Top Ad 728x90

Friday, June 12, 2015

,

Semalam Bersama Brandek Pak Sen

Kuliner Aceh, Bandrek Pak Sen, Bandrek, Bandrek Aceh, Bandrek Wedang Jahe, Gorengan, Wisata Aceh, Masjid Raya Aceh, Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Menara Masjid, Menara Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman - Banda Aceh 
 
Masjid Raya Baiturrahman - Banda Aceh 
Menara Masjid Raya Baiturrahman - Banda Aceh
Badan terasa pegal setelah mengeliling Banda Aceh?

Bisa jadi. Kota Banda Aceh telah disulap menjadi salah satu kota yang mampu memanjakan pelancong. Selain peninggalan sejarah dan saksi bisu tsunami, Banda Aceh juga dikelilingi oleh kuliner yang tak kalah populer dan patut dicicipi.

Rehat sejenak di Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu kewajiban jika Anda ke Banda Aceh. Haruskah itu?

Katanya – belum ke Banda Aceh jika belum sempat berfoto di depan masjid ini. Setelah shalat wajib maupun shalat sunnah di masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini, Anda bisa menyortir kuliner apa yang ingin dicoba rasanya. Warung kopi dengan fasilitas internet gratis sudah bisa dikunjungi di setiap sudut kota. Jika Anda ingin mencoba sesuatu yang lebih menantang, Anda bisa mencoba bandrek yang merupakan salah satu minuman khas Aceh. Bandrek ini hampir sama dengan wedang jahe, hanya saja cara pembuatannya yang berbeda. Rasanya sedikit pedas dan bisa membuat tenggorokan terasa lega. Bandrek sendiri bisa dikonsumsi untuk menghilangkan masuk angin.

Jika ke Banda Aceh, seakan jadi wajib saya mengunjungi bandrek ini. Tempat ini sudah terkenal ke seluruh Banda Aceh. Bandrek Pak Sen. Tempatnya cukup strategis, di pusat kota, di sekitaran Simpang Surabaya. Bandrek ini dibuka sekitar pukul tiga sore sampai malam, menjelang dini hari.
Bandrek dan Gorengan
Bandrek
Mengapa Bandrek Pak Sen?

Hm. Saya juga bingung. Cita rasa bandrek Pak Sen berbeda dengan bandrek lain. Jika biasanya saya mendapati bandrek dengan penyeduhan biasa saja, bandrek Pak Sen menyusuhkan suasana berbeda. Biasanya, bandrek itu cuma ditambah gula dan kacang jika ada. Bandrek Pak Sen menaburkan lebih banyak pemanisnya seperti cendol, kacau hijau, potongan kecil agar-agar dan susu.

Segelas bandrek tentu tidak menarik. Untuk menemani minuman pedas ini sepiring gorengan jadi pengisi perut yang cocok. Gorengan yang tersedia antara lain pisang, tahu, tempe, sukun dan ketela. Baik minuman dan makanan yang tersedia di Pak Sen mengantarkan aroma yang khas dan membuat rindu. Saking sering saya mampir ke Pak Sen jika di Banda Aceh, saya sedikit lupa harga segelas bandrek biasa dan bandrek susu. Namun jangan khawatir, harganya antara lima ribu sampai enam ribu pergelas. Gorengannya tak lebih dari seribuan saja perpotongnya.


Ah, saya mesti mampir lagi untuk menanyakan harganya!

* Kualitas gambar tidak bagus karena malam hari.

6 komentar:

  1. saya bandrek ulee lheue aja deh pak :D

    ReplyDelete
  2. yang di depan masjid ulele ya bang. jangan yang di jembatan ujong pancu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh. Patut dicoba klu ke banda lagi :)

      Delete
  3. Minuman bandrek memang menyegarkan tenggorokan, dengan hangat jahenya yang khas.
    Perbedaan dengan bandrek di Bandung pada pemanisnya saja, bandrek disini pemanisnya cuma cincang/parutan kelapa muda :-D
    Salam!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Terima kasih telah mampir. Smg saya bsa mencicipi bandrek Bandung ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90