Top Ad 728x90

Sunday, April 13, 2014

, ,

Kala Musim Panen Tiba

Photo by Bai Ruindra

Berwisata ke tempat-tempat sensasional seperti pantai, pengunungan maupun hutan berbahaya sudah sangat biasa untuk para petualang sejati. Namun ada kalanya kita duduk sejenak melibatkan emosi dan berpikir lelahnya pekerja di sawah. Benar sekali, berwisata ke sawah tentu bukan pilihan bagi sebagian besar orang. Bagi saya, dengan mengabadikan pemandangan spektakuler selama musim sawah menjadi suatu keharusan.

Padi yang sedang menguning membuat saya bersyukur pada pemberi rejeki, selama lebih kurang empat bulan padi yang sudah ditanam akan dipanen hasilnya. Apapun yang terjadi, padi ini tetap tumbuh menjadi besar walaupun sebagian ada yang tidak bisa dipanen karena kekurangan air, dimakan hama maupun penuh rumput liar karena kurang perawatan. Indahnya, ketika padi itu menunjukkan warna keemasan diterpa matahari, merunduk karena berisi, dan tentu saja segera di panen.


Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra

Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra


Photo by Bai Ruindra

Photo by Bai Ruindra

Musim panen merupakan masa yang telah ditunggu petani untuk meraup hasil kerja keras mereka. Memotong padi – dalam lelah dan terik matahari, menyisakan rasa bahagia tak terkata. Batang padi yang sudah dipotong lebih kurang akan dijemur sampai menjelang ashar, saat matahari merangkak turun ke peraduan, petani akan memikul bongkahan padi, mengumpulkan ke dalam karung, menyimpan di saung, dan akhirnya gabah dipisahkan dari jerami dengan bantuan mesih pemisah gabah. Gabah yang telah dipisah tersebut dimasukkan ke dalam karung, kemudian petani akan menyimpannya setelah ditunaikan zakat maupun sedekah.

Kala musim panen tiba, tidak hanya orang dewasa yang bahagia, anak-anak ikut serta menari di antara petak sewah. Mereka memang tidak memotong padi, tetapi mencari belalang atau bahkan sekadar berlarian tanpa tujuan. Saat tiba makan siang, semua berkumpul di saung kecil di tengah sawah. Rasanya sungguh tiada terkira, melihat padi menguning, makanan yang disantap walau hanya bercampur kuah bening sayur kangkung tak jadi masalah.

Dan begitulah, barangkali ini wisata tidak menarik, inilah suatu potret di mana perut kita akan kenyang dan mudah beraktivitas. Karena padi, petani, mereka ada kita pun ada! 

Photo by Bai Ruindra

Photo by Bai Ruindra

Photo by Bai Ruindra


6 komentar:

  1. mantaf euy tak ada petani tak makan-makan kitanya

    ReplyDelete
  2. ayo-ayo ke sawah!

    ReplyDelete
  3. musim panen tlah tiba hati girang bukan kepalang ^_^

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90