golput Hanya Istilah Orang Kota", saya orang kota dan GOLPUT, hanya saja saya di GOLPUT kan oleh Pemerintah dalam hal ini KPU, karena nama saya tidak terdaftar di DPT, saya penduduk asli setempat, mempunyai KTP, C1, Surat Nikah Asli dari Pemerintah Republik Indonesia. Memang benar dalam pencoblosan saya bisa menggunakan hak saya dengan menggunakan KTP, tapi pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT mendapat diskriminasi dalam menyalurkan hak pilihnya :
    1. hanya diberi kesempatan 1 jam (12.00-13.00).
    2. Surat suara cadangan hanya 2% dari jumlah DPT dalam 1 TPS.
    3. Kalo 2% dalam 1 TPS digunakan untuk mengganti surat suara rusak dan pemilih dengan formulir A5, saya dan istri kebagian apa?
    Saya yakin banyak sekali kasus seperti ini terjadi di negara kita. mungkin judul tulisan anda kurang pas, seharusnya "Golput hanya istilah orang kota dan istilah bagi lembaga pemerintah yang kerja Tidak becus". Maaf kalo salah....

    ReplyDelete
  33. maaf saya menambahkan lagi
    1. Saya memang orang hebat di bidang pekerjaan saya, tapi saya masih mau belajar dan mengajarkan ilmu yang saya punya.
    2. Saya masih punya rasa percaya pada orang lain (minimal pada kedua orang tua saya).
    3. Saya tidak pernah mengagung-agungkan GOLPUT, yang saya agung-agungkan hanya Allah, Tuhan sang pencipta alam.
    4. Saya sangat yakin banyak sekali yang di GOLPUT kan oleh sistem, dari 25% GOLPUT hasil Quickcout paling hanya 5% yang GOLPUT karena pilihanya sendiri. dan itu terjadi di seluruh INDONESIA RAYA.
    5. Setahu saya di undang-undang pemilu periode ini, tidak boleh ada tim yang menenteng kotak suara sampai ke rumah penduduk, kecuali di Rumah Sakit, berarti itu termasuk pelanggaran pemilu
    6. Istilah GOLPUT bukan direkayasa, tapi diciptakan oleh pemerintah yang salah men-data DPT.
    7. Akhirnya saya pun tersadar bahwasanya KEWAJIBAN pemerintah untuk mencatat saya dalam DPT tidak terpenuhi, sehingga saya tidak bisa menggunakan HAK saya.
    8. Koreksi diri sendiri lebih baik daripada menyalahkan orang lain, toh yang anda salahkan hanya HAK dan bukan kewajiban. di kamus manapun yang namanya HAK, boleh digunakan dan boleh tidak.
    9. dan saya diajarkan oleh orang tua saya bahwa membuat kemarahan orang lain, hukumnya DOSA.
    10. Maaf sekali lagi, terimakasih, Saya bukan anomin, semua tulisan saya dapat dipertanggung jawabkan, semua data yang ada pada identitas blog saya semuanya benar sesuai KTP yang saya punya

    ReplyDelete
  34. bagimu pilihanmu, bagiku pilihanku, kok repot

    ReplyDelete
  35. GOLPUT, sebenernya banyak juga yang mengartikan Golongan penerima Uang Tunai se,.. dan banyak terjadi juga< banyak yg tau tetapi mereka yg tau semua tutup mata bahkan ada yg memintanya.

    ReplyDelete
  36. ... setelah membaca semua tulisan diatas semakin jelas GOLPUT is the best

    Pemilik blog salah alamat sepertinya.. dan dasar pemikiran yg cekak dan sempit

    ya mesti aja suara orang yang pinter DR, Prof dll "disamakan" suaranya dgn yg tingkat pendidikan nya lebih rendah... dianggap 1 unit suara

    ReplyDelete
  37. Karena pemerintah mewajibkan memilih maka saya memilih golput karena golput itu kan juga bagian dari sebuah pilihan...

    ReplyDelete
  38. orang stress semua yang komen di blog ini!

    ReplyDelete
  39. ORANG GAGAL PEMILU KOMENTARNYA NGACO SEMUA!

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90