Top Ad 728x90

Wednesday, April 29, 2015

Lupakan Saja Indonesia, Mbak Anggun!

Hukum, Narkoba, Hukuman Mati, Indonesia, Anggun C. Sasmi, Mantra, Snow on Sahara, Tua-tua Keladi, Perancis.

Sumber: Wikipedia Indonesia
Lagu Mantra, menyentak telinga. Lagu Tua-tua Keladi pernah menjadi hist di Indonesia pada tahun 1990-an dan langsung melambungkan nama penyanyinya menjadi penyanyi papan atas. Lagu Snow on Sahara mengangkat nama perempuan Jawa ini menjadi salah seorang penyanyi Asia yang dikagumi dunia. Lantas, apakah perjalanan penyanyi ini mulus-mulus saja?

Anggan C. Sasmi salah satu penyanyi “kebanggaan” Indonesia di kancah internasional. Anggun rela melepas kewarganegaraan demi sebuah mimpi dunia tarik suara global. Anggun mengubah jati diri menjadi warga negara Perancis untuk memuluskan mimpinya. Namun, Anggun terus berkoar-koar bahwa dirinya sebagai perempuan Indonesia yang telah membanggakan negeri kita.

Saya, seorang awam yang tidak tahu apa-apa mengenai gelagat dunia hiburan, terbuai saja dengan rayuan manis musik Anggun. Pernikahan Anggun dengan seorang laki-laki Perancis juga bukan jadi soal. Saya turut bangga dengan kiprah Anggun di dunia internasional. Nama Indonesia dibawa-bawa ke acara musik dunia. Benarkah demikian?

Anggun tetaplah membawa wajah Jawa. Polos. Kulit hitam. Tetapi Anggun tampil sebagai warga negara Perancis. Sikap nasionalisme Anggun saya hitamkan saat penyanyi ini ikut turun ke jalan, mendemo keputusan pemerintah Indonesia yang akan menjatuhi hukuman mati kepada pengedar narkoba. Anggun dengan anggunnya mendobrak paradigma mengenai keindonesiaan dalam dirinya. Saya mencatat. Anggun bukanlah Indonesia. Anggun tak bangga menjadi warga negara Indonesia. Anggun mencoreng nama baik Indonesia yang bermartabat. Berbudi pekerti luhur. Mati-matian memperjuangkan kenyamanan di Indonesia yang semakin carut-marut. Tahu apa Anggun C. Sasmi mengenai narkoba? Penyanyi ini memposisikan dirinya sebagai seorang tersalah, seakan-akan dirinya adalah korban, penyanyi ini lupa tentang Indonesia yang masih menghidupi nyawanya (contoh tampil di beberapa program televisi, termasuk juri X Factor Indonesia 2013 yang digadang-gadang dibayar sangat mahal). Anggun memang manusia yang lupa asal-usul. Melenggak-lenggok dalam dingin dan panas Paris. Mencari rejeki di negeri bebas. Lupa kehancuran negeri sendiri.

Lupakan saja kami, Mbak Anggun yang terhormat. Perbanyak saja penggemar di seluruh dunia. Menetap saja di Perancis – bahkan di dunia asing lain – dan jangan berpaling pada Indonesia yang ramah dan kaya sumber daya alam.

Tinggalkan saja Indonesia, Mbak Anggun dengan bijaksana. Jangan pernah membawa-bawa nama Indonesia di mana pun Anda berada, karena Indonesia tak butuh kekuasaan Anda di dunia hiburan. Indonesia tetap hidup ditengah perang. Indonesia tetap bernyawa walaupun bencana banyak menghadang. Indonesia tetap tersenyum karena anak negeri masih berwibawa menjaga nasionalisme mereka. Di hati terdalam. Tak tergadaikan oleh isu murahan.

Oh, benarkah Mbak Anggun menganggap narkoba bukan masalah murahan? Seorang saja Anda selamatkan dari pengedar obat haram ini, ribuan anak negeri mati tiap saatnya. Pengedar narkoba bebas terbang ke negeri di atas awan. Pecandu narkoba meradang dalam kesakitan. Keputus-asaan. Keperihan. Keprihatinan terhadap hidupnya yang terengut.

Mati satu orang, Mbak Anggun. Itu lebih baik. Narkoba merebut masa depan anak muda negeri ini, Indonesia yang telah Anda gadaikan dengan keegoisan. Narkoba menghamili perut kosong dengan organ reproduksi mahahebat diberikan Pencipta. Narkoba mengambil semua bahagia. Narkoba menggenggam erat tubuh bongsor sehingga kurus kering. Narkoba tidak pernah membuat generasi bermartabat menjadi penyanyi hebat seperti Anda, Mbak Anggun!


Mbak Anggun, lupakan saja. Jangan ingat-ingat Indonesia. Di sini, banyak petaka. Ada jadi tiada. Tiada jadi ada. Toh, Anda bukan warga negara Indonesia, bukan? 
***

Begini Cara Buat Foto ala #InstagramInHand

Di Instagram kini sedang ramai foto dengan tangan yang seolah menggenggam tampilan antarmuka jejaring sosial tersebut dan diberi tagar #InstagramInHand. Bentuk dan tampilannya beraneka ragam tergantung kreativitas sang pembuat. Anda ingin ikutan tapi bingung buatnya? Nah, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini. Sangat mudah saja, berikut langkahnya.
Pembuatan foto ini memerlukan bantuan sebuah aplikasi foto dengan fitur membuat dua foto menjadi satu atau dalam istilah fotografi disebut Double Exposure. Selama aplikasi yang Anda unduh bisa menjalankan itu, maka foto ala #InstagramInHand akan dapat dibuat. Salah satu aplikasi foto yang bisa di coba ialah PicsArt yang bisa diunduh secara gratis di Android dan iOS.
Persiapkan hal-hal berikut sebagai bahan pembuatan foto ala #InstagramInHand. Pertama ialah foto tangan Anda yang seolah-olah sedang menggenggam sesuatu dan satu foto lagi ialah screenshot halaman Instagram atau lainnya. Dengan mengunakan aplikasi PicsArt, masuk ke menu edit dan pilih foto pertama yakni foto tangan. Kemudian Add foto berikutnya, yakni laman Instagram atau lainnya, lalu atur posisinya biar seolah-olah tangan Anda sedang menggenggam foto kedua.
Berkreasilah dengan memainkan opocity dan transparansinya dengan hasil sesuai keinginan Anda. Foto screenshot juga bisa diatur warnanya dengan memilih mode normal multiply, overlay, screen, darken, lighten dan add. Kalau sudah selesai, disimpan dan siap dishare ke Instagram atau media sosial lainnya. Selamat mencoba.
Sumber: Pricebook
Perbandingan harga terbaik di Indonesia di Pricebook.co.id

12 komentar:

  1. masalah hukuman mati ini saya masih mempelajari sedikit demi sedikit. yang jelas, kalos ecara hukum Indonesia, itu diperbolehkan. ada dalam KUHP.

    kalo tentang mbak Anggun, dia penyanyi idola saya sejak dulu, dan dia juga sudah pindah kewarganegaraan beberapa tahun lalu. jadi warga prancis. entah tindakannya kali ini benar atau tidak (karena saya juga gak tahu kebenaran sebenarnya), yg jelas lagu-lagunya tetap ada dalam playlist hp saya. tapi bajakan hasil donlotan. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut pemahaman saya yang awam Mas, Islam juga menerapkan hukuman yang serupa.
      Pada dasarnya kasus yang mendapt hukuman mati itu karena terpidana telah ditelaah lebih lanjut mengenai hal serupa. Seberapa besar pengaruh kesalahnnya terhadap masyarakat. Kasus narkoba misalnya, pengaruhnya besar sekali pada masyarakat, membunuh perlahan-lahan. Coba saja ke panti rehabilitasi, lihat merka yang benar-benar pecandu, kasihan dan iba, masa depan tak ada lagi dan badan sakit-sakitan. Kalau langsung meninggal lebih baik, ini malah meninggal perlahan-lahan melawan sakit luar biasa.

      Soal Anggun, saya menyayangkan sikapnya karena dia selalu membawa-bawa darah Indonesia ke mana-mana. Silahkan saja dia berlagak Perancis, namun lupakan Indonesia, move on.

      Delete
  2. tulisan yang anti mainstream :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah Yudi. Menyikapi saja. Supaya tidak tidak menggadaikan harga diri untuk kesuksesan sesaat.

      Delete
  3. Pusing saya masalah ini, banyak kali pro dan kontra, hahaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Pembela itu rata-rata mereka yang lupa jati diri, tidak pernah melihat dampk dari narkoba. Membela 1 orang namun mengorbankan ribuan orang. Negara lain banyak yang melakukan hal serupa namun tak disorot dunia karena ketegasan penguasa. Kali ini, penguasa tegas, rakyatnya sok tahu semua. Saya malah berharap, mereka yang membela pengedar narkoba itu, kena imbasnya, ada keluarganya yang jadi pecandu kelas berat. Sudah baca surat terbuka seorang istri yang suaminya pecandu narkoba? Begitulah pedihnya hidup ini.

      Delete
  4. Salam kenal.. judulnya membuat saya terseret ke sini..

    iya, lupakan saja Indonesia, Mbak anggun, tapi jangan lupakan saya.. hheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak.
      Toh, Anggun belum bisa move on bukan? Saya berharap Anggun sendiri yang jadi pecandu narkoba!

      Delete
  5. saya gak ikutin berita nasional nih. Tapi kemarin sempet denger.. penundaan ini karena kan dilakukan penyelidikan mendalam kan ya? CMIIW

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagian sudah dieksekusi Mbak.
      Saya mengambil kesimpulan menarik dari masalah ini, sikap tegas pemerintah kali ini, jangan sampai seprt terdahulu mau didikte negara lain, padahal Malaysia dan Singapura telah melakukan hukuman mati jauh sebelum Indonesia melakukannya.

      Delete
  6. Replies
    1. Salam kenal kembali, mas. Semoga bermanfaat ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90