Top Ad 728x90

Tuesday, March 11, 2014

,

Sistem Undangan Perguruan Tinggi Negeri


Memasuki semester kedua tahun pelajaran, sebagian besar sekolah menengah atas tidak lagi berkutat pada ketuntasan pembelajaran melainkan lebih berkonsentrasi pada Ujian Nasional serta pengisian PDSS. Tidak bisa dipungkiri bahwa mulai tahun 2013 pemerintah sudah melegalkan jalur undangan masuk perguruan tinggi negeri melalui sistem online. PDSS merupakan singkatan dari Pangkalan Data Sekolah dan Siswa merupakan pusat nilai siswa tingkat SMA sederajat yang diakumulasikan secara nasional. Pihak sekolah wajid mengisi data ini untuk kemudian dinilai oleh tim yang dibentuk oleh Kemdikbud. Sekolah harus mengisi identitas lengkap serta nilai siswa sesuai tata tertib yang tertulis di laman www.pdss.snmptn.ac.id.

PDSS dikelola oleh Kementerian Pendidikan Nasional guna memberikan perangkingan nilai siswa yang layak masuk perguruan tinggi negeri. Inilah jalur undangan sebenarnya tanpa memandang keturunan siapa dan siapa yang banyak jaringan keluarga. Tahun 2013 sendiri, menurut pengamatan penulis yang menjadi operator pengisian data PDSS sampai selesai ke SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), sistem ini masih dalam taraf jujur. Letak jujur adalah pada kelulusan siswa yang sebenarnya tanpa dimanipulasi oleh nilai dan kedekatan kekerabatan. Siswa yang lulus benar-benar siswa yang nilainya mampu bersaing dengan siswa lain di seluruh Indonesia yang memilih jurusan yang sama di perguruan tinggi sama. Siswa pun mengerti bahwa nilai yang naik-turun tangga akan susah melawan siswa yang nilainya selalu naik tangga. Nilai siswa sendiri diambil dari semester pertama kelas sepuluh sampai semester kelima kelas duabelas.
Dalam menyelenggarakan PDSS dan SNMPTN pemerintah sudah naik satu tangga dalam merekrut calon mahasiswa melalui jalur undangan. Hal ini tentu karena semua siswa berhak mendapatkan undangan tersebut, tanpa terkecuali siswa-siswa yang tidak mendapatkan rangking di sekolah. Sistem PDSS dan SNMPTN yang tidak mengharamkan siswa berdasarkan rangking untuk ikut mendaftar menjadi acuan bahwa seluruh siswa memiliki kedudukan yang sama. Selama ini, sebelum sistem online dilaksanakan hanya siswa yang memiliki peringkat kelas yang bisa mengisi undangan di perguruan tinggi negeri sedangkan siswa yang tidak berperingkat umumnya tidak boleh.
Pelaksanaan PDSS dan SNMPTN yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah menjadi landasan bahwa pemerintah sudah sangat serius menilai pentingnya pendidikan. Siswa yang kemudian lulus SNMPTN jalur undangan ini tidak serta merta lulus saja dengan membayar SPP serta uang pembangunan dalam jumlah besar, siswa yang lulus mendapatkan tempat tersendiri di perguruan tinggi. Bagi siswa yang tidak mampu akan mendapatkan beasiswa Bidik Misi yang akan didapatinya sampai selesai kuliah empat tahun (mulai dari SPP sampai kebutuhan sehari-hari). Bidik Misi ini tidak hanya diberikan kepada siswa yang lulus melalui jalur undangan saja, siswa yang pernah didaftar sekolah namun terpaksa mengikuti tes jika syarat terpenuhi juga mendapatkan beasiswa ini. Selain Bidik Misi, kemudahan lainnya adalah pemerintah menanggung setengah biaya perkuliahan setiap calon mahasiswa. Jika tahun-tahun sebelumnya SPP setiap calon mahasiswa sama rata, sekarang ini sudah sangat jauh berbeda. Calon mahasiswa yang masuk perguruan tinggi baik melalui jalur undangan maupun tes, masing-masing akan dilihat kemampuan orang tua mereka sebelum keluar nominal pembayaran SPP. Jika orang tua PNS tergantung pangkat dan golongan, jika pengusaha tergantung penghasilan perbulan, jika petani malah bisa jadi sangat sedikit jika penghasilan tidak seberapa serta tanggungan keluarga banyak. Hal inilah yang kemudian menjadi lebih mudah bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri.
Tahun 2013 sudah dilewati dengan sukses untuk PDSS dan SNMPTN, walau beberapa kendala dirasakan sendiri oleh penulis namun tidak merugikan siswa yang mendaftar sampai akhirnya lulus. Beda tahun tentu beda tata cara. Untuk tahun 2013 perhatian pemerintah masih pada sistem yang kadangkala error ditengah jalan, bisa dimaklumi dengan membludak data seluruh Indonesia dan masih perdana. Tahun 2014 malah lebih profesional kinerja dan perhatian pemerintah mengenai hal ini. Begitu penulis mengakses laman PDSS dan SNMPTN, setelah log in data pertama yang diminta adalah nomor rekening untuk dikirim uang lelah pengisian data yang panjang dan membingungkan ini. Rasanya perhatian pemerintah sudah berlebih, pemerintah sadar bahwa pengisian PDSS dan SNMPTN ini begitu rumit dan tidak semua dilakukan oleh PNS, sebagian dilakukan oleh honorer yang punya keahlian, termasuk penulis.
Kematangan pemerintah mengelola sistem PDSS dan SNMPTN yang nyaris tidak berbeda dari tahun lalu, patut diapresiasikan. Pemerintah sudah tidak main-main dalam mengelola sistem ini, sehingga sekolah pun tidak bisa main-main memberikan nilai kepada siswa. Kecurangan bisa diatasi melalui sistem ini, kecuali ada pihak tertentu yang mengelabui pemerintah dengan menganti nilai sebelum memasukkan ke dalam PDSS. Namun semua kembali kepada persaingan yang nyata dalam maya, nilai yang diganti belum tentu bisa tembus perguruan tinggi yang dituju jika persaingannya seluruh Indonesia.
Kemudahan lain dalam sistem ini, siswa berhak memilih dua perguruan tinggi negeri dengan empat jurusan berbeda. Banyak yang iri mungkin dengan sistem baru pemerintah ini, calon mahasiswa sudah sangat dimanja. Siapa saja yang lulus di antara ribuan peserta pasti akan sangat senang sekali. Sekali lagi, persaingan bukanlah pada nilai yang diubah setinggi-tingginya, persaingan adalah pada pemilihan jurusan yang tepat sesuai kemauan, serta nilai yang selalu teratur dari kelas sepuluh sampai duabelas.
Selamat berlelah kepada semua operator yang akan mengisi PDSS dan SNMPTN tahun 2014. Kelulusan siswa ada dipundak mereka masing-masing. Sebagai operator, kita hanya mengisi, selanjutnya biarkan nilai yang bersaing!

Catatan:
1.      Pengisian PDSS : 06 Januari – 06 Maret 2014
2.      Pemilihan jurusan: 17 Februari – 31 Maret 2014
3.      Seleksi : 01-26 Mei 2014
4.      Sumber: www.pdss.snmptn.ac.id
***

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90