Top Ad 728x90

Thursday, February 26, 2015

, , ,

Ponsel Made in Indonesia, Pantaskah?

Smartphone, Indonesia, Made in Indonesia, TKDN, Tingkat Komponen Dalam Negeri, Rudiantara, Menkominfo


Sumber: seluler.id
Belum lama ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, secara gamblang menyebutkan bahwa mulai tahun 2017, setiap produsen ponsel dunia setidaknya memproduksi 40% komponen di Indonesia. Lalu kita mengenal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).
Kebijakan Rudiantara ini membuat Amerika Serikat panas sampai ke ubun-ubun. Melalui US Trade Representative (USTR), negara yang takut kehilangan banyak dolar itu ingin kebijakan ini dilunakkan. Tampak sekali, Amerika menyepelekan kandungan sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Beragam pendapat dari netizen pun muncul dan menganggap Rudiantara mengada-ada, belum matang membuat kebijakan, kurangnya sumber daya manusia dan lain-lain. (detik.com, 26/02/15).
Benarkah Indonesia belum mampu? Rasanya, kita terlalu pesimis dengan kemampuan diri sendiri. Contoh nyata, dikutip dari Republika (05/07/14), Vietnam merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang memproduksi massal smartphone Samsung. Apakah Vietnam benar-benar sudah sangat matang? Kita jangan meloncat lebih tinggi dengan menyamakan Tiongkok maupun Korea Selatan yang memang basis pembuat smartphone kelas atas dan teknologi informasi yang semakin mumpuni (baca: ekspansi 4G).
Kebijakan yang diketuk palu oleh Rudiantara sedikitnya sudah membawa angin segar pada pemerintah Indonesia. Amerika Serikat tentu saja ketakukat; karena harga produk Apple dan kawan-kawan (jika ada) kebanggaan mereka akan lebih murah nantinya.
Benarkah Indonesia tidak siap?
Kita hanya perlu bersiap menghadapi gempuran besar-besaran dari produsen kenamaan Asia. Toh, smartphone “bagus-bagus” sekarang dari Asia bukan? Menteri Perindustrian masa pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono, Mohamad Suleman Hidayat, menegaskan bahwa Foxconn menjadi salah satu produsen yang menjadi pembuka pembangunan pabrik di Indonesia. Selain perusahaan yang juga memproduksi iPhone maupun iPad itu, Samsung juga akan membangun pabriknya di Indonesia. (Tempo.co, 16/08/14).
Rudiantara tidak gertak semata. Salah satu perusahaan yang siap beroperasi di Indonesia adalah OPPO. Pabrikan asal Tiongkok ini bahkan menegaskan pabrik mereka di Tangerang sudah selesai dibangun dan diperkirakan akan beroperasi mulai April 2015.
Lalu apa yang kita takutkan? Lagi-lagi Amerika bukan?
Pemerintah “memaksa” produsen smartphone kelas atas dunia memproduksi 40% komponen (maupun merakit) di Indonesia, bukan tanpa alasan. Hal ini jelas-jelas menguntungkan konsumen yang semakin bertambah di Indonesia.
Pertama, harga smartphone high end yang selama ini sangat mahal besar kemungkinan bisa ditekan harganya. Sebagai konsumen, kita tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menebus gaya hidup maupun informasi teknologi terbarukan. Harga smartphone yang diimpor sangat bergantung pada pajak maupun nilai tukar dolar. Masihkah kita didikte oleh harga dolar yang naik-turun?
Kedua, terciptanya lapangan kerja. Ini penting bagi masyarakat yang belum hidup berimbang. Dengan hadirnya pabrik dari semua produsen yang ingin jualan di Indonesia maka lapangan kerja terbuka lebar bagi sumber daya manusia yang hebat di negeri ini.
Ketiga, smartphone yang diproduksi di Indonesia bukankah diekspor ke luar negeri? Dalam hal ini, siapa yang mendapat keuntungan?

Semakin hari, kebutuhan sebuah ponsel pintar terus meningkat. Kebijakan pemerintah ini sangat menguntungkan konsumen dari sisi pemakai. 

6 komentar:

  1. ah, gue rasa indonesia mampu. anak mudanya itu sebenernya luar biasa pake banget, cuma pemerintahnya aja yang menutup mata..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mas. Kesempatan sdh terbuka lebar skrg. Tinggal merealisasikan dan kita dukung saja. Selama ini pihak asing selalu menginvestasi negara kita shngga jd boneka sebenarnya dgn membeli produk harga mahal.

      Delete
  2. Indonesia, kalau kasus korupsi gak mendarah daging, kurasa udah kapan2 bisa kayak China, secara sama-sama negara dengan penduduk yang banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Inilah yang ditakutkan. Produsen besar mana mau uang mereka raib entah kmn.

      Delete
  3. Indonesia pasti bisa memberikan yang terbaik :)

    ReplyDelete
  4. @Fikri Maulana:Iya. Kita harus yakin dengan semua itu :)

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90