Top Ad 728x90

Saturday, May 2, 2015

Mengapa 2 Mei Tidak Libur?

02 Mei, Hari Pendidikan Nasional, Hardiknas, Guru, Hari Guru, Ki Hajar Dewantara

Sumber: Google Indonesia

Apakah 2 Mei tidak begitu penting bagi masyarakat Indonesia?

Apakah 1 Mei lebih penting?

Apakah konstribusi buruh lebih besar dalam berbagai sektor?

Apakah guru tidak memiliki konstribusi apa-apa dalam mencerdaskan bangsa?
Kita mengenal Ki Hajar Dewantara, sosok pemikir Indonesia yang menjadikan negara kita lebih bermartabat di mata dunia. Ki Hajar Dewantara, satu orang dari sekian banyak tokoh perubahan Indonesia. Perjuangan memperjuangkan pendidikan selayaknya mendapat apresiasi lebih besar dibandingkan hari lain. 2 Mei kemudian dideklarasikan sebagai hari pendidikan nasional, di mana akar pengambilan ini dari tanggal lahir sang tokoh.

Karena apa?Pendidikan dimulai sejak lahir sampai tak batas waktu, kecuali sudah meninggal. Pembelajaran yang berlangsung tidak hanya di bangku sekolah, namun sepanjang perjalanan di mana individu tersebut sadar akan pentingnya perubahan dalam hidup.

2 Mei jauh lebih penting dibandingkan 1 Mei yang dirayakan oleh masyarakat seluruh dunia. 2 Mei setidaknya melahirkan demo besar-besaran di 1 Mei. Buruh tak lain adalah mantan pelajar. Buruh adalah mereka yang melalui proses pembelajaran sampai sarjana. Setiap orang yang berprofesi sebagai buruh adalah mereka yang memegang ijazah setidaknya tingkat SMA. Ijazah itu didapatkan setelah selesai proses belajar mengajar selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, tanpa adanya guru maka buruh yang selalu menuntut kenaikan gaji setiap tahunnya itu bukanlah pekerja di perusahaan-perusahaan yang mengontrak mereka. Guru justru memegang peranan penting dalam mengantarkan seseorang menjadi buruh, seseorang yang mampu mengebrak jalan di hari yang dikenal mayday.

Begitulah. Ketika konteks yang sebenarnya terganti dengan konteks yang mementingkan ego sendiri. Buruh sudah terlalu manja sehingga meminta ini dan itu, lupa diri bahwa asal mula menjadi buruh setelah diajarkan satu huruf maupun baik buruk oleh seorang guru.

Guru tidak meminta 2 Mei diliburkan. 2 Mei malah diadakan upacara bendera dengan khidmat, bukan merayap ke jalan raya untuk menuntut beragam keinginan. Jangan salah, di antara mereka yang bertugas sebagai guru tidak semua pegawai, terdapat guru honor yang bekerja dengan ikhlas tanpa gaji tetap seperti buruh yang menerima upah sesuai UMP yang berlaku di suatu provinsi. Padahal tugas dan tanggung jawab guru jauh lebih besar. Satu kata salah, sampai akhir hayat anak didik akan memahami kesalahan tersebut sebagai pembenaran. Guru memang "bekerja" setengah hari, namun sepulang dari sekolah juga memiliki tugas tambahan - menyiapkan bahan ajar, perangkat pembelajaran maupun memeriksa hasil ulangan dan lain-lain. Tanggung jawab guru menyangkut "nyawa" seorang anak didik; masa depan dan hari bahagia. Guru memahami karakter anak didik sehingga mampu diarahkan ke bakat dan minat sesuai kemampuan.


Masihkan guru diabaikan? Jika benar, minta maaflah pada guru yang telah mengajarkan Anda, sehingga menjadi hebat tak terkira.

Cara Mengoneksikan Perangkat Android ke TV

Meski smartphone atau tablet Android memiliki ukuran layar cukup besar, namun kadang kala masih terasa kurang. Terlebih saat ada konten menarik dan ingin menyaksikannya bersama teman-teman. Terbayang bukan, layar 5 inch dilihat oleh lima orang atau lebih. Solusinya, mencari layar yang lebih besar, yakni TV. Persoalannya, bagaimana mengonkesikan perangkat Android ke TV? Caranya cukup mudah kog. Berikut Pricebook paparkan triknya;
Ada dua opsi yang dapat dipilih. Petama menggunakan kabel dari perangkat smartphone atau tablet yang dikoneksikan ke TV. Kedua memakai koneksi wireless dari teknologi Miracst Google. Mana yang tepat untuk Anda, dapat mencari tahu lewat pertanyaan berikut
  1. Apakah smartphone dan TV mendukung Miracast?
  2. Apakah smartphone atau tablet memiliki port output video? Tipenya seperti apa?
  3. Apakah Anda bersedia membayar sebuah dongle, jika TV tidak memiliki dukungan pada teknologi Miracast?
Berbekal jawaban di atas Kita akan masuk ke tahap selanjutnya.
Koneksi kabel
Kabel HML
Anda memerlukan kabel yang sesuai untuk ponsel Anda. Opsinya adalah:
  1. Micro HDMI ke HDMI.
  2. MHL. Kabel ini memiliki dua konektor, MicroUSB ke HDMI. Pastikan pula smartphone mendukung fitur MHL, karena tidak semuanya menyediakan dukungan teknologi ini.
Perlu juga diperhatikan, untuk melakukan koneksi melalui kabel, pastikan perangkat Anda sudah menggunakan Android versi 4.2 ke atas. Barulah hubungkan perangkat Android ke televisi menggunakan kabel yang sesuai. Seketika apa yang ditampil di layar Android akan kita liat di televisi. Pindah ke orientasi landscape agar mengikuti bidang layar televisi sehingga sempurna untuk dilihat.
Miracast
Bila menggunakan Miracast, penyetingannya memang sedikit rumit. Jika televisi tidak memiliki fitur Miracast. Maka kita membutuhkan Miracast dongle atau receiver. Setelah itu, kita harus membuka Setting pada perangkat Android. Lalu pilih Display > Wireless Mirroring or Cast Screen. Ubah ke posisi On. Tunggu beberapa saat, kita akan melihat daftar jaringan Miracast dari televisi atau dongle. Setelah menekan jaringan Miracast yang sesuai, perangkat Android akan menstabilkan koneksi, tunggu beberapa saat. Semua tampilan di layar Android akan kita lihat di televisi.
Opsi Lain
  • All share
  • Chromecast
  • Wi-Di
Samsung memiliki AllShare Play yang dapat berbagi layar secara wireless antara ponsel/tablet dan televisi yang mendukung. Google mempunyai perangkat bernama Chromecast yang merupakan receiver wireless yang dicolokkan ke televisi dan dapat terkoneksi WiFi. Memungkinkan Anda melakukan streaming ke TV dari berbagai jenis ponsel, tablet, komputer dalam satu jaringan. Kemudian Intel Wireless Display atau Wi-Di yang memungkinkan pengguna perangkat Android ke TV atau proyektor untuk berbagi konten musik, foto, video dan lainnya.
Sumber: Pricebook
Perbandingan harga terbaik di Indonesia di Pricebook.co.id

12 komentar:

  1. kalau demikian buruh dan guru harus sekata, merahkan tanggal di awal Mei selama 2 hari. Tentu pekerja dan siswa serta merta mahasiswa akan bahagia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga bahagia mas, kini libur 2 hari, hahahah

      Delete
    2. Benar Aulia. Mungkin bisa dipertimbangkan pemerintah ya, bukan soal liburnya namun soal kebersamaan, bukan membeda-bedakan profesi. Toh, guru merayakan Hardiknas bukan?

      Delete
    3. Barangkali tahun depan sudah beda, Sabda, tidak bertepatan Jumat-Sabtu :)

      Delete
  2. hayyah.. sebenarnya nggak perlu libur sih bang. yudi aja bingung kok 1 may malah libur. sedangkan hari2 peringatan lainnya nggak.. apakah di balik ini semua ada sebuah konspirasi politik? hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu, karena apa 1 Mei libur? Apakah penting sekali "buruh" itu dimanja? Sedangkan mereka jadi buruh karena pernah diajarkan "membaca" oleh guru di sekolah?

      Delete
  3. 1 mei sengaja diliburin buat demo2 ala2 gitu kayak nya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin benar demikian Mas. Tapi apakah hidup ini harus demo-demo saja? Bukannya mensyukuri itu lebih baik dari pada terus meminta?

      Delete
  4. kan tanggal 2 memperingati hari pendidikan. masa hari pendidikan semua siswa/i nya libur -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibaratnya saja, Mas. Lebih tepatnya, saya ingin menegaskan siapa lebih penting, guru atau buruh?

      Delete
  5. Replies
    1. Mau apalagi Mas. Lebih senang malah banyak libur :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90