Top Ad 728x90

Wednesday, October 8, 2014

,

Untuk Apa Ke Macau?

Macau, Why Macau, Wisata, Tiongkok, Super Junior M, Swing Super Junior M


Sumber: VivaLog

Tiongkok salah satu negeri yang terkenal sejak beradab silam. Bahkan, melalui sebuah riwayat, Nabi Muhammad menganjurkan untuk menuntut ilmu ke negeri tirai bambu ini. Nabi Muhammad tidak main-main memberikan “perintah” supaya umat Islam kala itu bisa lebih maju dan tidak lagi tertinggal sebagai negeri primitif yang menghalalkan segala cara untuk menaklukkan dunia.

Buktinya, Tiongkok berdiri sebagai salah satu negara adidaya Asia – bahkan dunia – sehingga banyak negara lain berkiblat pada mereka. Sebut saja teknologi yang selangkah lebih maju dari negeri lain. Filosofinya, apa yang tidak bisa akan jadi bisa di negeri ini!.

Setelah Hongkong, Macau termasuk daerah yang beruntung berada di bawah naungan Tiongkok. Walaupun pernah dijajah Portugis, Macau berdiri sebagai Daerah Administratif Khusus Tiongkok. Segala keberuntungan yang ada pada diri Tiongkok mau tidak mau akan berimbas kepada Macau.

Lantas, untuk apa jauh-jauh ke Macau jika untuk sekadar melihat perjudian, menara tinggi, perkotaan, taman kota, maupun kembang api?

Dalam rangka menarik minat wisatawan mancanegara, Pemerintah Macau mempermak setiap sudut kota untuk dapat dinikmati keindahannya. Wajar saja ada pesta kembang api, taman-taman bunga yang mewah maupun perhelatan tahunan ciri khas negara tersebut.

Sebagai seorang wisatawan, saya memasukkan empat hal penting seandainya menginjakkan kaki di Macau.

Daerah Khusus
Berbeda dengan Aceh atau Yogyakarta yang juga diberikan amanah daerah khusus di Indonesia, Macau mempunyai peranan lebih penting dalam mengurus setiap urusan tata negara. Hal ini menarik minat saya untuk mengetahui kebijakan-kebijakan apa saja yang ditawarkan oleh Tiongkok sehingga Macau mampu mengelola negara kecil menjadi besar.

Sebagai Daerah Administratif Khusus, Macau mempunyai kewajiban untuk tunduk dan patuh kepada Tiongkok. Saya melihat sendiri daerah khusus di Indonesia yang masih didikte oleh pusat sehingga sulit mengembangkan potensi yang ada dalam daerah tersebut. Macau memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh daerah bertitel khusus di Indonesia. Macau bisa dikatakan sebuah negara kecil yang berdiri di dalam negara besar. Kebijakan-kebijakan penting dipegang oleh pemerintah Macau tanpa perlu takut salah pada hukuman dari negara asal. Dengan demikian, seluruh infrastruktur berdiri dengan mewah akibat kas negara cukup untuk membangunnya. Bagaimana dengan daerah khusus di Indonesia? Jawabannya, tetap harus membagi jatah penghasilan daerah kepada pemerintah pusat dalam jumlah tak sedikit.

Penataan Kota
Pemerintah Macau sangat mendukung perkembangan kota sehingga benar-benar layak untuk wisatawan luar negeri. Karena saya belum pernah ke sana maka bayangan nyata masih berada dalam khayalan semata. Dilihat dari berbagai pemberitaan, pemerintah setempat mempercayakan penataan kota pada ahlinya sehingga berdiri taman-taman untuk mengenang setiap kejadian yang pernah terjadi di kota tersebut, menara Macau, museum penting dan berbagai aset daerah lain yang memperlihatkan kemewahan Macau serta sejarah kepiluan negeri ini kepada wisatawan.

Di benak saya, bagaimana mungkin sebuah daerah khusus mampu membangun gedung-gedung bertingkat? Museum dengan beragam peninggalan sejarah? Menara dengan fasilitas kafe berputar? Taman-taman kota yang asri?

Hal ini tidak akan mungkin di bangun di Aceh atau pun Yogyakarta sebagai daerah khusus di Indonesia. Membangun sarana umum seperti di Macau akan membutuhkan biaya besar. Macau membuktikan semua itu mungkin terlepas dari dukungan Tiongkok.

Pendidikan
Saya setuju, di mana-mana pendidikan adalah alasan penting untuk dihargai oleh banyak orang. Tiongkok menempatkan pendidikan di atas segalanya sehingga masyarakat lebih maju selangkah dalam bidang ilmu pengetahuan.

Sebagai daerah khusus Macau harus berhemat dalam segala hal supaya mereka tetap bertahan dan tidak berharap banyak kepada Tiongkok. Namun saya salah, pemerintah Macau malah memberikan pendidikan gratis untuk kesetaraan pendidikan di sana. Tidak hanya itu, pemerintah juga menunjang profesi guru sehingga benar-benar mencintai pekerjaan mereka. Paling tidak menjadi guru tidak akan sengsara di daerah khusus ini.

Hal menarik lain, pendidikan di Macau mengarahkan masa depan anak pada keahlian dan kemauan mereka. Anak tidak dipaksa untuk belajar fisika jika tidak sanggup memikirkan rumus-rumus. Anak justru akan diarahkan menjadi penulis jika bakat dan minatnya begitu menyukai sastra. Dengan memberikan wewenang masa depan pada anak maka dapat dilihat masyarakat Macau (Tiongkok pada umumnya) berpendidikan sesuai kemampuan masing-masing dan bekerja di bidang yang dicintai. Karena pengelompokan ini pula negara ini bisa lebih maju. Saya bisa membayangkan kecakapan generasi muda jika pendidikan di Indonesia tidak ada pemaksaan seperti di Macau.

Bahasa
Saya sangat salut dan terharu pada Tiongkok karena bahasa mereka. Bukan karena keindahan. Bukan karena dialek yang rumit. Bukan karena bentuk tulisan kotak-kotak. Melainkan karena masyarakat bahkan pemerintah Tiongkok mewajibkan bahasa ibu untuk bercakap-cakap dan sebagai sarana penunjang pendidikan. Tidak mustahil bahasa Mandarin menjadi salah satu bahasa dunia, inilah alasan terpenting  dunia luar mempelajari Bahasa Mandarin karena banyak ilmu pengetahuan yang bisa ditempa dari Tiongkok.

Walaupun Macau dikenal sebagai daerah yang memiliki kebijakan tersendiri, namun mereka masih menggunakan Bahasa Mandarin sebagai bahasa persatuan. Saya dapat membayangkan bagaimana jika berdiri di tengah-tengah warga Macau seorang diri. Tentu saja hal ini akan menjadi kisah terumit dalam hidup saya dan kenangan tak terlupakan. Menjalin komunikasi dengan masyarakat pribumi yang sangat awam terhadap bahasa internasional akan membuat wisatawan kesulitan beradaptasi. Namun lagi-lagi pemerintah setempat tidak mewajibkan warganya untuk bercakap-cakap dalam bahasa Inggris.

Saya rasa, inilah keunikan dan keteguhan hati mereka dalam membanggakan daerah sendiri. Dengan mempertahankan bahasa ibu dalam berinteraksi dengan wisatawan maka mau tidak mau pengunjung dengan tujuan ke Macau “dianjurkan” mengerti sedikit kata bahasa mereka. Secara tidak langsung, baik masyarakat maupun pemerintah Macau (Tiongkok) mengatakan begini, “Pelajarilah bahasa kami untuk dapat mengetahui isi hati kami!

Sedap benar bukan? Begitu sikap nasionalisme dalam arti sebenarnya dan itu ada di Macau dan dataran Tiongkok lainnya.


Nah, saking mendunianya Bahasa Mandarin, saya mengutip sebuah lagu dari boyband asal Korea Selatan yang membentuk sub-grup khusus dengan lirik Bahasa Mandarin untuk kita lepaskan kepenatan. Mari dinikmati alunan musik Swing dari Super Junior M. Semoga Anda terhibur dan mari kita jelajahi Macau jika Tuhan mengizinkannya! 

*** 

Facebook MGTO Indonesia
Twitter MGTO Indonesia
Twitter VivaLog
Screenshot Tweet
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog "Why Macau". Anda tertarik dengan lomba ini, yuk klik banner berikut! 

10 komentar:

  1. Mantap gan, moga beruntung ke makau :))

    ReplyDelete
  2. salam hangat dari kami ijin menyimak sahabat dari kami pengrajin jaket kulit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan. Terima kasih sudah berkunjung ya :)

      Delete
  3. Ulasan menarik bang bai, moga-moga berhasil ke macau yah ^-^

    ReplyDelete
  4. @Tartiani Mai:Terima kasih. Semoga bermanfaat ya, doain agar bisa ke Macau :)

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90