Top Ad 728x90

Sunday, June 28, 2015

Enam Pilar Kekuatan Muhammadiyah

Muhammadiyah, Lomba Blog Muhammadiyah, Pilar-Pilar Muhammadiyah, Kekuatan Muhammadiyah, Kemuliaan Muhammadiyah, Pedoman Muhammadiyah, Berdirinya Muhammadiyah, Kapan Berdiri Muhammadiyah, Ketua Pertama Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah

Muhammadiyah!

Siapa yang tidak mengenal organisasi besar Islam ini. Muhammadiyah lahir sebagai pembawa perubahan dalam kemaslahatan umat Islam. Muhammadiyah menginginkan Islam tetap lurus di jalan yang benar dan tidak menyimpang maupun ikut arus pada konsisi sosial masyarakat, lantas melupakan kaidah dasar ajaran Islam yang terpastri dalam al-Quran dan hadist. Organisasi ini cukup lama berdiri di Indonesia. Diprakarsai oleh KH. Ahmad Dahlan, Muhammadiyah berdiri tegak ditengah-tengah kemelut antara umat Islam yang selalu mencari kesalahan maupun pembenaran atas suatu ajaran, walaupun pedoman dari sebuah perdebatan tersebut telah digarisbawahi oleh Islam sejak dulu. Muhamadiyah didirikan pada 18 November 1912 Masehi atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah. Perjalanan Muhammadiyah cukup panjang, 103 tahun lebih dari cukup mengecap pahit manisnya negeri ini, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan sampai dengan era pembangunan besar-besaran hingga kini. Muhammadiyah tak hanya terlibat dalam diskusi mengenai Islam semata, namun juga memberi sumbangsih dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Muhammadiyah lahir bukan atas dasar “main-main” sebuah organisasi. Dasar pedoman lahirnya organisasi ini adalah Surat Ali Imran ayat 104, yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” Cuplikan ayat ini menegaskan bahwa Muhammadiyah melihat adanya penyimpangan-penyimpangan dari ajaran Islam, sehingga perlu adanya “peneguran” dan “pengembalian” kepada yang benar agar umat Islam benar-benar mendapatkan keridhaan Allah.

Organisasi yang telah memiliki anggota lebih dari 50 juta umat Islam ini terus melakukan pembaharuan. Muhammadiyah telah mendirikan rumah sakit, panti asuhan dan sarana pendidikan yang mengedepankan ketakwaan kepada Allah. Hal ini terlihat dari lahirnya sekolah dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Bahkan, perguruan tinggi Muhammadiyah sangat bernyali di negeri ini dan masih diperhitungkan sebagai salah satu perguruan tinggi swasta favorit karena berdiri di hampir wilayah Indonesia.

Muhammadiyah telah sangat dikenal…

Muhammadiyah telah melakukan banyak perubahan yang berdasar pada ajaran Islam. Muhammadiyah telah memiliki pengikut yang setia dan menaati segala peraturan yang telah diatur berdasarkan kesepatan organisasi dan berpedomani pada Islam. Muhammadiyah telah memberi banyak kemudahan bagi umat Islam dalam ruang lingkup besar dan kecil. Tak perlu mencari berita di media massa besar, cukup melihat gerakan yang pernah dilakukan oleh Muhammadiyah dan itu terlihat di mana-mana. Muhammadiyah memegang erat tangan si kaya dan si miskin agar tetap berdiri tegak dalam Islam.

Dan,

Sebagai generasi muda; dikenal sebagai generasi yang melihat, mendengar, dan mengkritisi. Apakah cukup mengamalkan tiga unsur itu saja?

Paling tidak, memberikan pemikiran terbesar untuk sebuah organisasi yang telah menjunjung tinggi kekokohan Islam. Sebuah ide kecil bisa menjadi besar jika diterapkan dengan sebenarnya dan diterima oleh seluruh umat. Melalui artikel ini, saya memberikan ide-ide untuk Muhammadiyah agar terus menjadi organisasi besar yang tak bisa digoyah dengan kepongahan negeri ini. Walaupun, saya sendiri menyadari, Muhammadiyah yang kini diketuai oleh Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, MA. banyak sekali menerima “ejekan” dari pihak luar karena kedigdayaan mereka di lingkungan agama dan sosial.

Sumbangan ide tersebut adalah…

Keharmonisan
Banyak mata memandang; banyak penilaian yang tercetus.

Sebuah rumah tangga yang baik terlihat dari tak pernah pecah piring maupun gelas di rumah mereka. Sebuah organisasi yang baik juga memiliki kaidah yang sama. Satu saja piring yang terlempar dan berserak di lantai, diiringi teriakan maupun pukulan, orang-orang akan mencari tahu. Satu saja tangan membanting meja, setelah itu teriakan membahana, orang-orang juga akan mencari tahu. Penyebab dari semua “kehancuran” tersebut.

Membangun keharmonisan memang tak mudah di saat semua orang ingin menampilkan yang terbaik. Keharmonisan baru muncul disaat pemimpin mampu mengayomi seluruh orang-orang yang dipimpimnya. Keharmonisan sebuah organisasi sangat mencerminkan bahwa organisasi tersebut cukup baik untuk dimasuki. Menjaga agar keharmonisan itu berjalan selaras dengan pemikiran orang perorang yang ada di dalamnya memang tidak mudah. Muhammadiyah telah membuktikan bahwa mereka ada dan bersikap “diam” di dalam rumahnya sendiri. Selama ini, Muhammadiyah selalu menampakkan diri sebagai organisasi yang benar dan berjalan di jalan tengah atau netral. Tidak memihak pada satu atau dua golongan merupakan sebuah tanda yang sangat baik karena tidak akan menimbulkan kisruh lebih panjang setelah itu. keberpihakan pada golongan tertentu akan timbul pecah-belah di dalam organisasi. Keharmonisan yang dijaga luntur dan semua ingin menang dengan pemikiran masing-masing. Sebagian mendukung, sebagian tidak mendukung. Mulai berdebat. Mulai menaikkan suhu tubuh. Mulai mempertahankan ego. Mulai menggertak. Mulai menggebrak meja. Mulai mengacung-acungkan jari. Mulai segalanya.

Hal ini muncul karena keharmonisan tidak dijaga. Landasan terkuat pun tidak bisa menopang pertahanan dalam sebuah organisasi. Keharmonisan lebih baik dijaga dari pada dimunculkan kembali setiap kali ada pertemuan besar. Melahirkan mudah namun menjaga begitu susah.

Kekeluargaan
Keluarga akan harmonis jika keharmonisan telah dijaga. Sifat kekeluargaan memang selalu dijunjung tinggi di manapun kita berdiri. Namun sikap memandang sebelah mata terhadap salah satu atau golongan tertentu bisa menimbulkan perpecahan.

Organisasi itu adalah rumah kedua, keluarga kedua. Organisasi itu membuat rasa aman tak terkira. Jika organisasi tidak memunculkan rasa aman maka orang yang mengalaminya akan mencari aman ke tempat lain.

Muhammadiyah adalah rumah yang membuat aman. Apa yang semestinya diberikan kepada pengikutnya supaya benar-benar aman? Tidak hanya harapan-harapan palsu, tidak hanya jadwal puasa maupun hari raya serentak, tidak hanya fasilitas kesehatan maupun pendidikan bagi mereka yang kurang mampu.

Adalah tempat berlari ketika susah. Muhammadiyah harus memiliki itu. Setiap orang mendefinisikan kata susah menurut keinginan mereka sendiri. Barangkali, ada yang mengatakan susah karena belum makan. Ada pula yang mengatakan susah karena tidak bisa tidur. Macam-macam. Menyediakan tempat yang layak bagi mereka yang mencari perlindungan karena berbagai masalah adalah perkara mudah. Muhammadiyah cukup menganjurkan ke rumah sakit atau ke cabang organisasi yang mengurus beasiswa. Hal ini belum tentu nyaman karena tidak semua orang mencari yang demikian.

Tempat yang layak adalah tempat yang membuat mereka rindu. Seperti rindu kepada rumah, kepada keluarga. Apakah Muhammadiyah telah membuar rindu atau hanya butuh saja?

Kepekaan
Peka terhadap apapun. Karena peka itu membawa keberuntungan dan kemudharatan. Keuntungan yang didapat yaitu mudah memberi pertolongan jika ada yang butuh. Kemudharatan muncul jika terlalu ikut campur urusan orang lain.

Muhammadiyah harus peka pada kehidupan yang cukup tidak menarik akhir-akhir ini. Salah memberikan pendapat orang-orang akan meledek. Ledekan yang dilontarkan begitu mudah karena media sosial digunakan secara gratis. Seorang saja memposting mengenai kejelekan, maka ribuan orang akan membacanya, bahkan dibagi-bagikan ke mana suka bagai permen karet yang dijual murah di pinggir jalan.

Kepekaan yang semestinya dipelihara oleh Muhammadiyah adalah dengan sadar betul bahwa semua mata tertuju padamu. Orang-orang mencari cela untuk dapat menarik sebilah pedang. Sedikit saja celah terlihat, maka sedikit goresan tetap mengeluarkan darah.

Kepekaan itu menyangkut kemaslahatan umat yang sangat bergantung pada Muhammadiyah. Umat tentu tidak mau Muhammadiyah terlena dengan perpolitikan negeri ini. Jika itu terjadi maka Muhammadiyah tidak peka bahwa politik bisa membumi-hanguskan sebuah organisasi, suatu saat nanti. Jika perorangan berurusan dengan politik, Muhammadiyah harus berani bertindak bahwa setiap tindakannya hanya membawa diri sendiri bukanlah organisasi. Peka terhadap masalah ini karena politik itu menggiurkan, iman bisa tergadai dan bahasa yang keluar dari mulut berpeci bisa seperti anak kecil baru bisa meneriaki takut pada, “anjing” walaupun tidak diketahui seberapa parahnya anjing itu.

Kepekaan itu menjaga. Kepekaan itu membawa pada keputusan dengan tindakan yang benar. Karena keputusan yang lahir adalah hasil telaah suatu kejadian. Keputusan yang mendadak bukanlah hasil dari keputusan yang baik karena tidak peka. Peka pada keputusan karena sebagian besar orang yang diuntungkan. Bukankah itu akan memanjangkan umur sebuah organisasi?

Kesederhanaan
Tampilan luar menentukan penilaian dari orang lain. Sebuah organisasi tak ubah sama dengan tubuh yang tampan maupun cantik. Tubuh yang tampan akan digilai banyak perempuan. Tubuh yang cantik akan dikejar ribuan laki-laki untuk dapat meminangnya. Namun, jika tubuh yang tampan memiliki sifat angkuh maka banyak perempuan yang tak rela menjadi pasangan hidupnya. Jika tubuh yang cantik memiliki sifat angkuh maka laki-laki akan berpikir dua kali untuk meminangnya. Tampan atau cantik hanya terlihat di luar saja, sedangkan karakter baik maupun tidak baik justru akan terlihat dari cara memandang, cara berbicara, cara membedakan orang di sekitarnya, bahkan sampai cara makan dan minum.

Tubuh tampan dan cantik akan dikejar jika berpenampilan sederhana. Tidak berlebihan dan tidak melankolis.

Organisasi adalah tubuh tampan atau cantik itu. Pandai-pandai pengurus organisasi dalam memolesnya supaya terlihat sangat menggoda dari luar, bahkan dari pandangan beberapa meter dari perkarangannya.

Muhammadiyah adalah tubuh yang tampan atau cantik jika menjaga kesederhanaan dalam “berpakaian” sehari-hari. Pakaian yang mendasar adalah Islam. Sebagaimana dasar dibentuknya organisasi ini adalah berlandaskan Islam maka tak usah ragu untuk bertindak sesuai ajaran Islam. Islam itu menyukai keindahan, baik tampan maupun cantik. Keindahan itu bisa diciptakan. Tampan atau cantik juga bisa “diciptakan” dari karakter yang kemudian mencerminkan seluruh tubuhnya.

Bagaimana menjadikan Muhammadiyah tampil sederhana? Kerjakan aktivitas sesuai visi dan misi. Banyak bicara dan mengeluarkan pendapat di sana-sini menimbulkan sifat angkuh secara tidak disadari. Banyak berbuat gerakan ini dan itu akan membuat mata terpana, bahwa Muhammadiyah tak cuma ada sebagai organisasi Islam namun nyata memberi pertolongan bagi siapa saja yang membutuhkannya.

Balutan kesederhaan tersebut sejalan dengan anjuran Islam. Muhammadiyah tidak perlu menjadi organisasi musiman yang membagi-bagikan sembako pada momen tertentu. Tidak ada larangan tentang itu. Namun jika dilakukan secara terus-menerus akan terlihat jelas nama Muhammadiyah terkenang dalam kenangan mereka yang benar-benar butuh. Tidak hanya sembako yang mesti diberikan, pelajaran hidup maupun pelajaran agama sangat dibutuhkan oleh mereka yang membutuhkannya.

Penilaiannya? Tunggu saja aksi dari mereka yang menerima uluran kebaikan dari Muhammadiyah. Mereka akan mempromosikan bahwa Muhammadiyah itu organisasi “tampan” “cantik” atau sebagainya.

Kekuatan
Perlukah senjata api dalam setiap perang?

Tentu tidak. Tanpa taktik, perang yang sehebat apapun tidak akan dimenangi. Kenapa Teuku Umar bisa menang melawan Belanda? Karena Teuku Umar mempunyai taktik jitu, memanipulasi, terencana dengan baik sehingga Belanda tertipu.

Kekuatan Muhammadiyah tidak hanya pengikut yang berjuta. Kekuatan pengikut hanya sebagai pelengkap dari sebuah organisasi. Lepas dari itu, kekuatan yang sebenarnya adalah organisasi itu sendiri. Mampu atau tidak membuat anggotanya bertahan? Atau malah cuma tertulis saja padahal anggotanya sedikit dari itu.

Muhammadiyah sudah cukup punya amunisi sampai sejauh ini. Bidang pendidikan telah dikuasainya. Bidang kesehatan telah digagahinya. Bidang sosial kerap kali disentuhnya. Tiga kekuatan ini adalah kebutuhan setiap umat, setiap orang. Semua orang membutuhkan pendidikan untuk membuat hidupnya makmur. Semua orang membutuhkan rumah sakit begitu badannya tak berdaya. Setiap orang yang terkena bencana atau musibah akan meminta uluran tangan orang lain agar mampu berdiri kembali.

Tiga kekuatan besar Muhammadiyah ini belum tentu dimiliki oleh organisasi lain. Bagaimana menjaga tiga kekuatan ini adalah dengan memberi peluang kepada mereka yang mampu dibidangnya untuk memberi sumbangan kekuatan agar tiga kekuatan ini tetap kokoh. Sekolah bukan dibangun untuk mencari uang dari orang tua murid, lalu melupakan prestasi. Rumah sakit bukanlah tempat mencari untung sebanyak-banyaknya untuk menghidupi organisasi. Panti asuhan bukanlah tempat untuk menampung “pengemis” yang pulang pergi tak tentu lalu berdiri di mana-mana menengadahkan tangan.

Tiga kekuatan ini selalu dicari di seluruh dunia. Saya tidak mesti menyebutkan nama miliader mana yang selalu mendonorkan dana kepada kemanusiaan dan pendidikan. Namun itu ada. Mereka ada. Bukan Muhammadiyah. Bahkan, bukan Islam.

Bagaimana memeluk erat ketiga kekuatan itu? Jangan libatkan urusan bertele-tele, karena orang tidak suka dilempar ke sana-sini. Bentuk sikap tegas dan biarkan orang menikmati fasilitas yang telah ada dengan penuh rasa nyaman.

Kemuliaan
Apa yang dicari di dunia ini?

Muhammadiyah harus mampu menjawab pertanyaan itu, jika ditanyakan oleh siapapun. Organisasi Islam setidaknya mampu mengarahkan seluruh umat mencari pembenaran atas agama, bukan memilah-milah, mengelompokkan, menghujat kepercayaan lain atau yang lebih fatal mengatakan golongan lain tidak sesuai ajaran Islam.

Mereka datang ke Muhammadiyah karena rindu. Rindu pada kemuliaan Ilahi. Karena Muhammadiyah mampu menjawab tantangan mereka. Muhammadiyah akan bersedia mengajari mulai dari alif ba ta, sampai menghafal semua bacaan dalam shalat. Muhammadiyah menjadi tempat berteduh karena di sini semua ajarannya hanya kembali untuk mendapatkan keridhaan-Nya.

Kemuliaan yang ditawarkan oleh Muhammadiyah tidak hanya di sisi manusia semata, di sisi Allah lebih tinggi dari apapun. Muhammadiyah bukanlah penjamin kehidupan setelah mati akan masuk surga, Muhammadiyah hanya mengajarkan bagaimana cara masuk surga, bagaimana hidup bahagia dalam pelukan-Nya, bagaimana cara mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat, bagaimana menciptakan sabar menerima segenap godaan.

Semua orang pasti bermimpi meraih kemuliaan Ilahi. Mulia dihadapan manusia belum tentu mulia di sisi-Nya. Mendapatkan kemuliaan tidak cukup bersedekah dan tidak menjelek-jelekkan orang lain. Kemuliaan didapat karena pembelajaran berkepanjangan dari ayunan sampai liang lahat. Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat. (Hadist Riwayat Muslim).
***
Enam pilar ini, hanya mengangkasa jika tidak takabur. Pilar-pilar ini semoga menjadi pertimbangan untuk Muhammadiyah agar terus berdedikasi tinggi terhadap negeri.

Tahukah bahwa negeri kita sedang bersedih?

Selayaknya, Muhammadiyah mencari solusi dari kesedihan yang berkepanjangan. Dengan pilar-pilar yang dimilikinya, Muhammadiyah akan terus menjadi organisasi dengan wajah tampan dan baju besi seperti Nabi Sulaiman yang menaklutkan sebuah negeri dan bidadari dunia kala itu. 

***

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Penulisan Blog Muhammadiyah. Jumlah kata adalah 2.058. 
Screenshot

4 komentar:

  1. Semoga Muhammadiyah bisa terus eksis menjalankan misi dan cita-citanya Ya, Ubai. Tulisannya sangat menarik dan kaya gizi, memberi pencerahan tentang sepak terjang Muhammadiyah. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga benar demikian. Terima kasih Azhar. Ayo ikut juga lomba ini :)

      Delete
  2. Smoga pilar2 muhammdiyah ini tetap kokoh dan smkin kokoh amiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita doakan sama-sama Mbak Inda. Terima kasih semoga bermanfaat ya.

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90