Top Ad 728x90

Sunday, July 13, 2014

, ,

Gaza Di Antara Perang Politik

Perang Gaza Palestina dengan Israel Yahudi melawan Kemanusiaan semua negara mendukung kemerdekaan Palestina


Sumber : Maimon Herawati

Sungguh rumit pertempuran yang terjadi di Palestina, khususnya Gaza. Tercatat, Ramadhan tahun lalu juga terjadi serangan bertubi-tubi dengan dalih balas dendam, Ramadhan tahun ini juga kembali menyombongkan diri dengan senjata mutakhir demi bisa menaklukkan Gaza yang bersenjata kerikil. Sangat miris mendengar jeritan saudara-saudara kita di sana.

Saya mencoba mencari suatu permasalahan yang tidak lumrah dari pada orang lain melihat situasi ini. Kita tentu tidak lupa 11 September 2001, saat Islam dikambinghitamkan atas terjun bebas dua pesawat ke menara kembar World Trace Center (WTC). Saat itu, berbondong-bondong orang seluruh mata dunia menuduh Islams sebagai biak keladi atas semua itu. Kemudian datang pengakuan dari golongan tertentu yang memberi nama dalam bahasa Arab, terkesan sekali bahwa mereka adalah seorang Islam. Baiklah, Islam adalah sebuah agama, sedangkan penganutnya kita sebut muslim. Siapa saja bisa mengatasnamakan memilih keyakinan apapun di dunia ini, biar tertera di identitas sekalipun jika tidak menunaikan perintah agama dengan benar maka tidak termasuk dalam golongan orang-orang muslim. Contoh singkat, perintah berpuasa di bulan Ramadhan saja diserukan kepada orang-orang beriman, bukan kepada orang-orang Islam. (Kutip Q.S. Al-Baqarah ayat 183).

Lantas, apa hubugannya dengan perang melawan Israel? Palestina atau Gaza merupakan sebuah negara besar yang pernah diakui dunia dalam segi keislaman mereka. Di sana terdapat masjid Al-Aqsa yang tak lain merupakan masjid singgahan Muhammad saw sebelum menuju pintu langit mengambil perintah shalat. Daerah ini sangat sakral dengan kebudayaan Islam sehingga perang di Gaza dianggap sebagai perang umat Islam. Dan sudah tercatat dalam sejarah bahwa Yahudi akan memperjuangkan mati-matian tanah di mana masjid Al-Aqsa berdiri, karena masjid tersebut merupakan tempat ibadah mereka sejak dulu, juga tercatat dalam alkitab agama Yahudi.

Saat ini, pergolakan sepihak yang terjadi terus-menerus di Gaza sudah termasuk ke dalam ranah perang kemanusiaan. Jika kejadian 11 September, berbagai negara mengutuk Islam. Peperangan yang menewaskan manusia tidak berdosa di Gaza dikutuk oleh seluruh orang di dunia ini. Kekerajam tentara Israel membombardir Gaza lebih karena kemanjaan mereka supaya diperhatikan dunia luar. Saya tidak bisa memperkirakan bagaimana kedudukan Israel jika tanpa Palestina. Israel tak ubah dari jalan semut yang tak pernah terpatri dalam peta dunia. Mereka menghalalkan segala cara menyerang Israel, mengambil alih kekuasaan dengan rakus, berdalih menyerang teroris, ternyata mereka jadi terkenal di seluruh dunia.

Perang ini sudah menjadi sebuah perang melawan suatu kaum, bukan lagi sebuah perang antara Islam dengan Yahudi. Di berbagai belahan dunia, negara-negara non muslim bahkan lebih gencar menyerukan dukungan terhadap Palestina dibandingkan negara-negara Islam (tetangga Palestina sendiri). Sebut saja negara-negara maju seperti Korea Selatan, Swedia, Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Belgia bahkan negara penuh kemunafikan yang jelas-jelas mendukung kedigdayaan Israel, Amerika Serikat. Lalu ke mana negara-negara “hebat” di Timur Tengah? Uni Emirat Arab, Kuwait, bahkan Arab Saudi pun menutup mata karena negara Palestina tidak memberikan konstribusi apa-apa kepada mereka. Negara-negara kaya di Timur Tengah lebih takut diperangi Amerika Serikat sebagai sekutu nyata Israel dibandingkan mengirim pasukan atau bantuan logistik kepada rakyat Palestina.

Sejauh ini, Turki sudah memberikan bukti nyata dengan mengawal pelayaran bantuan sehingga sampai ke Gaza. Turki negara yang sangat jauh dari Palestina. Sama halnya dengan Indonesia yang bisa menangis darah membela Palestina juga tidak akan bermakna lebih dari sebuah doa yang entah kapan akan terkabul. Dulu, semasa Ahmadinejad masih memimpin Iran, biar pun penuh kontroversi dengan gaya hidup dan aliran Islamnya, dia adalah satu-satunya pemimpin Timur Tengah yang kebal terhadap gertakan Israel dan terang-terangan membela Palestina. Sekarang, hanya tinggal Libanon yang acapkali melempar bom molotov ke daerah Israel. Hanya Libanon yang masih peduli tetangganya yang sedang sakit parah.

Si anak manja Israel akan terus mengepung Gaza tanpa alasan yang jelas sehingga dunia menjerit. Namun pemangku kebijakan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sudah terkontaminasi oleh rayuan Israel hanya bisa berkoar dan kecam-mengecam serangan tersebut. Coba saja jika ada isu terorisme yang mereka definisikan sendiri sesuai akal bulus mereka, langsung saja pasukan NATO atau nama-nama lain bergerilya memamerkan alat perang canggih mereka.

Namun kini, si anak manja Israel sudah kalang-kabut menghadapi serangan balik dari Gaza. Jika dulu kerikil yang melayang ke wajah mereka, sekarang roket-roket dari Hamas maupun al-Qassam bisa mencapai Tel Aviv. Sebuah hentakan yang membungkam kesombongan Israel. Kita tidak tahu dari mana asal roket-roket pejuang Palestina yang lagi-lagi disebut sebagai teroris oleh perdana menteri Israel. Saya rasa, perdana menteri yang telah menyogok dunia Arab tersebut patut diberikan pengertian lebih luas mengenai siapa teroris dan siapa bukan teroris.

Mata dunia sudah tidak buta lagi. Berbagai media terjun menggali informasi ke Gaza. Saat Israel berbondong-bondong masuk ke perkarangan Palestina tanpa izin maka dialah yang cocok disebut sebagai teroris. Tapi perang ini bukan hanya perang senjata melawan manusia. Bungkamnya dunia kaya Arab memberi sinyal bahwa mereka diatur oleh sebuah kekuasaan besar. Negara-negara Arab ketakutan harga minyak turun bebas, sehingga mereka tidak bisa berfoya-foya ke penjuru dunia lain dengan pakaian terbuka.


Palestina – Gaza – bukan lagi balita yang diminta lempar kerikil ke air keruh. Mereka sudah sangat dewasa. Mereka tidak melihat dukungan bertubi-tubi dari belahan dunia. Mereka hanya tahu dunia telah mengabaikan nyawa mereka! 








4 komentar:

  1. melihat tangisan, darah dan perjuangan rakyat Palestina sungguh luar biasa. Untuk Israel betapa kejamnya :|

    ReplyDelete
  2. @Titis Ayuningsih:

    Benar, sekarang dunia tidak bisa ditipu lagi siapa yang benar dan salah bukan?

    ReplyDelete
  3. Israel memang anak manja yang tak pernah dewasa. Tak punya hati dan hanya mementingkan diri sendiri. Setuju dengan tinjauan kamu, Bai, kemana ya negara2 hebat Timur Tengah itu? Kok bisa sih bungkam saja? Takut? Hadeuh!

    ReplyDelete
  4. @Alaika Abdullah:
    Iya Kak Alaika, rasanya geram aja negara Arab diam gk balas serang, apalagi klu bukan takut di embargo ekonomi. Padahal apa takutnya, negara Arab kaya biar dicekik sama BArat malah Barat yang terbirit-birit tak ada minyak, apalagi AS.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90