Top Ad 728x90

Sunday, June 28, 2015

Mahakarya Indonesia Dedikasi Tertinggi Untuk Negeri

Mahakarya Indonesia-Jiwa Indonesia, Mahakarya Indonesia, Mahakarya Indonesia Dji Sam Soe, Nilai-nilai Luhur Mahakarya Indonesia, Bentuk-bentuk Mahakarya Indonesia, Ciri Khas Mahakarya Indonesia, Gotong royong Melahirkan Mahakarya Indonesia, Kegigihan dalam menciptakan Mahakarya Indonesia, Kerendahan hati dalam menelurkan Mahakarya Indonesia, Kesabaran dalam menciptakan Mahakarya Indonesia, Contoh Mahakarya Indonesia, Museum Tsunami, Museum Tsunami Mahakarya Indonesia

Indonesia tak lain adalah negara yang terbentuk dari semangat kerjasama, gotong royong, usaha tak henti, kegigihan, kerendahan hati maupun kesabaran. Panjang sekali perjalanan perjuangan kemerdekaan sehingga tercipta Mahakarya Indonesia yang melintang di seluruh negeri. Indonesia menyimpan banyak panorama yang membuat orang rindu untuk selalu bersamanya.

Lautan biru. Pengunungan sejuk. Sungai di atas kawah gunung. Matahari terbenam yang syahdu. Matahari terbit yang menukik di antara batang pohon. Beragam bahasa. Berlimpat adat-istiadat….

Mahakarya Indonesia tidak terbentuk dengan mudah. Perjuangan untuk menggapainya telah melalui tahap seleksi alam yang begitu perih. Mahakarya Indonesia mengedepankan kreativitas anak negeri untuk terus berdedikasi dalam memperjuangkan buah karyanya. Di era pembangunan nasional secara besar-besaran, generasi muda pun berbenah memberikan yang terbaik untuk melahirkan mahakarya-mahakarya yang semestinya didengar dan dilihat keberadaannya. Mahakarya yang lahir berkat kerja keras adalah prestasi yang prestisius dalam rangka menggapai kemenangan diri dan negeri. Nama Indonesia akan semakin harum di kancah dunia karena sebuah mahakarya. Mahakarya yang besar – apapun itu – adalah pemberi manfaat bagi seluruh insan di negeri. Mahakarya yang bermanfaat sepanjang waktu adalah sebuah hasil dari akar pemikiran yang ditekuni dengan serius dan kerja ikhlas. Keseriusan melahirkan mahakarya tentu saja tidak mudah karena hasil pencapaian itu belum tentu diterima oleh semua orang.

Membentuk sebuah mahakarya, karena dengan sebuah kenangan selalu diabadikan sepanjang masa. Tidak mudah membentuk sebuah mahakarya. Tidak gampang membuat mahakarya abadi. Tidak seperti bermain hujan di siang hari. Tidak seperti memakan sepotong apel merah. Tidak seperti membalik telapak tangan.

Mahakarya itu ada karena

Kegigihan
Merancang sebuah mahakarya tidak cukup mengkhayal maupun bermimpi. Khayal-khayal saja sambil goyang-goyang kaki di atas ayunan hanya menjadi malapetaka kemudian hati. Kepala sakit. Hasil tak ada.

Mahakarya itu lahir karena sebuah coretan di atas kertas putih. Coret saja sesuai keinginan. Karena dengan demikian sebuah mahakarya akan lahir dengan sendirinya. Jika menginginkan sebuah bangunan besar yang minimalis, namun tak pernah mengambil pensil dan kertas, lalu menuangkan bentuk bangunan di atas rancangan, maka harapan berdirinya bangunan besar itu tetap berada di dalam kepala.

Sebuah mahakarya akan lahir jika dikerjakan berulang-ulang. Sangat beruntung jika sebuah mahakarya lahir dengan indah pada sekali coretan. Keberuntungan itu hanya ada dalam jumlah terkecil. Bahkan, mahakarya terhebat lahir karena perenungan sepanjang waktu, menghapus satu titik dan menggantikan dengan koma, mengubah satu bentuk tiang besar menjadi tiang lebih kecil, atau pun mengubah seluruh konsep karena dirasa belum memuaskan jika sudah jadi bentuk fisik.

Usaha yang ditanamkan dalam melahirkan mahakarya tidak setengah-setengah. Pekerjaan yang dijalankan dengan setengah hati, hasilnya juga lebih kurang dari itu. Di saat orang lain melawan kantuk melahirkan sebuah mahakarya, di saat itu pula kerja kerasnya akan diaminkan oleh para malaikat yang mencatat amal baik dan buruk di kedua sisi kiri dan kanannya. Di saat orang lain mempresentasikan hasil coretan sebagai konsep menakjupkan, di saat itu pula kepuasan batinnya akan terasa.

Gagal sekali belum tentu gagal kedua kali. Mahakarya yang gagal belum tentu karena “jelek” namun kurang menguntungkan dalam mendapatkan tempat. Melupakan kegagalan dan menorehkan kembali ide di atas kertas putih tak lain adalah kegigihan menaklukkan ambisi. Ambisi terpeluk maka harapan bahagia akan dijumpai setelah itu.

Gotong Royong
Semua orang di dunia ini tak bisa hidup sendiri. Saling membantu dan bekerja sama dalam menelurkan sebuah mahakarya adalah keharusan yang wajib ada. Satu orang bisa puas dengan sebuah coretan. Dua orang bisa berbeda pandangan. Tiga orang bisa menemukan titik lemah. Empat orang bisa mendapati kerusakan fatal jika telah menjadi bentuk fisik di kemudian hari.

Ide boleh datang dari satu orang. Satu pendapat tentu berbeda dengan banyak pendapat. Satu orang mencoret semalam suntuk, banyak orang akan menilai baik-buruk di hari terang.

Bersama-sama memang menimbulkan perdebatan panjang. Kebersamaan pula yang mengantarkan kesuksesan di masa mendatang. Kita hanya sepasang panca indera. Cangkul bisa kita pegang di kanan. Palu bisa kita pegang di kiri. Bagaimana dengan paku, kayu, batu, maupun semen?

Begitulah gotong royong mengajarkan sifat saling bantu.

Kerendahan Hati
Rancangan besar akan roboh ketika dipamerkan ke mana-mana. Sebuah mahakarya tak ubah sebuah janji. Banyak berjanji tapi tidak ditepati sama saja membohongi waktu. Waktu tak pernah ingkar janji. Dan mahakarya yang besar bukanlah sebuah janji yang diumbar ke mana suka. Mahakarya yang lahir karena ia akan berdiri tegak melawan ketidaksanggupan orang lain mengerjakannya. Mahakarya itu akan dilihat orang lain jika sudah berbentuk fisik.

Sebelumnya? Bekerja sampai mata tak berkedip lebih baik dari pada mempromosikan sebelum jadi. Alih-alih mahakarya itu nyata, rancangan saja belum cukup menarik untuk dibangun.

Mahakarya yang baik adalah mahakarya yang tidak bersifat seperti durian. Ia tidak tercium sebelum masanya. Ia tersembunyi sebelum benar-benar berdiri. Ia tak pernah dilihat orang sebelum terbangun kokoh. Kerendahan hati memberi manfaat lebih besar karena tidak sombong maupun takabur. Orang yang rendah hati selalu diam saat ditanya dan dipuji, walaupun di waktu sendiri ia mengerjakan pekerjaan dengan tak henti.

Kesabaran
Apakah poin itu cukup penting?

Sabar berlaku pada apapun. Mahakarya yang lahir belum tentu sesuai harapan. Konsep yang ditolak berarti harus mengerjakan yang baru. Bentuk fisik yang menurut kita bagus, belum tentu menurut orang lain menarik.

Cemoohan bisa datang dari mana saja. Menghalau “penghinaan” tersebut adalah dengan menghasilkan mahakarya lebih banyak dari orang lain. Menutup telinga dari perkataan yang menjatuhkan. Menjadikan pendapat miring sebagai movitasi untuk mengerjakan ide-ide baru.

Orang boleh berpendapat berbeda. Namun mahakarya yang dilukis dengan penuh kesabaran tidak pernah semudah omongan orang. Kesabaran juga tak hanya berlaku pada itu saja. Kesabaran terpenting adalah saat pertama menuliskan satu titik di atas kertas putih. Rancangan yang terkonsep di kepala belum tentu sama hasilnya dengan di atas kertas. Mengerjakan perlahan-lahan tentu berbeda hasilnya jika dikerjakan dengan terburu-buru. Mahakarya itu lahir karena ia dibutuhkan bukan karena kebutuhan materi si pembuat mahakarya.

Apa Mahakarya Indonesia?

Bisa apa saja dan bagi siapa saja boleh melahirkannya! 
*** 
Salah satu Mahakarya Indonesia di Aceh adalah karya Ridwan Kamil, Museum Tsunami Aceh.
Museum Tsunami Aceh
Miniatur Museum Tsunami Aceh - Bai Ruindra
Museum Tsunami Aceh

0 komentar:

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90