Top Ad 728x90

Sunday, January 4, 2015

,

Kamu Yakin di NET?

Sitkom, Tetangga Masa Gitu?

 
Sumber Wikipedia.org
Pertanyaan di atas sangat familiar sekali untuk Anda yang sering membuka channel NET TV. Sebuah Sitkom menarik, lugu, lucu, manja, gemesin, bikin ketawa ngakak, kesal, marah, maupun tingkah polah lain yang disuguhkan oleh empat pemain utama; Dwi Sasono, Sophia Muller, Chelsea Islan, dan Deva Mahendra. Sekali menghadirkan bintang tamu walau tak sering, dan saya rasa cukup keempat mereka saja karena sudah menghibur.

Inilah Tetangga Masa Gitu? sebuah tayangan hangat, ringan, tema simpel di tengah gempuran sinetron kejar tayang lain yang beraroma mistik dan kurang mendidik. Sitkom ini membuat kita berpikir bahwa keluarga adalah tempat paling utama dalam mengadu keluh kesah maupun meminta segala ingin. Di dalam sebuah keluarga, keadaan saling menerima suami dan istri sangat menentukan arah keluarga tersebut. Sosok guru lukis yang diperankan Dwi Sasono mampu menghipnotis kita dengan tingkah lakunya yang terkadang kekanakan. Istrinya, Sophia Muller, seorang perempuan karir yang gajinya lebih besar dari sang suami. Inilah pucuk masalah keluarga pertama. Lantas, ada Bas dan Bintang, dua anak muda yang baru menikah, sama-sama lugu dan romantis. Bas masih mencari pekerjaan yang tetap dan harus memenuhi kebutuhan Bintang yang lembut tapi keras kepala.

Sedikit flashback ke belakang. Biar dianggap kurang pergaulan tidak masalah. Ceritanya, pertama saya nonton Sitkom ini saat dalam perjalanan menggunakan pesawat nomor satu Indonesia dengan logo warna biru. Tahu dong ya? Selama perjalanan saya menikmati beberapa lagu dan bolak-balik cari film menarik. Ketemulah Sitkom Tetangga Masa Gitu? Saya terpesona dengan akting pemeran di dalam drama komedi kolosal tersebut.

Saya menahan tawa dan terlupa bahwa sebenarnya saya sedang beratas di atas ketinggian ribuan kaki. Tayangan yang saya tonton tersebut merupakan episode perdana dari Tetangga Masa Gitu?. Kemudian saya mencari-cari episode berikutnya, namun monitor di belakang kursi pesawat itu tidak menunjukkan arahnya. Saya galau tingkat dewa soalnya cerita si Bas dan Bintang belum berakhir.

Saya lupakan kisah mereka, tertinggal jauh di udara setelah menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta. Saya berencana, setelah pulang lagi ke Aceh, dan sudah dalam waktu santai (padahal tiap saat santai), saya akan mencarinya di Youtube.

Dan benar, rasa penasaran memang tak lari ke mana-mana. Seminggu kemudian, saya ingat bahwa Tetangga Masa Gitu? tidak mungkin cuma satu episode di pesawat dengan inisial GA tersebut. Saya buka Youtube, mencari dan dapat.

Nah! Inilah dia Tetangga Masa Gitu? yang sebenarnya. Jujur saya terbelalak. Saya pikir, Sitkom itu “hanya” disyuting khusus untuk si GA. Rupanya Sitkom tersebut ditayangkan di NET TV. Betapa merananya saya waktu itu. Untung saja saya tidak pamer ke teman-teman lain.

“Saya nonton sitkom seru lho dalam penerbangan GA!” jika pernyataan ini muncul. Teman-teman saya pasti akan bertanya sitkom apa. Pasti dengan bangga saya menjawab, “Tetangga Masa Gitu?”

Tahulah, teman-teman saya yang mengetahui Sitkom tersebut diputar di NET TV akan bertanya lebih serius.

“Kamu yakin?” ambil nada bicara Bintang dalam dialog bersama Bas.

Alamak! Si untung masih berpihak pada saya. Saya tidak bertanya. Saya diarahkan membuka Youtube dan ketemu. Si Tetangga Masa Gitu? itu bukanlah primadona GA. Sitkom ini tayangan istimewa NET TV.

Oh, tutup wajah dengan kedua telapak tangan!
Sumber: im-a-gin-e.com

***

Catatan saya; ayo dong pegiat drama dan film Indonesia lahirkan tontonan beredukasi tinggi. Dengan demikian, televisi bukan cuma sebagai tempat mengibuli penonton dengan tertawaan tak bermutu. Tema ringan sehari-hari mewarnai kehidupan kita. Mudah saja bukan menarik benang merah lalu melahirkan sebuah tontonan benar apa adanya? Kita tunggu saja televisi lainnya yang tergerak hati mereka untuk tidak terlena dengan sinetron ala anak muda dengan dialog-dialog tak masuk akal. 

Untuk Anda yang penasaran, atau ingin menonton kembali sitkom ini, berikut saya lampirkan episode 1. 

2 komentar:

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90