Top Ad 728x90

Sunday, May 17, 2015

, ,

Mengusir Rohingya

Rohingya, Myanmar, Bangladesh, Aceh, Indonesia, Pengungsi, Migran, PBB, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Malaysia, Usir, Malaysia Usir Rohingya, Merdeka, Kemanusiaan, Kopi Aceh, Perang, Islam, Muslim, Puasa, Ramadhan, Shalat.

 
Sumber: Sukan Star TV
Bagaimana jika kita yang terusir?

Terkatung-katung di lautan lepas, panas membakar seluruh tubuh, tanpa bahan makanan, pakaian seadanya, berlayar tanpa tujuan, tanpa arah pasti, tanpa kompas yang menata mata angin, tanpa tahu ke mana hidup akan berlabuh, tanpa mengerti dunia mana yang sanggup menampung, atau terus mengapung di atas laut, menanti hiu buas atau cumi-cumi raksasa menenggelamkan kapal, lantas tercelup ke dingin air laut untuk sekian lama, berenang ke sana-sini tak bisa ditafsir mana arah daratan sebenarnya…, tenggelam dan jadi mangsa punggawa lautan!

Lalu, seorang netizen menulis di akun media sosialnya, lebih kurang begini, “Malaysia sudah usir pengungsi Rohingya, mengapa Aceh tak bisa?”

Status media sosial tersebut tidak menjelaskan detail kejadian, barangkali mengacu pada pendapat Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia, Wan Junaidi Jafaar “Apa yang kalian harapkan di sini? Kami hanya menyampaikan pesan yang tepat bahwa mereka tidak diterima di sini!” Sedangkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir menengaskan “Indonesia tidak menaikkan mereka ke kapal dan mendorong mereka keluar atau menyebar mereka ke 17 ribu pulau kita. Kita menganut prinsip hak lintas damai di daerah Selat Malaka. Kita tidak mengusir mereka. Di Daerah Selat Malaka kita menganut prinsip hak lintas damai. Siapa saja boleh melintas di sana!” dilansir oleh Merdeka.com dari The Guardian (14/5/15).
Sumber: Sukan Star TV
Usir saja!

Manusiawikah itu?

Pernah tidak kita berpikir, berapa lama mereka terlunta-lunta di lautan sebelum sampai ke Aceh?

Biarlah mereka meneguk secangkir kopi Aceh!
Sumber: Facebook Nurdin Hasan
Dunia telah menutup mata kepada mereka – karena mereka muslim, karena mereka percaya Muhammad, karena mereka menyembah Allah, karena mereka membaca al-Quran, karena mereka ingin menunaikan ibadah haji, karena mereka berpuasa di bulan Ramadhan, karena mereka ingin berzakat di saat harta tak ada, karena mereka….

Biarkan mereka mencicipi nasi yang ditanak dalam kuali orang Aceh!
Sumber: Facebook Nurdin Hasan
Sebentar saja. Toh, mereka tak perlu diusir. Mereka akan diusir sendiri oleh waktu, jika pemerintah Indonesia tidak memberi suaka.

Banyak orang mengagung-agungkan kemanusiaan, namun ketika kemanusiaan itu direngut malah menyoraki ajakan donatur. Orang-orang ini hanya hidup dari upah yang diberikan pihak luar sehingga dapur mereka mengepul. Bahkan, lembaga besar dunia saja, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), baru sekarang mengeluarkan suara, meminta tolong pada Aceh, pada Indonesia, untuk menjaga mereka yang datang dari Myanmar maupun Bangladesh. PBB baru terbuka mata ketika nelayan Aceh menarik tangan para pengungsi ke tanah bekas tsunami. PBB telah menganak-tirikan mereka ketika ditumpas habis-habisan oleh mereka yang benar di negara sendiri. Dua bulan mereka terkatung-katung di lautan setelah mengalami pembantaian. PBB diam saja waktu mereka dipenggal di negara sendiri.

Dikutip dari BBC Indonesia, dari pengungsi yang terdiri dari laki-laki, perempuan, anak-anak, terdapat 421 orang dari Bangladesh dan 252 dari Myanmar. Mereka telah dihalau oleh angkatan laut Thailand dan Malaysia untuk tidak masuk ke daerah perairan mereka. Namun informasi lain ada yang menjelaskan 600 orang sampai 1080 orang pengungsi secara keseluruhan. Pengungsi ini akan terus bertambah karena masih banyak pengungsi lain yang mengapung di lautan lepas.

Coba kita lihat peta berikut!
Sumber: BBC Indonesia
Entahlah. Perjalanan laut yang terlalu jauh untuk mereka yang tanpa bekal. Mereka bukan pelayar dalam kapal persiar. Mereka orang-orang terusir dari tanah lahir dan tempat hidup yang sama bahasa dan kebudayaan.

Karena mereka Islam. Apakah Islam itu salah? Apa yang Islam ajarkan sehingga jadi salah? Apakah Rohingya merusak hidup orang lain? Menganggu pemerintah dengan demo besar-besaran, menuntut dikayakan, menuntut rumah mewah, menuntut hidup makmur, menuntut apa saja.

Dan kita, orang-orang yang beranggapan untuk mengusir mereka, juga orang Islam.
Sumber: Sukan Star TV
Jangan takut, tanah Aceh tak akan pernah didiami oleh mereka dalam waktu lama. Mereka berteduh untuk menenangkan jiwa dan raga. Mereka berterima kasih kepada kita yang telah mengizinkan mereka menginjak tanah setelah hanya melihat air di sejauh mata memandang. Mereka tak akan lupa makanan dan minuman yang kita berikan, jika mereka dikembalikan ke negara antah berantah, jika Myanmar dan Bangladesh tidak menerima mereka kembali.

Aceh adalah Islam. Menyentuh Islam sama dengan menyentuh Aceh. Parang akan diangkat. Jambu runcing siap dilempar. Tenaga akan dikerahkan.

Nelayan Aceh telah berbuat lebih besar dari kita yang cuma “pandai” di media sosial. Nelayan Aceh yang cuma tahu ikan dan jalan itu lebih berperikemanusiaan dari pada kita yang mempelajari nilai-nilai kemanusiaan sampai perguruan tertinggi. Nelayan Aceh lebih besar nyali dibandingkan kita yang kaya harta benda, nelayan itu menolong saja walaupun tak tahu harus memberi makan apa pada mereka, asalkan sampai ke darat, tak lagi meradang dalam perih di tengah lautan.

Nelayan Aceh itu, mereka pahlawan. Anggap saja mereka yang protes sebagai candu kopi. Semakin diteguk semakin melenakan. Habis masa aktif kafein rasa kopi pun terlupa.

Nelayan Aceh itu, tolonglah sesuai kemampuan, berikan sesuap nasi kepada mereka, teteskan sepercik air untuk melepas dahaga mereka.


Nelayan Aceh itu, ini bukan proses mencari nama, inlah proses kemanusiaan sebenarnya. Jangan pikirkan ke depan mereka (Rohingya) akan merampas tanah Aceh. Aceh adalah Aceh. Perang telah dilalui. Tsunami telah diatasi. Mari berbagi, pada Rohingya yang sebentar lagi pergi! 
Sumber: Facebook Nurdin Hasan
***
Mari terlibat bersama kami membantu imigran Rohingya melalui:

Dompet Dunia Islam
Bank Muamalat 340.0000.482
atas nama YAYASAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA

Sahabat juga dapat berdonasi menggunakan kartu debit, kartu kredit, akun paypal atau ipaymu melalui portal pembayaran donasi online Dompet Dhuafa di: http://donasi.dompetdhuafa.org

21 komentar:

  1. *cry
    Tulisan yang seharusnya dibaca dengan hati oleh setiap umat Islam. Teruslah berjihad. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Isni. Cm ini yg bisa diberikan kpd mrka :)

      Delete
  2. Sangat bagus, perlu dibaca oleh semua orang. lanjutkan, sobat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Irsyad. Semoga bermanfaat.
      Silakan, mngkn lbh bermamfaat jika dishare dgn dibaca byk orng.

      Delete
  3. Replies
    1. Terima kasih, Angkasah. Semoga bermanfaat dan mereka diberi ketabahan di sana :)

      Delete
  4. Ya Allah mereka para nelayan jauh lebih mulia drdapda yg berdasi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Pangkat dan jabatn bukan segala bukan. Orng-orang pintar cm bisa bicara tak berbuat banyak.
      Terima kasih sudah mampir, Mbak.

      Delete
  5. Ya mas sesama muslim kita msh ada hati utk berbuat yg manfaat bgi sodara seiman kusus nya

    ReplyDelete
  6. Sedih yah, semoga Allah selalu melindungi mereka :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak. Semoga Allah memberikan imbalan setimpal pada mereka yang menolong dan menabahkan hati mereka yang tertindas. Terima kasih telah mampir....

      Delete
  7. Alhamdulillah ya Allah..mereka di terima di Nanggroe Aceh...
    Kami Aceh akan selalu menolong orang yg kesusahan apalagi saudara kami yg Islam..
    myanmar dan banglades adalah saudara kami juga..kami akan sekuat tenaga menolong kalian...Ini Aceh...jika ada agama fanatik yg memperkeruh Aceh atau Islam...maka mereka akan salah tempat...Aceh adalah Islam SEURAMO MEKKAH...
    Dan jika ada yg menggangu saudara kami di sini/ ATJEH..maka kalian berusan dengan Bambu runcing kami...parang kami..dan senjata kami...kami akan selalu menjaga saudara muslim kami yg tinggal sementara di sini sampai mereka aman...
    (Allahuakbar...allahuakbar..Allah Maha Besar)..

    buat agama yg membantai kaum Muslim tunggu saat kalian di bantai juga...
    kami akan berjihad dan mebalikan kalian dengan kepala di penggal..
    tunggu saat@...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Rama. Mari kita bantu bersama, prtolongan kecil akan membantu mrka.

      Delete
  8. Replies
    1. Terima kasih, Yudi. Singkat dan mendalam komentarnya, hehehe :)

      Delete
  9. Lebih mulia nelayan kita daripada pejabat kita yang berjiwa yahudi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Shaumi. Banyak pula yang koar-koar emosi di media sosial namun tak pernah peka penderitaan orang lain. Begitulah manusia.

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90