Top Ad 728x90

Thursday, May 1, 2014

,

Man From The Stars Versi Plagiat Indonesia


Sumber: www.jogjafamilyfm.com
Sudah nonton Kau yang Berasal dari Bintang di bawah produksi SinemArt dan tayang di RCTI? Sebelum disiarkan pun sudah banyak yang menghujat bahwa sinetron tersebut merupakan gubahan dari drama sukses Korea Selatan Man From The Stars. Alih-alih menunda jadwal penayangannya sinetron yang dibintangi Nikita Willy dan Morgan Oey malah tetap tayang. Ternyata fans drama korea benar, sinetron ini saat ini sudah diberitakan di mana-mana, mulai dari media lokal seperti KapanLagi, Liputan 6 sampai media luar seperti Soompi maupun AllKpop yang merupakan media besar infotaiment Korea Selatan.

Pemberitaan tidak enak adalah plagiatisme dari drama tersebut secara keseluruhan. Mulai dari karakter tokoh sampai dialog dalam drama yang diperankan oleh Kim Soo Hyun dan Jun Ji Hyun dijiplak habis-habisan. Hanya saja, visualisasi dari kedua drama tersebut jauh berbeda. Di bawah naungan rumah produksi besar Indonesia, drama yang sangat bagus dari segi visual di bawah penayangan SBS malah hancur lebur. Satu hal ini menjadi nilai minus bagi penggemar drama korea yang selalu disuguhkan visual kelas atas dan tidak main-main dalam ide maupun penggarapan sebuah drama. Selain itu, penggarapan tokoh malah jadi berlebihan sampai di Indonesia. Tokoh periang malah jadi lemah gemulai dan menyerah begitu saja menerima ejekan tokoh lain. Tokoh laki-laki yang seharusnya benar-benar kalem dan cool malah jadi entah di langit mana penjiwaannya.

Karena mengambil hak siar tanpa izin, SBS sebagai televisi yang menyiarkan drama kisah cinta alien versus manusia biasa tersebut kini katanya sedang melayangkan gugatan. Kita tunggu saja apakah SBS benar-benar akan menuntut RCTI maupun SinemArt.

Kembali ke beberapa tahun yang lalu, tidak hanya drama ini yang ditayangkan ulang dengan versi yang berlebihan di Indonesia, barangkali kita masih mengingat drama dengan tokoh kembar. Bayangkan saja, di Korea Selatan tidak sampai ratusan episode dan tetap pada jalur utama (ide dasar). Nah, penggarapan di Indonesia malah lari entah ke negeri ujung dunia mana dengan mati si ini hidup si itu. Rupanya pengalaman tidak mengajarkan orang-orang kreatif di Indonesia menjadi benar-benar kreatif dengan ide sendiri. Barangkali kehabisan ide dalam menelurkan drama atau film bermutu, masih banyak ide berkeliaran di toko buku. Film-film hebat semisal Ayat-Ayat Cinta, Perahu Kertas, 99 Cahaya di Langit Eropa, Negeri 5 Menara, tak lahir dari sebuah buku bestseller. Lantas sinetron juga pernah mengambil dari buku, sebut saja yang masih hangat Ayah, Mengapa Aku Berbeda karya Agnes Davonar. Hal ini tentu bisa dilirik oleh pegiat drama supaya benar-benar menayangkan contoh bermutu dan bermartabat di layar kaca.


Sangat disayangkan, ide berkeliaran di negeri sendiri harus terenggut dengan ide negeri lain; sekarang lebih dikenal karena kreatif dan inovatif. Semoga saja ke depan pegiat dunia peran bisa percaya diri dengan ide sendiri! 

16 komentar:

  1. kalau sinetron banyak yang nyontek ide Bai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Ide boleh saja sama tp penggarapan atau sudut pandang berbeda akan beda pula. Nah yg ini ambil semua!

      Delete
  2. Judulnya dicopas mentah-mentah duh. Malu-maluin banget nih sampai dituntut SBS segala.
    Emangnya ga ada penulis cerita yg bagus ya? Padahal kita tahu Indonesia punya banyak stok pencerita dan cerita bagus. Emang bener banyak novel yg kayaknya bagus buat diadaptasi jadi sinetron.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Mahal kali mas beli novel dijadiin drama atau film.

      Delete
  3. Replies
    1. Iya. Syang ide dn org yg bnr2 kreatif terbuang percuma.

      Delete
  4. Seharusnya indonesia belajar ke korea. Bagaimana membuat drama yg banyak d diminati dan bisa sukses. Jangan hanya copas. Dari iklan nya saja semua penggemar drama korea d indonesia sudah mencibir nya. Karena kualitas sinetron indonesia dan drama korea benar2 jauh sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Barangkali kita tidak mau keluarin dana banyak utk hal2 sensitif kebutuhan suatu drama.

      Delete
  5. salut bwat rcti! memang saia sudah menunggu2 versi indonesianya, hehe. TOP bgt dah! bwat yg ga suka, ya ga usah ditonton aja, gitu aja kok repot!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Berani sekali mrka kan ya? Skrg malah jd kura-kura dlm perahu.

      Delete
  6. Dari iklannya aja dah g berminat

    ReplyDelete
  7. Pingin dapet duit banyak n cepat tapi dari hasil plagiat,,,males mikir paling penulisnya,,,

    ReplyDelete
  8. @Anonymous:
    Mau bagaimana lagi, memang sudah demikian tabiat kita. Belum lagi judul-judul lain, kayaknya 2014 zamannya plagiat di Indonesia.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90