Top Ad 728x90

Monday, April 7, 2014

, ,

Perpisahan di Pemandian Puteri Naga

Photo by Bai Ruindra


Kita lupakan masalah sejarah; karena saya pun tidak benar-benar paham asal-usul penamaan tempat ini. Selintir kabar karena dahulu kala pernah terjadi peperangan antara naga dengan manusia, dan di sini pula katanya terdapat tapak naga waktu itu. Benar atau salah, biar sejarah yang mengklarifikasikannya.

Sekarang! Mari kita jalan-jalan.

Awalnya, saya begitu antusias sekali berkunjung ke arah selatan Aceh. Selama masih kanak-kanak sampai dewasa hanya sekali pernah ke Aceh Selatan waktu masih kelas 4 SD. Kenangan yang sulit saya buka kembali saat ini, lagi pula banyak hal-hal baru yang tidak mungkin bisa dihadirkan kembali. Perjalanan kami, karena kelas 3 di salah satu sekolah tempat saya wara-wiri saat itu mengadakan perpisahan sekolah. Mereka ingin sesuatu yang baru, tidak hanya mengadakan acara besar di sekolah semata melainkan semacam traveling melihat dunia luar.

Akhirnya, saya menempuh perjalanan yang ternyata lebih rumit dibandingkan di Banda. Dari Meulaboh ke Aceh Selatan termasuk perjalanan yang panjang bagi saya. Jalanan berliku, gunung menanjak, pemandangan yang aduhai antara lautan dan pengunungan, jalan sempit; sekiranya terjadi kecelakaan mudah sekali, dan yang paling penting waktu tempuhnya kurang lebih hampir 5 jam. Saya pun lupa-lupa ingat, waktu itu hujan gerimis akhirnya tertidur selama perjalanan.

Tujuan kami waktu itu bukan singgah di Kuta Fajar, kami meluncur ke tempat yang lebih eksotis dibandingkan pemandangan lautan lepas di Aceh Barat. Salah satu pemandangan yang luar biasa untuk takaran bukan petualang sejati seperti saya. Karena tempat ini sudah dipromosikan oleh pemerintah setempat sehingga dengan mudah kami mencapainya. Saya pikir kami akan jalan kaki ribuan kaki sehingga bisa menikmati air terjun yang pernah dijadikan kolam renang alami puteri naga waktu itu.
Photo by Bai Ruindra


Air terjunnya ternyata kuning saudara-saudara! Ada tempat berteduh, tempat pemandian, pohon-pohon menjulang tinggi, aura berubah jadi sangat dingin di bibir hutan. Kami hanya diperkenankan berkeliaran di seputaran tempat yang sudah tersedia, tidak diperbolehkan naik ke tangga lebih atas karena satu dan lain hal. Karena mungkin satu dan lain hal itu tidak perlu diberi alasan, maka kami pun tidak bertanya lebih jauh karena kami jauh-jauh berangkat dari Aceh Barat untuk senang-senang. Saya tidak sedang mengajarkan tahayyul, tetapi makhluk halus itu ada di mana-mana bukan?


Lupakan itu, sebaiknya mandi saja di air terjun biar kuning tetapi bersih. Mandi di bawah gerimis merupakan sesuatu yang tidak wajar sebenarnya, nama juga sudah terlanjur menempuh perjalanan jauh mandi itu jadi wajib. Usai mandi, saatnya menyantap bekal yang kami bawa.

Photo by Bai Ruindra

Walaupun tujuannya hanya ke Pemandian Puteri Naga saja, saya merasa puas telah berkunjung ke daerah seperti ini. Barangkali karena saya tidak pernah melihat air terjun maupun pengunungan. Untuk Anda yang ingin berkunjung ke daerah ini tidak ada salahnya menyiapkan bekal yang banyak, habis mandi pasti akan membawa lapar. Perjalanan jauh pula akan membuat akan ingin makan yang banyak.

Silahkan dinikmatiperjalanan saya kali ini!
Photo by Bai Ruindra

5 komentar:

  1. Bai, gak ada foto yang lompat ke dalam air kuning tuh bai? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Kebetulan ak jd juru foto aj :)

      Delete
  2. Bai, gak ada foto yang lompat ke dalam air kuning tuh bai? :D

    ReplyDelete
  3. air kuning itu karena apa ya? :D hihi, penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Krng tahu juga mngkn bercampur dgn tanah :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90