Top Ad 728x90

Wednesday, June 24, 2015

, ,

Kesempurnaan Tarawih 8 dan 20 Rakaat

Shalat Tarawih, Keutamaan Shalat Tarawih, Kesempurnaan Shalat Tarawih, Shalat Tarawih 8 Rakaat, Shalat Tarawih 20 Rakaat, Baik Shalat Tarawih 8 atau 20 Rakaat, Shalat Tarawih 2 rakaat sekali salam, Shalat Tarawih 4 rakaat sekali salam, Ayat-ayat Shalat Tarawih, Bacaan ayat panjang atau pendek dalam shalat tarawih, Shalat Tarawih Muhammadiyah, Shalat Tarawih Ahlussunah Waljamaah, Apa beda shalat Tarawih Muhammadiyah dengan Ahlussunah?, Orang-orang wajib shalat tarawih, Faedah shalat tarawih, Shalat Tarawih Harus Ikhlas, Keikhlasan Shalat Tarawih, Yang batal Shalat Tarawih, Nyebelin Pas Shalat Tarawih, Sahur, Buka Puasa, Ramadhan, Marhaban Ya Ramadhan

Di Indonesia, apalagi di Aceh, jumlah rakaat shalat tarawih masih menjadi perdebatan panjang. Siapa yang benar dan siapa yang salah. Padahal, kebenaran itu hanya Dia yang mengatur, tetapi umat Islam kerap kali menjadikan topik permasalahan ini menjadi lebih alot di bulan Ramadhan.

Bagi yang shalat tarawih 8 rakaat, disebut Muhammadiyah.

Bagi yang shalat tarawih 20 rakaat, disebut Ahlussunnah Waljamaah.

Dan masing-masing tiga rakaat shalat witir.
Faedah Tarawih
Pembenaran dari semua itu adalah menggelompokkan golongan antara umat Islam. Umat Islam jadi terkotak-kotak. Saling menyalahkan. Saling silang pendapat. Saling menguatkan kebenaran ide sendiri. Padahal dua pilihan shalat tarawih tersebut termaktup dalam ajaran Islam. Saya tidak menyebutkan hadist mana yang benar. Karena semakin menjadi bumerang bagi golongan yang sangat kuat memegang pengetahuan mereka. Namun, pedoman apapun itu, kembali kepada pengetahuan dasar atas nama Islam itu sendiri. Agar terhindar dari penafsiran hadist ini benar , hadist ini kurang tepat (tanpa sanad, tidak shahih dan sebagainya), ada baiknya proses pembelajaran terhadap Islam harus diselaraskan antara Islam yang dipelajari secara umum dengan Islam secara tradisional (pesantren). Bahkan, kepercayaan yang terjadi sekarang, mereka yang ilmunya hanya “sedikit” lantas ingin berdebat dengan ulama besar dari pesantren yang sebenarnya telah melahap kitab-kitab kuning bahkan mampu mengartikan al-Quran dengan benar, ada pula yang telah malang melintang di Timur Tengah dalam rangka mencari ilmu yang sesungguhnya.

Kita – siapapun itu. Mempertahankan keegoisan dengan berteriak bahwa shalat 8 rakaat salah. Shalat 20 rakaat benar. Shalat tarawih dua rakaat sekali salam sudah sesuai tatanan Islam. Shalat tarawih empat rakaat sekali salam bukanlan dikatakan shalat sunnah. Shalat witir dua rakaat sekali salam dan satu rakaat sekali salam adalah penerapan yang benar. Shalat witir tiga rakaat sekali salam masih diragukan karena tidak ada shalat sunnah tiga rakaat. Kesemuanya itu kembali kepada bekal ilmu yang dimiliki. Jika masih ragu-ragu, tanyakan pada mereka yang lebih mengetahui, kerjakan sesuai keinginan hati, atau jangan berdebat panjang lebar karena ilmu kita hanya segumpal genggaman tangan.

Sebagai umat Islam, kita sangat paham bahwa setiap pahala shalat itu dikalkulasikan berdasarkan rakaat. Semakin banyak rakaat ditunaikan maka semakin besar pahala yang kita terima. Semakin sedikit rakaat yang ditunaikan, semakin sedikit pahala yang diterima. Imbalan ini sesuai apa yang dikerjakan. Toh, Tuhan mana mungkin memberi lebih sedangkan kita tak mau berbuat lebih.

Oh, shalat 8 rakaat membawa ayat panjang-panjang. Benar. Tidak salah membawa ayat sampai satu juzz sekalipun. Namun, kaidah dalam shalat itu yang wajib tetap surat al-Fatihah, sedangkan ayat setelah itu tidak diwajibkan, bahkan satu ayat pendek saja sudah memadai. Tidak hanya itu, mengapa ayat harus dipendekkan? Coba lihat sekeliling kita. Siapa saja yang shalat tarawih. Apakah semua sanggup berdiri dengan panjang ayat sampai satu juzz misalnya, atau setengah juzz, atau seperempat juzz, atau hanya satu surat ar-Rahman, atau yang lebih pendek dari itu.

Jamaah shalat tarawih itu; anak-anak, perempuan hamil, orang tua (uzur), orang yang sedang sakit (tidak parah), orang yang lelah bekerja seharian dalam keadaan puasa….

Semua faktor harus diperhatikan. Hal ini tentu berlaku pada shalat 8 maupun 20 rakaat. Kedudukan pahalanya tetap sama. Besar kecil yang berbeda. Dan tentu saja, keikhlasan.

Shalat 8 rakaat tidak ikhlas. Apa namanya?

Shalat 20 rakaat tidak ikhlas. Apa namanya?

Shalat tarawih tidak mesti harus lama, sampai tengah malam. Umat Islam itu bukan robot yang tak perlu mengistirahatkan raganya. Seharian berpuasa, lelah bekerja dan sebagainya, mesti diistirahatkan agar tenaga kembali penuh. Setelah shalat tarawih, tidur pun belum tentu nyenyak, sebelum subuh harus bangun untuk menunaikan sahur. Semua itu berkelanjutan. Tidak bisa dipisahkan. Tanpa bekerja menu buka puasa tak ada terhidang di meja. Tanpa puasa sama saja berbohong pada diri sendiri.

Kesempurnaan shalat tarawih kembali pada proses mengerjakannya. Shalat tarawih tidak akan sempurna ketika sedang mengerjakannya ingin segera selesai saja. Shalat tarawih tidak akan sempurna karena iri dengan jumlah rakaat. Shalat tarawih tidak akan sempurna jika faedah dalam shalat tidak diindahkan.


Shalat tarawih akan sempurna, jika dikerjakan dengan tulus untuk mendapatkan pahala. 8 atau 20 sama saja. Sama-sama dikerjakan di bulan Ramadhan. Sama-sama dikerjakan setiap malam. Namun, jika masih ragu, jangan lupa berkelana mencari ilmu ke tempat yang dianggap paling benar menurut pengetahuan diri. Tanpa berilmu, sama saja tong kosong nyaring bunyinya!
Witir
Asal, jangan melakukan ini saat tarawih!
Nyebelin Pas Tarawih

2 komentar:

  1. pernah teraweh 8 rakaat atau 20rakaat, ya gitu kalau 20, cepet banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua tergantung kenyamanan dan keikhlasan. Bukan begitu Mbak Sari :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90