Top Ad 728x90

Sunday, July 6, 2014

,

Jangan Minum Air Putih Saat Berbuka

Air Putih, Buka Puasa, Ramadhan


Saya punya sebuah cerita.
Ada seorang anak bertanya pada bapaknya, macam nyanyian Bimbo-lah nadanya. “Pak, kok kita berbuka dengan yang manis?”
Bapak itu termenung sebelum menjawab. “Karena anjuran agama begitu,”
“Kalau agama tidak menganjur, kita boleh berbuka dengan yang lain ya?”
“Bolehlah,”
“Oh,”
Si anak ini, antara sadar dan tidak sadar menimbang-nimbang perkataan bapaknya. Tidak tahunya, si anak ini tidak bisa menahan jika tidak minum banyak.
Begitu berbuka tiba, si anak mencari-cari gelas lalu diisikan air putih dengan penuh. Kedua orang tuanya heran melihat anak mereka tidak menyentuh minuman manis di atas meja makan. Padahal ibunya sudah bersusah payah membuat penganan manis demi anaknya.
“Kenapa kamu minum air putih saja?” tanya ibunya.
“Kata ibu guru air putih itu lebih sehat bu,”
“Lho, berbuka kan lebih baik dengan yang manis?”
“Kata bapak, boleh tidak dengan yang manis, bu!”
Si anak menaruh nasi di piring setengah porsi, lauk setengah porsi. Sebelum menyentuh nasi dan lauk, si anak kembali meneguk air putih. Segelas saat berbuka, segelas sebelum makan.
“Kenapa kamu minum terus?” tanya bapaknya.
“Karena saya haus pak!”
“Makanlah dulu,”
“Iya pak!”
Si anak menyuap nasi pelan-pelan. Dua sendok tersuap, seteguk air putih diminum. Belum setengah piring habis dimakan, air putih sudah habis segelas lagi. Nasi dan lauk masih tersisa banyak, si anak sudah minum segelas air putih lagi.
“Kenapa kamu banyak sekali minum?” tanya ibunya.
“Karena air putih lebih bermanfaat dari pada yang lain,”
“Nasi juga lebih bermanfaat,”
“Saya sudah makan barusan, minumnya belum cukup!”
Si anak kembali meneguk segelas air putih. Penganan lain yang manis-manis di atas meja tidak tersentuh sedikitpun.
“Saya harus minum banyak, supaya besok saya punya stok air putih di dalam tubuh!” ujar si anak lagi.
Waktu berbuka selesai. Mereka ambil wudhu. Si saat wudhu, si anak juga kembali meneguk air putih di keran rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya. Berdiri di belakang ayahnya si anak terengah-sengah saat ruku’dan sujud. Usai shalat magrib si anak terkulai di ruang keluarga sambil menonton sebuah tayangan televisi.
Tak lama azan isya terdengar dari masjid dekat rumah mereka. Kedua orang tua si anak sudah bersiap menunaikan isya dan tarawih, si anak malah terdiam di depan televisi.
“Kenapa kamu belum juga berkemas?” tanya ibunya.
“Badan saya sangat berat bu!”
“Kamu minum berapa gelas air putih?”
“Saya tidak hitung bu!”
Akhirnya, si anak ditinggal orang tuanya di rumah seorang diri. Sebentar-sebentar dirinya berlari ke kamar mandi membuang air kecil. Badannya lemas dan perut keroncongan. Saat kedua orang tuanya pulang tarawih dirinya masih bolak-balik ke kamar mandi.
“Makanya, lain kali didengar kata orang tua,” tegur ibunya.
“Kata bapak, boleh buka bukan dengan yang manis!”

“Tapi bukan dengan air putih segalon juga!” 

4 komentar:

  1. berbuka dengan anak sendiri bener2 membahagiakan, apalagi lengkap dengan semua anggota keluarga

    ReplyDelete
  2. @Vidia:
    Iya, benar banget mba. Tks ya sudah mampir :)

    ReplyDelete
  3. Namanya saja anak kecil, apa yang ia dengar maka itulah pemahamannya yang masih sederhana. Maka tugas orang tua harus bisa memberikan penjelasannya yang logis menuruk kadar pikiran mereka.

    ReplyDelete
  4. @Tips Tips Bermanfaat:

    Benar, salah mengajari maka salah diartikan. Semoga bermanfaat ya :)

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90