Top Ad 728x90

Saturday, January 31, 2015

, , , , ,

Perang dari Seoul; Teknologi dan Entertaiment

Korea Selatan, Entertaiment, Teknologi, Samsung, LG, Korea Utara

Sungai Cheonggyecheon (sumber:www.beritaunik.net)
Siapa yang tidak tergoda dengan pesona Korea Selatan?

Mungkin, dulu kita hanya mengenal perang saudara antara Korea Selatan dengan Korea Utara. Lepas dari noda tersebut, walaupun masih tetap perang dingin, kedua negara memilih jalan masing-masing. Korea Selatan menjadi negara sekuler. Korea Utara ngotot dengan negara komunis. Korea Selatan diam-diam menggemparkan dunia. Korea Utara diam-diam makan dalam dan abai cemoohan dunia. Korea Selatan gemerlap cahaya lampu di malam hari. Korea Utara malah gelap gulita di sebagian besar wilayahnya. Korea Selatan sudah hampir mencapai taraf kecepatan internet tingkat tinggi (5G). Korea Utara masih melarang warga negaranya menggunakan komputer secara universal, kecuali orang-orang tertentu saja yang bisa mengakses komputer sampai internet.

Dalam satu dekade, Korea Selatan tak hanya berbenah di satu segmen. Negara dengan masyarakat bermata sipit ini justru banting stir mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Pemerintah bersama warganya berbondong-bondong mencuri ilmu dari barat. Pemerintah Korea Selatan tidak melarang warganya mengungsi ke luar negeri selama perang saudara. Hasilnya, bisa dilihat sendiri. Ternyata, pengungsi tersebut tumbuh menjadi orang-orang hebat dan kembali ke negara mereka.

Korea Selatan menempatkan warga negaranya sebagai harta paling berharga. Negara ini paham betul bahwa sumber daya alam tidak melimpah. Jalan lain menguasai dunia adalah menghadirkan sesuatu yang memukau, sehingga dunia takluk di tangan mereka.

Dan akhirnya, kita kena!

Korea Selatan melontarkan dua senjata. Keduanya sama-sama kuat di seluruh dunia. Senjata pertama mereka adalah teknologi dan senjata kedua adalah entertaiment (hiburan).

Senjata Pertama
Sejatinya, Korea Selatan bukanlah negara maju. Negara ini kering-keronta setelah perang saudara. Para pelajar dari seluruh penjuru negeri dilempar ke negara maju lain, baik sesama Asia, Eropa sampai Amerika. Pelajar yang sudah berhasil menuntut ilmu tersebut secara transparan “wajib” pulang ke Korea Selatan. Selain itu, Pemerintah Korea Selatan juga bekerja sama dengan negara maju seperti Jepang untuk mendatangkan ilmuwan-ilmuwan dari bidang-bidang teknologi. Negara yang semula kuno, hanya sebagai konsumen, berubah menjadi produsen. Sebuah perusahaan yang semula hanya menjual sayuran berubah menjadi perusahaan teknologi terkemuka dunia.

Adalah Samsung dan LG. Dua perusahaan besar. Sama-sama di Seoul. Sama-sama musuh bebuyutan. Sama-sama ingin menguasai dunia.

Dua perusahaan ini sebagian dari kesuksesan Korea Selatan setelah terpuruk. Samsung dan LG dikenal sebagai produsen peralatan elektronik seperti smartphone, tablet, laptop, televisi, kulkas, AC dan lain-lain. Peperangan keduanya memang telah dimenangkan oleh Samsung. Perusahaan yang juga pemasok utama perangkat telekomunikasi ini juga menguasi rumah sakit sampai asuransi. Apple Inc. saja tekuk lutut pada Samsung karena produk unggulan mereka (iPhone dan iPad) masih tetap memakai Processor buatan Samsung.

Samsung juga masih mendominasi dunia dengan beragam merek telepon pintar. Gempuran seri termurah dan termahal membuat dunia tak bisa berkata banyak. Memang tidak ada yang dapat memungkiri sampai kapan Samsung bertahan dengan kedigdayaan mereka. Satu poin yang harus digarisbawahi; karena Samsung Asia menguasai dunia!


Senjata Kedua
Senjata kedua Korea Selatan justru lebih mampu menghipnotis lebih banyak orang. Dunia hiburan yang terstruktur mampu mengangkat lagu-lagu berbahasa hangul disukai anak-anak muda. Tak hanya grup band, penyanyi solo yang menghibur jutaan mata di seluruh dunia. Drama seri Korea Selatan juga mempunyai sisi cemerlang menarik minat penonton.

Dunia hiburan Korea Selatan terus berkembang seiring dukungan pemerintah. Pejabat setempat secara langsung menegaskan K-Pop sebagai “alat” supaya dunia luar mengakui keberadaan mereka. Dukungan pemerintah tak hanya membuat dunia hiburan semakin kokoh. Pelakon seni berbondong-bondong memperkenalkan kebudayaan mereka melalui bahasa maupun budaya. Bahasa hangul seakan telah menjadi bahasa internasional. Lagu-lagu dari grup band ternama di putar di mana-mana. Siapa yang tidak kenal Super Junior, Girls Generation, 2PM, 2AM, miss A, BoA, Kim Soo Hyun, Rain, Song Hyo Gyo, dan deretan orang terkenal lainnya.

K-Pop dan K-Drama telah menghipnotis penggemarnya sehingga berbondong-bondong orang ke Seoul. Saya sendiri belum pernah ke Korea Selatan. Namun satu hal yang pasti, kebudayaan mereka benar-benar memikat. Suguhan menarik langsung terasa begitu turun dari pesawat di Bandara Incheon. Konsep kota Seoul yang rapi. Tempat-tempat wisata yang menarik; seperti sungai Cheonggyecheon di pusat kota sampai panorama Pulau Jeju.

Di sinilah letak kerja sama pemerintah Korea Selatan dengan dunia hiburan. Tertulis atau tidak, Pemerintah menyulap tempat-tempat umum menjadi menarik seperti yang terlihat di layar kaca.

Dari tiada menjadi ada. Sesungguhnya, perang yang dibidik Korea Selatan sangat melankolis. Negara ini sangat lembut menyongsong peluru. Tetapi peluru-peluru yang mereka tancapkan mengena bidikannya. Korea Selatan menjadi negara yang memegang peranan penting di dua elemen tersebut di atas. Bandingkan dengan Korea Utara yang masih membatasi warga negaranya untuk maju lebih banyak langkah. Saat ribuan warga Korea Selatan berbondong-bondong mendaftarkan bakat mereka di agensi hiburan, warga Korea Utara bahkan belum mampu mengeja dengan benar. Saat lulusan terbaik Korea Selatan mendaftarkan diri sebagai calon karyawan Samsung, warga Korea Selatan masih dibatasi menggunakan komputer.

Dua negara satu bahasa. Dalam keadaan perang dingin. Sama-sama kuat di berbagai bidang. Lembut versus garang. Membuat dunia takut di luas negara tak lebih besar di pulau Jawa. Lalu, bagaimana dengan Indonesia yang kaya SDM dan SDA?
***

Sumber:
Bandara Incheon à http://www.airport.kr/
LG à www.lg.com
Samsung à www.samsung.com

4 komentar:

  1. Ini untuk lomba bai, soalnya banyak banget sumbernya

    ReplyDelete
  2. korsel memang sudah sangat jor-joran.
    selain dari k-pop, teknologi mereka juga canggih canggih banget. belum lagi perindustrian filmnya. saya sendiri termasuk penikmat film korea :))

    ngomong-ngomong, followback blog dong. hehehe

    ReplyDelete
  3. @i Jeverson:
    Iya. Mereka kerja keras supaya lebih dikenal dunia.

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90