Top Ad 728x90

Friday, June 13, 2014

, , , , , , , ,

Perebutan Tahta Kecanggihan Kamera Smartphone

Android, Korea Selatan, LG, Samsung, Smartphone, iPhone, Google, Windows Phone, Sony,


Memang, perseteruan antara Apple Inc. dengan Samsung Electronic merupakan skandal paling menarik di ranah teknologi. Nama Samsung sudah sangat melambung tinggi, padahal tidak ada apa-apanya sebelum tahun 2007 ke bawah sebelum perusahaan raksasa asal Korea Selatan ini mengadopsi sistem operasi Android besutan Google. Samsung mampu menukik menjadi raksasa teknologi masa kini, tidak hanya smartphone, tablet maupun smartTV saja, beragam barang elektronik lainnya dikuasai Samsung dengan pangsa pasar mencengangkan.
Perang paten antara keduanya berujung panjang dari masa ke masa, seakan sudah menjadi keharusan Apple menuntut Samsung maupun sebaliknya. Tentu saja, hak cipta ini merupakan hak intelektual yang tidak dapat diambil begitu saja, namun hal ini justru menjadikan bumerang sehingga tidak dapat berinovasi lebih baik lagi. Hak paten ini kemudian menghambat suatu vendor untuk berkreasi, ketakutan dianggap telah melanggar paten si A atau si S karena mereka terlebih dahulu memasang perangkat tertentu baik di smartphone dan tablet.
Hal menarik, di antara sekian banyak perang paten antara Apple dan Samsung, dan sebagian vendor lain, saya belum pernah mendengar ada yang ingin menarik royalti dari paten kamera smartphone yang kini dikenal menjadi alternatif lain pengganti kamera saku mengingat resolusinya begitu tinggi.
Sebuah ponsel untuk zaman teknologi masa kini sudah wajib memiliki kamera. Seperti aturan tidak tertulis, ponsel dengan harga murah pun harus memiliki kamera jika masih ingin dilirik konsumen. Kenapa Apple yang selama ini gencar-gencarnya melirik vendor Asia dalam melawan hak paten diam saja saat Samsung, HTC, Sony maupun Oppo menambahkan kamera beresolusi tinggi di smartphone mereka. Satu saja alasannya, Apple tidak memiliki hak paten sebagai pemasang pertama kamera di ponsel.
Dikutip di salah satu blog teknologi, rancangan awal pembuatan kamera pada ponsel dilakukan oleh Daniel A. Henderson pada tahun 1993. Kemudian, pada tahun 1997, Philippe Khan mengembangkan prototipe yang sudah tersimpan di Smithsonian National Museum of America History dengan perangkat ponsel melalui software PictureMail. Vendor pertama yang mengadopsi kamera ke dalam sebuah ponsel tak lain adalah Sharp pada tahun 2000 dengan seri J-SHO4. Vendor yang kemudian dikenal sebagai produsen perlengkapan rumah tangga ini malah tidak terkenal lagi gaungnya di ranah teknologi komunikasi (Handphone). Sharp yang berdomisili di Jepang kemudian fokus pada barang-barang elektronik saja, walaupun pernah bertarung dalam perang ponsel bersama sesama vendor Asia lainnya, tampaknya Sharp sudah kalah bersaing. Kamera pada ponsel J-SHO4 terbilang cukup diperhitungkan pada masanya, spesifikasinya 110.000 pixel CMOS dengan 256 display warna. Tentu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kamera ponsel saat ini. 
Beranjak ke zaman gempuran beragam ponsel kelas tinggi, vendor-vendor Asia tidak mau kalah bersaing dengan vendor barat. Tercatat, kamera tingkat tinggi di sebuah smartphone mulai resolusi 8 megapixel sampai 41 megapixel menjadi pilihan vendor memasangnya di produk premium mereka. Lantas, siapa saja yang sudah memasang kamera tersebut?


Sejak dulu, Nokia masih menjadi idaman para pemilik ponsel. Sayangnya setelah Android merajalela Nokia seakan sudah ditelan bumi. Vendor asal Finlandia yang kini berpindah hak milik kepada Microsoft, setidaknya pernah menciptakan smarphone dengan kamera tidak tanggung-tanggung. Nokia Lumia 1020 merupakan satu-satunya telepon pintar yang berani menawar kamera sebagai daya pikat pembeli dengan resolusi 41 MP. Dilihat dari spesifikasinya Nokia seri Lumia ini tidak main-main. Spesifikasi yang dihadirkan oleh smartphone berbasis Windows Phone 8 ini dalam 41 megapixel menghadirkan 38 megapixel effective, 7152x5368 pixels, carl zeiss optics, optical image stabillization, aotu/manual focul, xenon & Led flash. Dari spesifikasi yang ada, kamera ponsel ini masih unggul dibandingkan dengan ponsel lain di kelas premium lainnya. Lumia 1020 dapat dimiliki setelah ditebus dengan harga Rp. 6.5000.00,00 di Indonesia. Tertarik memilikinya? Bagi Anda yang fokus mengabadikan setiap momen, ponsel ini bisa jadi salah satu pilihan, bukan?


Peringkat kedua dipegang Sony dengan seri Xperia Z2. Vendor asal Jepang ini memiliki keunggulan tersendiri dalam hal kamera, mengingat Sony tidak hanya sebagai vendor telepon saja tetapi masih berjaya di ranah perangkat keras, termasuk penyediaan kamera untuk vendor lain. Setelah menghadirkan Xperia Z1, Sony meneruskan kedigdayaan seri antiair smartphone mereka ke Z2. Soal kamera, Xperia Z2 bertahan di 20,7 megapixels. Spesifikasi yang dihadirkan kamera ponsel ini adalah 5248x3936 pixels, outofocus, LED flash, ½.3” sensor size, geo-tagging, touch focus, face detection, image stabillization, HDR, panorama. Dilihat dari resolusi yang ditanam pada kamera ini tentu saja mampu bersaing dengan Lumia 1020. Keunggulan lain ponsel ini bisa diajak menyelam di dalam air dan bisa memotret di sana. Bagi Anda yang tertarik memiliki smartphone berbasis Android, senang bertualang di lautan lepas menemani ikan-ikan berenang, Anda bisa mendapatkan ponsel ini dengan harga Rp. 8.499.000,00. Jangan lupa, Anda tidak boleh melewati kedalaman 30 meter dalam membawa serta ponsel premium ini!


Kekuasaan Samsung di dunia teknologi khususnya smarphone dan tablet masih belum bisa digoyah selama beberapa tahun ke depan. Raja teknologi Asia yang berada di negeri bintang hallyu ini tidak hanya menciptakan ponsel kelas atas tetapi menjual perangkat keras kepada beberapa vendor lain, termasuk Apple. Melahirkan ponsel premium tidak cukup dengan hardware mumpuni saja tanpa didukung kamera resolusi tinggi. Sayangnya, Samsung belum berani bermain di kamera di atas 16 megapixels. Selama ini Samsung masih bertahan di kamera 8 sampai 16 megapixels untuk smartphone unggulan mereka. Produk terbaru, Galaxy S5 memiliki kamera 16 megapixels. Walaupun digadang-gadang tidak jauh berbeda dengan adiknya Galaxy S4, ponsel ini bisa melahirkan suasana baru bagi Anda yang ingin mencicipi beberapa produk unggulan, seperti detak jantung dan sidik jari. Kamera 16 megapixel memiliki kerapatan 5312x2988 pixels, autofocus, LED flash, dual shot, simultaneous HD video and image recording, geo-tagging, touch focus, face and smile detection, image stabillization, HDR. Meski tidak jauh berbeda dengan seri terdahulu, Galaxy S5 mampu memposisikan dirinya sebagai salah satu suksesor Samsung lainnya setelah Galaxy S4. Meski pada kamera yang dihadirkan tidak begitu istimewa, bahkan tidak bisa diajak berenang, tetapi berkat nama besar Samsung seri Galaxy ini tetap memiliki peminat di hampir seluruh dunia. Anda tertarik? Ponsel berbasis Android besutan Google ini bisa didapat dengan harga Rp. 7.850.000,00.


Satu lagi vendor Asia yang mampu bersaing dengan kamera resolusi tinggi, sama-sama berasal dari negeri gingseng LG tidak mau tinggal diam mengejar ketertinggalan. LG tak lain adalah tetangga Samsung, satu negara, satu persaingan, satu sistem operasi, pernah bersiteru masalah paten, merupakan pesaing terkuat satu sama lain. Memiliki keunggulan tersendiri tidak lantas menjadikan LG masuk vendor terkemuka seperti Samsung. LG masih harus berjuang keras untuk dapat mengalahkan kekuasaan Samsung. Gempuran seri Galaxy seakan membungkam kesenangan seri G milik LG, termasuk seri G2 sampai G3. Dalam hal dapur picu sama-sama di kelas premium, tetapi soal kamera LG G3 masih kalah dibandingkan vendor satu ayah kandung. LG G3 hanya berani bertaruh di kamera 13 megapixels saja. Padahal, jika mau berbenah, LG bisa meninggalkan 13 megapixels di G2 dan beranjak ke resolusi lebih tinggi di G3 mengingat pesaingnya sudah melewati batas 16 megapixels. Kamera G3 memiliki kerapatan 4160x3120 pexels, phase detection/laser autofocus, optical image stabillization, dual-LED (dual tone) flash, 1.3” sensor size, simultaneous video and image recording, geo-tagging, face detection, HDR. Dilihat dari spesifikasinya G3 tentu saja tidak bisa bersaing dengan Galaxy S5, apalagi jika mau menandingi Xperia Z2 atau Lumia 1020. Kembali lagi pada soal keberuntungan saja, G3 akan mampu bersaing dengan vendor lain jika benar-benar memiliki fans fanatik. Bagi Anda yang menyukai desain G3, bisa saja memiliki smartphone berbasis Android ini dengan harga Rp. 6.999.000,00.


Pendapat saya pribadi, selain berkutat dengan paten, produk Apple termasuk iPhone seperti kehilangan identitas. Apple sangat terlena dengan harga mahal dan lupa pada gempuran produk murah besutan Google dan Microsoft dengan sekutunya. Produk-produk Android maupun Windows Phone tidak dapat dipandang sebelah mata, vendor besar kian menghajar dengan kualitas smartphone kelas atas dan harga lebih miring. iPhone 5S dengan kekuatan harga Rp. 11.775.000,00 di Indonesia menjadi salah satu ponsel yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang sangat kaya saja. Apple bisa bangga dengan fansboys mereka, tetapi lambat-laun penggemarnya akan berpaling ke vendor lain jika tidak mau berbenah. Belum lagi lambatnya Apple mengeluarkan seri terbaru ditambah sederetan masalah, termasuk kamera. Biarpun banyak kalangan membela hasil produksi kamera iPhone lebih bagus, tetapi vendor lain yang sudah saya sebutkan di atas akan menggilas 8 megapixels milik iPhone 5S. Kamera iPhone 5S memiliki kerapatan 3264x2448 pixels, autofocus, dual-LED (true tone) flash, 1/3” sensor size, 1.5 μm pixel size, simultaneous HD video and image recording, touch focus, geo-tagging, face detection, panorama. Jenis kamera yang dihadirkan iPhone 5S jauh kalah saing dengan kamera Lumia 1020, Xperia Z2, Galaxy S5 ataupun G3. Tentu saja Apple tidak bisa mengajak duel vendor lain di pengadilan dengan alih melangar paten. Apple hanya perlu menarik diri dari persaingan tidak sehat menjadi lebih produktif melahirkan karya-karya terbarukan seperti pada masa keemasan yang diciptakan pendirinya, Steve Jobs.



Lima ponsel kelas atas tersebut menjadikan patokan bahwa Asia benar-benar sangat berkuasa di jagad teknologi ini. Anda bisa menjadi salah satu penilai terbaik dalam menentukan pilihan terhadap semua produsen. Ponsel terbaik pun tidak hanya sebatas kamera dengan resolusi tinggi saja, tetapi kamera resolusi tinggi saat ini hanya dimiliki oleh ponsel-ponsel terbaik, premium dengan harga fantastis. Anda boleh mencoba memiliki salah satu ponsel tersebut, seperti keinginan saya memilikinya.

*dari berbagai sumber, silahkan klik link berwarna biru untuk mengetahui spesifikasi lengkapnya. 

6 komentar:

  1. Fitur fantastis, kenyamanan bombastis, Harga fantastis .. Hmmm :-)

    ReplyDelete
  2. @Azhar Ilyas:
    Benar Azhar, nama juga ponsel premium :)

    ReplyDelete
  3. @Arif:
    Iya, karena Key suka Sony :)
    Belilah, jgn ngiler aja!

    ReplyDelete
  4. Glad to have found your site. Keep up the good work! DB Product Review

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90