Top Ad 728x90

Monday, July 7, 2014

,

Yuk, Kencangkan Sabuk Pengaman Saat Mudik!

Ramadhan, Mudik, Ramadan



Ngomongin mudik selalu menyisakan kenangan antara khawatir dan bahagia. Perjalanan yang saya tempuh cukuplah panjang melintasi arah barat Aceh. Biasanya, dari Banda Aceh saya mengambil start setelah menunaikan shalat subuh. Tidak hanya saya saja yang berpacu dalam waktu, banyak rekan-rekan lain memacu kendaraan mereka dengan kecepatan antara sedang dan cepat. Tetapi kebanyakan dari kami, menikmati saja perjalanan yang akan kami tempuh selama lebih kurang lima jam sebelum sampai di Aceh Barat. Lautan lepas di sebelah kanan. Hutan belantara maupun pengunungan di sebelah kiri.

Karena saya berkendara sepeda motor, selayaknya menggunakan mobil saya pun memiliki sabuk pengaman yang tidak boleh ditinggalkan sebelum berangkat. Bagi Anda yang akan mudik dalam jarak yang cukup jauh tidak ada salahnya memperhatikan hal-hal berikut ini:

Pertama
Sehari sebelum berangkat mudik saya harus pastikan sepeda motor dalam keadaan baik-baik saja. Melakukan service adalah hal wajib bagi saya; bunga ban tidak boleh tipis, oli jangan sampai kosong/mengering, pedal gas jangan sampai blong, mengganti rem jika diperlukan, busi perlu diganti misalnya, AKI harus diisi yang baru. Kendaraan adalah penyelamat kita di jalan. Urusan mogok di tengah jalan itu sudah di luar tanggung jawab kita. Terpenting, membawanya ke bengkel dan montir sangat paham apa yang harus mereka kerjakan. Dalam hal ini, saya sangat berterima kasih kepada mereka walaupun saya tidak mengenalnya secara personal, yang telah memoles motor saya sehingga belum pernah mati total di tengah jalan.

Kedua
Saat mudik menggunakan kendaraan bermotor biasanya saya hanya membawa ransel kecil saja. Pakaian lengkap lainnya sudah saya kirim sehari sebelum berangkat melalui jasa travel tujuan Banda Aceh – Aceh Barat. Ransel kecil ini saya isi dengan makanan ringan, minuman, kain sarung, handuk, dan satu stel pakaian. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di perjalanan, tidak pula berniat berbuka di tengah jalan. Setidaknya saya tetap berusaha menjalani ibadah puasa sehingga sampai tujuan. Perlengkapan tersebut penting bagi saya mengingat saat-saat genting yang tidak terencana terjadi tiba-tiba.

Ketiga
Urusan bensin jangan pernah menyepelekannya. Usahakan memperhatikan spidometer yang menunjukkan sependek mana nyawa kendaraan kita. Saya sangat khawatir tiba-tiba bensin habis di tengah jalan dan terpaksa mendorong kendaraan di bawah terik matahari. Alternatif yang saya lakukan adalah dengan mampir di hampir setiap SPBU. Yang penting bensin penuh saya tidak apa-apa.

Keempat
Sebagai manusia yang sedang berpuasa tentu saja perjalanan panjang itu membutuhkan istirahat. Sebisa mungkin saya akan istirahat di tempat-tempat menarik, terburu-buru di jalan pun tidak ada gunanya karena sampai di rumah juga tidak langsung berbuka. Alternatif pertama yang saya lakukan adalah berhenti di Gunung Geureute, salah satu pengunungan indah di kawasan Aceh Barat. Di atas gunung ini terdapat warung-warung kopi menghadap ke lautan. Jika bukan bulan Ramadhan para penjual di atas gunung ini sangat banyak mendapatkan keuntungan. Bayangkan saya, di sebelah kiri dari Banda Aceh adalah baru-baru pengunungan menjulang tinggi, di sebelah kanan terbentang lautan lepas dengan warna biru serta sebuah pulau kokoh tak terbawa arus tsunami beberapa tahun lalu. Inilah saat-saatnya menikmati lukisan yang dihadirkan Ilahi. Setidaknya, saya bersyukur akan hal itu.

Kelima
Mengingat perjalanan panjang tidak ada salahnya mencari teman atau ikut beriringan dengan pemudik lain. Hal ini buat jaga-jaga jika terjadi sesuatu ada yang akan memberi pertolongan. Kebanyakan pemudik ke arah barat Aceh adalah mahasiswa, dan mereka akan menolong jika terjadi sesuatu.  

Keenam
Sepeda motor itu optimalnya ditunggangi dua orang saja. Perjalanan jauh itu sangat melelahkan dan memberatkan pengemudi, sebaiknya dihindari beban terlalu berat di atas roda dua tersebut. Seperti yang saya katakan di atas, jika perlu membawa oleh-oleh bawa seperlunya saja atau kirimkan melalui jasa kiriman yang tersedia.

Ketujuh
Terakhir dari saya, apapun kendaraan yang Anda gunakan jangan ngebut selama perjalanan. Cepat atau lambat Anda berkendara pasti akan sampai tujuan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja, tetapi menghindari terjadinya musibah berada di tangan kita sendiri.

Rasanya, perjalanan mudik itu selalu membuahkan rona bahagia saat berjumpa keluarga. Kendali keselamatan ada pada diri Anda, selamat melakukan perjalanan mudik ke manapun arah tujuan Anda! 

Sumber gambar : http://www.hadirentcar.com/mudik-rental-mobil-lebaran.htm

2 komentar:

  1. On the basis оf these you come up with a decision աhich fits yօur requirement fоr home
    maintenance. Automatic chuk consists mɑinly of two rings rotating іn opposite
    ѕides, providing clamping a drill or evеn a screwdriver.
    As evеrybody knoԝs, stripped screws and screw holes
    аre, essentially, tҺe worst things inside tɦe world, bе mindful
    tߋ puut your screws in straight also to ease them іnto
    ρlace.

    Feel free to visit my webpage :: Besst Cordless
    Drill 2012 Reviews ()

    ReplyDelete
  2. Keep on writing, great job!

    Feel free to visit my blog: moment glucogen indoglucogennetwork

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90