Top Ad 728x90

Sunday, April 19, 2015

,

Menikmati Kopi Terbalik di Meulaboh

Wisata, Aceh, Kopi Terbalik, Kupie Khoep, Kupie Khop, Kopi Aceh

Sebentar lagi akan senja di Minggu menyengat. Langkah lunglai tak tentu arah ingin segera dimanjakan. Tubuh lelah membutuhkan formalin secepatnya agar mampu bergerak melakukan hal-hal lain. Kota Meulaboh yang kecil membuat pikiran buntu. Warung kopi ini. Warung kopi itu. Hampir semua warung kopi berinternet gratis sudah dijajaki di Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat. Perlu rasanya duduk santai tanpa memandangi laptop. Perlu senang-senang bersama teman-teman yang terlampau penat mengejar udara hampa di sana-sini. Penat perlu dibumbui dengan canda tawa. Tak ada laptop. Tak ada debat bahan bakar minyak yang naik kian meresahkan. Tak ada jari kebas di atas keyboard maupun keypad smartphone lima inci. Hanya senang-senang saja.

Berdua dengan seorang teman yang baru saja lelah meliput berita banjir. Kami mendaki jembatan di atas sungai tak terurus. Terjun bebas dari jalan menanjak ke sebuah warung kopi terisolir. Katanya terisolir, karena di sini tidak ada fasiliti Wi-Fi. Hanya ada gubuk-gubuk kecil dan minuman serta makanan. Area khusus penikmat hari tanpa dibebani masalah ini itu. Tujuan kami berdua juga sama. Melepas masalah. Berhubung teman lain tidak bisa ikut, kami brdua saja di bawah gubuk yang terbuat dari kayu hampir usang dan atap rumbia. Eksotisme di pinggir kota Meulaboh yang dihiasi warung kopi modern, di mana hampir semua orang sibuk online walaupun hanya memesan segelas kopi.

Nah, kopi. Itu dia daya magis mengapa kami melancong ke Waroeng Kenangan. Warung kopi tradisional ini termasuk salah satu warung kopi populer di Meulaboh. Selain tempat nongkrongnya yang terdiri dari gubuk-gubuk secara terpisah, juga menu yang ditawarkan beragam. Para pengunjung terdiri dari muda-mudi serta keluarga. Kita bisa memilih tempat sesuai selera, menghadap ke sungai, ke pinggir laut, selama masih kosong. Jangan salah, warung kopi ini sering kali penuh setiap akhir pekan.

Daya tarik pertama adalah kupie khoep. Anda belum pernah dengar? Jika tinggal di Aceh tentu saja sangat paham dan tahu artinya. Kopi Terbalik. Bukan kopinya yang dibalik. Bukan pula aroma kopinya yang diubah. Bukan pula pahit. Bukan pula sangat manis. Kopi terbalik ini terletak pada penyajiannya saja. Jika gelas kopi biasanya terbuka ke atas, maka kopi terbalik permukaan terbuka itu diarahkan ke bawah, menyatu dengan piring. Untuk menikmati kopi terbalik, sederhana saja, Anda cukup meniup di setiap sisi piring, maka kopi akan keluar dari persembunyiaannya. Kopi yang keluar dari gelas terbalik itu sudah hangat diminum dengan pipa plastik kecil.
Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra
Seorang pelayan muda menghampiri kami di gubuk paling sudut. Pelayan itu menawarkan dua rasa Kupie Khoep. Biasa atau nenen. Biasa artinya kopi campur gula. Nenen mempunyai arti yang vulgar dalam budaya Aceh. Secara kasar, kopi terbalik rasa nenen itu adalah kopi susu. Jangan heran jika Anda mampi ke warung ini. Pelayannya tetap akan bertanya demikian. Kami memesan si nenen karena rasanya akan lebih nikmat dicampur susu. Namun, jangan khawatir, untuk Anda yang tidak bisa minum kopi dengan alasan pencernaan (sakit lambung misalnya), Anda bisa memesan minuman lain. Kelapa muda bisa jadi alternatif. Atau aneka juice. Atau teh panas, teh dingin, boleh-boleh saja.Selain ciri khas yang kental ini, kopi terbalik merupakan kopi yang dibuat dengan bubuk kopi terbaik Aceh. Kental dan pahit. Anda bisa bergadang sampai pagi jika tidak sanggup menahan pengaruh kafein ini. 

Kami juga memesan tahu goreng. Tahu ini juga merupakan makanan khas warung kopi pinggir sungai ini. Tahu goreng ini merupakan campuran tahu, telur rebus dan timun, lalu dicampur dengan kuah kacang dan kecap. Selain tahu goreng, Anda juga bisa memesan rujak Aceh maupun mie Aceh.

Pesanan kami datang. Saatnya menikmati senja bersama kopi terbalik, kelapa muda, dan dua piring tahu goreng. Tentu saja kami berbagi sesuai pesanan masing-masing.


Akhir pekan yang menyenangkan. Tidak perlu mahal. Anda cukup mengeluarkan empat ribuan untuk kopi terbalik biasa, lima ribuan untuk kopi nenen, lima ribuan untuk kelapa dan delapan ribuan untuk sepiring tahu goreng. Anda tertarik? Kami tunggu di Meulaboh! 
Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra
Photo by Bai Ruindra

10 komentar:

  1. Tempatnya keren, Aroma kopi memang akan lebih enak kalau ditambahkan susu. titip salam buat si nenen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Rudhy. Kopi memang bikin candu bukan? Apalgi jika tempat menarik dan cara penyajian yang pas :)

      Delete
  2. Saya suka kopi, dan kemaren saya liat tv, tentang kopi tarik aceh. saya pengen coba, tapi saya jauh dari aceh mas :((
    itu yang di piring namanya apa mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ke Aceh, nanti ditemani minum kopi tarek :)

      Delete
  3. Ah.. Jadi kangen nyesap kopi lagi.. Aku baru cobak kopi Gayo, belom cobak kopi Meulaboh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Kopi memang nikmat kan? Penuh candu :)

      Delete
  4. Replies
    1. Begitulah. Ayo coba siapa tahu ketagihan :)

      Delete
  5. yang saya heran, itu kopi apa gak keluar dari gelas?
    emanknya menyatu ke piring ? sudah dilengketkan?
    kalo tidak, pasti bocor lah dari samping2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak Mas. Kopi itu akan keluar jika ditiup. Asal jgn diangkat gelasnya bisa tumpah semua. Jika mau diangkat balik lg. Ini sm dgn permukaan gelas kita tutup ttp ditelungkupkan.

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90