Top Ad 728x90

Sunday, August 24, 2014

, , ,

Langkah Gagah Menuju Gemerlap Macau

Wisata, Macau, Hongkong, China, Tiongkok

 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/

Anda pernah menonton film Asia populer dan terlaris perpaduan aktor dan artis Mandarin dengan Korea Selatan? Film ini mengantarkan Kim Soo Hyun sebagai salah seorang aktor yang paling ditunggu, tentu saja setelah drama seri My Love From the Star yang cukup fenomenal. Di film ini, Kim Soo Hyun berperan sebagai Zampano, bersama Jun Ji Hyun yang berperan sebagai Yenicall mereka memadu film mafia khas negeri Tiongkok menjadi suguhan menarik. Film ini berkisah tentang segerombolan pencuri profesional yang mengejar permata milik seorang ratu judi dan pengejaran mereka sampai ke casino-casino judi di Macau. Nah, saya tidak sedang mengulas tentang The Thieves maupun biografi Kim Soo Hyun atau Jun Ji Hyun yang menjadi sepasang kekasih di drama alien tersebut. Karena film ini pula saya kembali tergiur dengan suasana Daerah Administratif Khusus Republik Rakyat Tiongkok (dulu Republik Rakyat China). Saya pun mencari banyak referensi mengenai Macau, termasuk bagaimana kisah mafia di casino judi dan tempat-tempat wisata menarik yang pantas dikunjungi selama di sana.

Macau merupakan kota dagang yang cukup populer bagi kalangan penjudi kelas dunia. Sebutan daerah bebas memang layak untuk negara bagian Tiongkok yang terletak di 70 kilometer barat daya dari Hong Kong dan 145 kilometer dari Guangzhou. Pemerintah Macau sendiri sudah menghalalkan perjudian di daerah mereka sebagai devisa negara. Sebagai Daerah Administratif Khusus, Macau memiliki wewenang sendiri dalam mengatur tata negara.

Ingat Macau, ingat judi dan ingat mafia. Namun sesungguhnya Macau tidak hanya menyimpan arena judi saja. Sebagai pelancong yang memiliki dompet pas-pasan maupun masih memegang teguh ajaran agama terhadap larangan judi, kita bisa menghindar dari arena panas membara tersebut. Macau menyimpan segudang pengharapan hidup bahagia melalui tata letak kota yang indah dan beragam suguhan budaya maupun kuliner memikat. Memang, The Thieves tidak menggambarkan secara mendetail perkotaan mewah Macau, film ini lebih fokus pada aksi judi dan perkelahian khas mafia. Setidaknya, film ini mampu menarik minat saya untuk mendalami keindahan Macau dengan segenap kebudayaan daerah bekas jajahan Portugis ini.

Museum Macau
Jika ingin mengenal suatu daerah, datanglah ke tempat penting di daerah tersebut. Begitu juga dengan saya, kesempatan mengenal Macau adalah berkunjung ke Museum Macau yang terletak di Monte Fortress, Praceta do Museu de Macau nomor 112. Museum Macau dibuka mulai pukul 10 pagi sampai 6 sore waktu setempat setiap hari kerja kecuali Senin. Museum Macau merupakan salah satu tempat yang menginformasikan mengenai kebudayaan daerah ini. Museum tersebut dibangun pada tanggal 18 April 1998 dengan arsitetur bangunan khas Eropa (Portugal/Portugis).

Layaknya sebuah museum maka tempat ini adalah pilihan utama. Saya termasuk orang yang tidak ingin berjibaku dengan banyak teori. Bagi saya, museum adalah tempat untuk menyelami keindahan masa lalu. Walaupun belum pernah masuk ke dalam museum ini, tempat tersebut tetaplah hunian informatif yang sulit ditinggalkan. Mempelajari banyak hal dari museum akan terasa lebih mudah bagi saya di mana masih kurang bisa beradaptasi dengan bahasa setempat. Segala sesuatu yang berkenaan dengan sejarah kota metropolitan ini akan terekam di dalam museum dan saya akan menelaahnya melalui foto maupun audio visual.

Memang, saya pernah mendengar sebuah filosofi; jika ingin mempelajari suatu bangsa, maka pelajari bahasa mereka. Seandainya saya bisa berbahasa mandarin tentu saja sejarah atau pun peradaban di Macau akan lebih enak didengar saja dari masyarakat setempat. Rasanya, tidak elok berandai-andai dan harus bisa berbahasa mandarin dalam waktu singkat. Sebagai pelancong, menikmati suguhan kota penuh godaan adalah rasa syukur yang tak terkira. Jika saya diizinkan ke sana.
Sumber: http://www.holidaythai.com/
Sumber: http://hk-magazine.com/

Menara Macau
Berada di Macau, saya tidak bisa berdiam diri dan absen dari menara dengan ketinggian 338 meter. Dari menara yang dibuka untuk pelancong semenjak 19 Desember 2001 kita akan dapat menikmati udara dan keindahan Macau secara keseluruhan. Ini sangat penting bagi saya, dari atas menara tidak hanya satu bangunan mewah saja yang terekam melainkan ratusan bahkan ribuan bangunan dan perumahan, panorama alam sampai lautan lepas bisa terekam dengan mata telanjang. Tak seperti menara lain, Menara Macau (Macau Tower) juga menyediakan restaurant maupun bioskop yang menambah daya tarik wisatawan. Biasanya, saat berada di suatu menara, berada di puncaknya hanya untuk merekam jejak suatu daerah dari ketinggian.

Pada ketinggian 223 meter terdapat restaurant yang berputar. Suguhan yang menarik bukan? Berperang dengan nyali dan berharap makanan terasa lezat dalam posisi duduk menghadap ke arah berbeda selama di sana tentu saja membuat saya ingin mencoba fenomena baru ini. Dari restaurant berputar ini pula setiap sudut kota dapat dilihat hanya dalam posisi duduk yang sama. Tidak ada yang tak mungkin untuk dapat mengabadikan selembar kenangan di atas menara beralamat di Largo da Torre de Macau.
Sumber: http://newme.co.id/

Air Mancur Maya Danau Nam Van
Air mancur? Jujur saja, saya belum pernah melihat air mancur dengan penampilan memikat selain air terjun di beberapa daerah di Aceh. Pemerintah Macau punya cara tersendiri guna menarik wisatawan menikmati malam-malam indah di sana. Air Mancur Maya di Danau Nam Van, merupakan keindahan tak terkira yang telah disulap Pemerintah Macau. Air mancur ini berseberangan dengan Kantor Pusat Pemerintah Macau. Dan tidak mungkin kita meninggalkan pertunjukan yang diadakan setiap Sabtu dan Minggu pukul delapan sampai sepuluh malam waktu setempat. Pertunjukan ini juga bisa dinikmati pada setiap hari penting seperti Tahun Baru, Tahun Baru China, Hari Natal dan lain-lain. Air mancur ini menjadi indah karena pancaran laser yang ditembakkan pada 86 air mancur dan diterangi 288 lampu sorot berwarna. Air tertinggi yang dipancarkan dari air mancur ini adalah 80 meter. Pemandangan yang tidak akan mampu dilukiskan dengan kata-kata selain melihat langsung dan menikmati hawa dingin di dekat air yang jatuh kembali ke bumi setelah ditembakkan ke udara.
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/


Taman-Taman Indah di Macau
Saya suka bunga! Kesukaan inilah yang menjadi sebuah alasan saya ingin berkunjung ke taman-taman di seluruh dunia, kesannya terlalu berlebihan memang, tapi sebuah mimpi bisa saja terjadi. Setiap taman yang ada di Macau memiliki sejarah tersendiri dan saya tidak akan mampu menjangkau ketujuh belas taman di Macau seperti yang terdapat di laman Macau Government Tourist. Berikut ini taman-taman yang menarik minat saya meninggalkan jejak di sana.

Taman Flora. Sekilas taman ini merupakan perpaduan benda hidup dan mati. Di taman yang beralamat di Avenida do Sidonio Pais dihuni oleh palem dan sejenisnya, taman burung, kebun binatang, dan tentu saja menuju puncak tertinggi di Macau, yaitu Bukit Guia.
Sumber: http://www.dreamersradio.com/


Taman Carmel. Masih di kawasan Avenida do Sidonio Pais, taman ini menyuguhkan pemandangan yang lebih apik. Taman yang ditata khas Eropa tersebut menyuguhkan taman bunga untuk mencapai sebuah patung kepahlawanan.
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/
Sumber: http://media-cdn.tripadvisor.com/

Taman Alto de Coloane. Pada dasarnya taman ini bukanlah memberikan mata sejuk dengan beragam bunga. Taman yang berada di Estrada do Alto de Coloane merupakan taman yang terletak di ketinggian 170 meter. Di taman ini berdiri patung kebanggaan nelayan dan pelaut setempat, Coloane Peak. A-Ma. Patung ini merupakan ikon khusus bagi mereka dan selalu dibanggakan. Dari taman ini pula akan terlihat laut paling fenomenal, Laut Cina Selatan, yang selama ini gaungnya hanya pernah saya ketahui dari pemberitaan media maupun film.
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/

Rumah Panda
Panda. Binatang besar namun menggemaskan ini tentu saja tidak mungkin dilewatkan begitu saja untuk tak menyentuhnya. Macau sendiri memiliki kecintaan terhadap binatang yang memiliki warna bulu putih dan hitam ini. Terletak di Seac Pai Park Van, berdiri Anjungan Giant Panda Macau. Anjungan ini merupakan kediaman panda-panda berbentuk kipas berdiameter lebih kurang 3000 m2. Anjungan panda ini dibuka setiap hari kecuali Senin mulai pukul 10 pagi sampai 5 sore.

Sama halnya dengan tempat peristirahatan binatang lainnya, rumah panda ini pun menyediakan fasilitas memadai dalam mendukung kelangsungan hidup habitat yang ramah dengan manusia ini. Di dalam anjungan terdapat sarang panda, bambu, ruang persiapan pakan, gudang pakan dan lain-lain. Anjungan ini juga memiliki tempat indoor dan outdoor serta arena pameran berdiameter 900 m2. Berminat melihat gelagat panda? Tidak ada salahnya jika tempat ini masuk ke dalam daftar perjalanan Anda selama di Macau!
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/

Kuliner Macau
Sebagai daerah tujuan wisata, Macau menyuguhkan segala permintaan pelancong dengan manja. Santapan khas maupun santapan internasional sangat wajib dihidangkan di berbagai tempat. Ada banyak makanan di Macau dan kita bisa memilih sesuai selera masing-masing. Di antara banyak makanan di sana, saya ingin mencicipi dua masakan khas yaitu Ayam Afrika dan Udang Chilli Macau. Aroma makanan yang merupakan perpaduan lintas budaya tersebut tak lain adalah ciri khas yang ditawarkan kepada penikmat kuliner. Tertarik mencoba? Makanan ini bisa masuk dalam kategori pilihan bagi saya yang tidak dibenarkan menyantap makanan beraroma daging babi, alkohol dan sejenisnya.
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/ 
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/ 

Souvenir
Berkunjung ke suatu daerah lalu membawa pulang oleh-oleh sudah menjadi kewajiban tak tertulis. Selama di Macau, ada beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi untuk memburu cendera mata. Pilihan terletak pada diri sendiri, menyukai tempat berbelanja modern atau tradisional

Saya sendiri lebih menyukai yang tradisional. Dengan berbagai alasan tentunya. Adalah Desa Taipa Tua yang wajib masuk dalam daftar kunjungan untuk menghamburkan tabungan selama di sana. Tempat ini akan menawarkan berbagai makanan ringan, kue tradisional maupun pernak-pernik ringan lainnya yang akan diminta oleh kerabat begitu kembali ke tanah air.
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/
 Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/

Masjid Macau
Bagi saya – mungkin juga bagi seluruh umat muslim lainnya – tempat paling indah dan nyaman di dunia ini adalah masjid. Tujuan terakhir selama di Macau adalah mengikuti jejak peradaban Islam di sana dan menunaikan dua rakaat shalat sunnah di masjid tua yang sudah berdiri sejak tahun 1980. Masjid Macau berdiri di Ramal dos Mouros yang menghadap ke Macau Ferry Terminal Harbour Outer.

Langkah terakhir ke dalam teduhnya masjid menjadi rasa syukur tak terkira telah menginjakkan kaki di tanah penuh peradaban.
Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/
Sumber: http://id.macautourism.gov.mo/


Macau, Daerah Administratif Khusus Tiongkok tak selamanya kelabu. Biarkan saja mereka mengais rejeki dengan berjudi. Biarkan saja mereka memanjakan batin dengan sentuhan badan. Dan biarkan kita menikmati pemandangan apik negara bagian ini, karena mata dan rasa tak pernah melupakan kenangan dari masa ke masa! 
*Dari berbagai sumber.





Publikasi Twitter


5 komentar:

  1. mantap Bai, jadi pengen ke Macau, tapi dengan cara gratis tentunya, xixixiiiii...

    ReplyDelete
  2. @Fardelyn Hacky:

    Hahaha, Ayo Ki, ini mumpung lagi ada kesempatan :)

    ReplyDelete
  3. wah bang bai ikutan juga yah hahahaha saingannya bma eki nih, semoga beruntung ya

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90