Top Ad 728x90

Saturday, April 12, 2014

, , ,

Pilih X Factor Indonesia Atau Indonesian Idol 2014?


Menurut saya, kesalahan terbesar Indonesian Idol 2014 dengan mengcover lagu-lagu yang pernah dicover oleh finalis X Factor Indonesia tahun lalu. Sejak awal, kita sudah benar-benar paham bahwa kedua ajang ini akan dibanding-bandingkan. Tidak bisa dipungkiri Indonesian Idol mengedepankan teknik bernyanyi sedangkan X Factor Indonesia hanya mencari penyanyi dengan faktor X; dalam arti kata berbeda tanpa memandang teknik bernyanyi. Sehingga X Factor Indonesia dilatih oleh mentor sekaligus juri yang sudah malang melintang di industri musik tanah air. Berbeda dengan Indonesian Idol yang dianggap semua finalis sudah mumpuni dan paham betul aturan dalam bernyanyi.

Indonesian Idol 2014 menjadi satu-satunya ajang pencarian bakat yang anjlok dari segi rating. Jumlah penonton sudah lari ke D Akademy yang tayang di Indosiar dan ke program lain seperti YKS dan lain-lain. Namun pengaruh D Akademy menjadi satu-satu penentu kegagalan Indonesian Idol 2014.

Kualitas dari semua finalis Indonesian Idol 2014 sudah tidak diragukan lagi dalam hal teknik bernyanyi. Tetapi dalam hal diterima oleh masyakarat barangkali Indonesian Idol kali ini harus rela diambil oleh X Factor Indonesia. Selama pelaksanaan Indonesian Idol tidak terlihat sesuatu yang menarik seperti X Factor Indonesia. Inilah perbandingan yang nyata sekali, bahwa kualitas bernyanyi tidak menjamin semua orang suka dan mau mendengar. Sebut saja Nowela yang diagung-agungkan juri, ternyata berulang kali malah bosan didengar. Lalu Husein yang mendapat perhatian lebih bahkan tidak mampu membuat saya pribadi ingin menonton ulang tayangannya di Youtube. Lalu finalis yang lain, saya malah enggan menontonnya. Bukan perkara urusan pribadi, tetapi beginilah kondisi yang menjawab bahwa teknik bernyanyi tidak menjamin seorang penyanyi disukai.

Sedikit perbandingan, Anda bisa menelaah sendiri jika seandainya saya salah menilai. Saya memposisikan diri sebagai seorang pendengar, bukan pengamat musik. Toh, saya yang beli lagu-lagu mereka dengan hasil keringat saya bukan pengamat musik itu saja. Dan pendengar itu jauh lebih banyak dibandingkan pengamat musik.

Pelan-Pelan Saja – Fatin atau Husein
Tantri Kotak menjamin lagu ini sangat bagus dinyanyikan Fatin, hal ini terbukti dari tweet yang diposting Tantri begitu Fatin selesai menyanyikan lagu ini. “Pelan-pelan saja milikmu malam ini, @FatinSL” kira-kira begitu isinya.

Lalu Husein mengcover ulang lagu ini, padahal sudah jelas sekali Fatin punya ciri khas yang tidak dimiliki oleh penyanyi lain. Menurut saya, entah karena saya bukan pendengar lagu-lagu bergenre Husein, tetapi pembawaan maupun penjiwaan Fatin terhadap lagu ini jauh lebih bagus. Saya tidak mendapatkan sesuatu usai Husein bernyanyi, menonton ulang di Youtube pun saya enggan, berbeda dengan Fatin yang sanggup saya tonton berulang kali.
Sumber: www.youtube.com


Sumber: www.youtube.com


Don’t Speak – Fatin atau Gio
Kesalahan yang serupa dilakukan Gio dengan mengcover lagu Don’t Speak. Biar dikata Bebi Romeo, Fatin belum mendapatkan lagu yang sesuai, Don’t Speak lebih menarik dengan suara seraknya. Sekali lagi, Gio bukan tidak bagus hanya saja tidak ada aura yang dapat dipancarnya sehingga orang benar-benar suka dengan lagu yang dibawakannya.

Fatin yang sudah mempunyai Fatinistic sudah barang tentu tidak bisa ditawar-menawar lagi untuk perkara suka dan tidak suka. Fans akan tetap membela idola mereka dengan sungguh-sungguh. Dalam hal ini, kita lupakan fans dan hanya melihat bagaimana intepretasi Gio dan Fatin terhadap lagu ini. Ini soal rasa, dan yang membuat kita suka tentu saja akan berulang kali menontonnya lagi. Untuk Gio, saya mungkin meminta maaf tidak ingin menonton tayangan ulangnya lagi.

Sumber: www.youtube.com

Sumber: www.youtube.com


Sang Dewi – Nowela atau Yohanna
Dua finalis beda ajang pencarian bakat ini sama-sama memiliki kemampuan bernyanyi. Nowela membawakan Sang Dewi dengan caranya dan Yohanna juga dengan teknik yang dimilikinya. Lagi-lagi kesalahan dari panitia bahkan pelatih vocal yang sama antara kedua ajang ini, memilih lagu yang sama di ajang berbeda. Nowela berhasil menurut teknik yang tak diragukan lagi, dan maaf bagi saya itu membosankan, saya enggan melihat tayangan ulang karena tidak ada sesuatu yang membuat saya rindu. Berbeda dengan Yohanna, walau tidak bisa membuat rindu tetapi tanpa teknik yang berlebihan lagu ini masih lebih enak didengar.
Sumber: www.youtube.com

Sumber: www.youtube.com


Saya tidak tahu apa yang ingin dilakukan Indonesian Idol 2014, barangkali kutukan ajang ini akan nyata sekali. Dari tahun ke tahun, lulusan Idol hanya satu dua yang benar diakui keberadaannya. Sebut saja Judika, Citra maupun Rini. Yang lebih dominan hanya Judika dengan suara khas dan kemampuan bernyanyi yang begitu bagus. Selebihnya, pemenang bahkan finalis Indonesian Idol hanya tinggal kenangan dan hilang entah ke mana.

Lihat lagi X Factor Indonesia, selain Fatin yang sudah tidak diragukan lagi penggemarnya, ditandai dengan bestseller lagu-lagunya di iTunes Indonesia, RBT di posisi teratas, maupun 7 Platinum dalam waktu singkat untuk album For You. Finalis lain pun masih menampakkan dirinya seperti Mikha yang membentuk grup band keluarga The Overtune. Dan bersyukur untuk Novita ikut X Factor Indonesia karena namanya masih sempat terdengar sesekali. Dan Ubay yang dielu-elu sebagai penyanyi berbakat, tampan dan sebagainya ternyata daya tariknya masih tertinggal dibandingkan Mikha.

Ini soal selera, tetapi belum pernah sekalipun wajah Ahmad Dhani melontar kebahagiaan seperti melihat Fatin selama X Factor Indonesia.

Saya berspekulasi, jika Indonesian Idol ingin menaikkan rating hadirkan Fatin sebagai bintang tamu. Karena Fatinistic yang banyak itu akan rela bergadang menunggu idola mereka, bahkan akan membandingkan dengan finalis Indonesian Idol 2014 yang dibanggakan para juri. Selayaknya Indonesian Idol 2014 mencoba berbenah, tidak hanya mengejar keuntungan finansial semata, tetapi memperhatikan persaingan yang sedang terjadi di ranah musik Indonesia.


Dan mungkin, jika lagu Aku Memilih Setia dinyanyikan finalis Indonesian Idol, maka tamatlah riwayat mereka dikutuk oleh Fatinistic; antara bagus dan tidak! 
Sumber: www.youtube.com

17 komentar:

  1. Ulasannya bagus, XFI tiada tandinglah!

    ReplyDelete
  2. idol kali ini kacau balau, kalau ma dangdut indosiar!

    ReplyDelete
  3. Yah, idol payah, masa tarek-tarek doang yg bisa. wkwkwkw.

    ReplyDelete
  4. acara gk mutu, dikit-dikit mewek!

    ReplyDelete
  5. udh disikat fatin semua gan!

    ReplyDelete
  6. @Anonim:

    Bisa jadi, tergantung selera juga :)

    ReplyDelete
  7. @Indra:

    Itulah bukti teknik nyanyi bukan segalanya.

    ReplyDelete
  8. @Wahid Muhar:

    Kita ikuti aja permainan mereka, gk suka ya jgn ditonton :)

    ReplyDelete
  9. Dan kesalahan lainnya adalah Tantri sebagai juri Idol. Tantri siapa sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Jujur saja saya lebih suka Agnez Mo. Bhkn selain Dhani Agnez paling jeli dn berisi setiap kalimat yang diucapkannya :)

      Delete
  10. Replies
    1. Setuju kan? X factor mmg pnuh warna warni.

      Delete
  11. Replies
    1. Klu eki nonton idol tahun ini haha hihi ajalah sm kyk ak mngkin :)

      Delete
  12. Berharap tahun depan juri2 Indonesian idol anak2 mudaan gitu biar seger tpi yg mana yah..??

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90