Top Ad 728x90

Sunday, June 21, 2015

,

Ujian Paling Mengerikan Dalam Misaeng

Misaeng, Drama Populer Korea, Drama Rating Tinggi Korea, Drama Tentang Kerja, Drama Bukan Kisah Cinta, Kekerasan Dalam Kerja, Pemisahan Dalam Kerja, Paket C, Permainan Go, Baduk, GED, An Incomplete Life, Hidup Tidak Sempurna, Baeksang Awards, Baeksang Arts Awards, Siwan, Yim Si-Wan, Siwan Best New Actor Baeksang Awards, Kontrak Kerja, Kerja Keras dalam Mesaeng, Jang Geu-rae, Siwan Sebagai Jang Geu-rae, Kang So-ra, Kang Ha-neul yang ganteng, Kang Ha-neul badan bagus, Kang Ha-neul Misaeng, Lee Sung-min Best Actor Baeksang Awards, Penghargaan Miseang di Baeksang Awards, Siwan Syuting di Yordania, Siwan di Yordania

Mesaeng
Tidak semua drama harus melalui kisah percintaan!

Drama itu – harus – diperankan oleh seorang laki-laki tampan dan perempuan cantik. Laki-laki itu tidak hanya tampan saja namun memiliki sejuta pesona sehingga tidak hanya lawan mainnya saja yang tertarik tetapi penonton. Laki-laki itu tidak hanya tampan saja tetapi harus benar-benar gagah karena setiap masalah yang dihadapi pemeran perempuan bisa direngkuh dalam pelukannya. Tokoh laki-laki itu harus kaya raya dan digilai oleh semua perempuan di sekelilingnya. Tokoh laki-laki itu seakan-akan sangat sempurna, yang seperti datang dari negeri dongeng. Karena tokoh laki-laki setidaknya akan menguatkan kisah drama itu sendiri.

Dan,

Tokoh perempuan, harus sangat cantik walaupun lahir dari keluarga miskin namun dia akan ditolong oleh tokoh laki-laki sempurna.

Begitu, kisah drama sebenarnya, yang sering kita tonton.

Tidak dengan drama yang satu ini. Mungkin, orang akan menganggap drama ini monoton, tidak cair, gagap, tidak melankolis, tidak segalanya. Karena drama ini sama sekali tidak menyuguhkan kisah cinta seperti di atas. Karena drama ini tidak dimulai dengan datangnya seseorang dari keluarga kaya lalu menolong putri tidur. Karena drama ini bukanlah kisah dongeng yang selalu berakhir bahagia.

Drama ini,

Mengajarkan hidup tak sempurna. An Incomplete Life. Siapa pun itu. Baik pemuja cinta. Baik tokoh yang selalu bersenang-senang dengan seragam sekolah dan berbahagia bersama perempuan idaman, mau tidak mau kemudian hari akan berhadapan dengan kerja.

Benar. Kerja. Pekerjaan. Di kantor. Di mana pun. Selalu mengajarkan kekerasan. Inilah hidup yang sebenarnya. Di mana ujian tak tertulis dan tak perlu mengeluarkan selembar kertas untuk menjawabnya, telah dimulai begitu pintu sebuah gedung terbuka, untuk dimasuki oleh kita, pencari kerja.

Misaeng. An Incomplete Life. Hidup Tidak Sempurna. Sebuah drama seri yang berasal dari kehidupan nyata. Siapa pun, pasti akan mengalaminya, jika Anda berhadapan dengan dunia kerja, di hari permulaan, di mana semua kebaikan sangat jauh dari jangkauan.

Misaeng ditayangkan oleh tvN pada 17 Oktober 2014 sampai 20 Desember 2014. Drama ini tayang pada hari Jumat dan Sabtu setiap pukul 20.40 waktu Korea Selatan. Drama yang diproduseri oleh Lee Jae-moon dan Ham Seung-hoon ini mengambil lokasi di Korea dan sedikit di Yordania. Drama ini ditayangkan dalam 20 episode dan ide ceritanya diambil dari seri webtoon dengan judul yang sama. Misaeng menjadi salah satu drama televisi yang mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai penghargaan, termasuk penghargaan paling bergensi, Baeksang Arts Award.

Mengapa Misaeng begitu menarik?

Benar. Padahal drama ini tidak melahirkan kisah cinta. Drama ini murni tentang pekerjaan. Dan di situlah daya tarik yang tidak bisa ditawar. Toh, semua orang akan mengalami masa-masa yang sama, bukan? Semua orang pekerja. Semua orang butuh kerja untuk menghidupi hari-harinya.

Di Misaeng. Banyak yang tidak mudah. Semua bermula dari seorang Jang Geu-rae. Seorang – yang bukan pengangguran – bekerja ini dan itu. Seorang yang datang dari keluarga biasa-biasa saja, kemudian putus sekolah setelah ayahnya meninggal. Seorang yang tidak memiliki keahlian apa-apa selain kerja keras dan keyakinan, dan insting. Seseorang yang tidak memiliki latar pendidikan tinggi. Seorang yang hanya memiliki ijazah GED (Paket C). Seorang anak muda 26 tahun yang bercita-cita menjadi pemain Baduk (Permainan Go) profesional – permainan yang saya tidak tahu seperti apa, tampaknya hampir sama dengan catur. Seorang sopir taksi panggilan yang direkomendasikan oleh “seseorang” untuk dapat magang di sebuah perusahaan besar, One Internasional. Dialah, Yim Si-wan atau Siwan, anggota boyband ZE:A.

Siwan yang berperan sebagai Jang Geu-rae merupakan salah satu tokoh yang sangat “lemah” dalam Misaeng. Siwan melepas bayang-bayang “jahat” Yoon Yang-ha di Triangle.

Akting natural Siwan dalam Misaeng benar-benar mengantarkan pengertian bahwa “anak bawang” begitulah adanya di dunia kerja. Siwan disuruh-suruh. Diejek oleh banyak karyawan karena pendidikan rendah. Dicemooh karena masuk perusahaan tanpa tes. Dianggap tidak berkompetensi, padahal “seseorang” yang memasukkan Siwan ke perusahaan tahu betul bahwa kerja keras, disiplin, dedikasi, dan insting sangat diperlukan dalam bekerja, tidak hanya pendidikan tinggi, bahkan pendidikan luar negeri.

“anak bawang” Siwan mendapatkan perlakuan tidak tidak mengenakkan karena dirinya bukan siapa-siapa. Di saat karyawan magang lain lulus ujian, dan diterima sebagai karyawan tetap, Siwan malah menjadi karyawan kontrak selama dua tahun. Seakan-akan di kepala Siwan tertulis jelas Kontrak. Setiap apapun yang dilakukannya akan disepelekan. Bahkan, proposal yang dikerjakannya sampai lembur, tidak disetujui dan dialihkan ke karyawan lain yang berstatus karyawan tetap.

Walaupun Misaeng lebih fokus menyorot soal Siwan yang tak pernah menjadi karyawan tetap, drama ini tetap menyuguhkan kemelut persoalan lain. Seperti manajer Siwan, Oh Sang-shik yang diperankan Lee Sung-min yang sangat proaktif terhadap bawahannya. Asisten manajer Kim Dong-shik yang diperankan Kim Dae-myung yang sangat perhatian kepada Siwan.
Siwan
Maupun,

Ahn Young-yi yang diperankan Kang So-ra yang mengalami tekanan kerja luar biasa. Kang So-ra memerankan tokoh yang serba bisa, namun ketika menjadi karyawan tetap, Kang So-ra malah menerima tekanan dari kiri, kanan, atas, bawah. Tidak hanya tekanan soal dirinya sebagai karyawan baru, namun tekanan sebagai pekerja perempuan. Kang So-ra menerima imbas besar bekerja di kalangan laki-laki. Bekal pintar tidak cukup membuat laki-laki mengiyakan apapun yang dikerjakan Kang So-ra. Bias gender sangat terlihat, apalagi ketika Kang So-ra mengerjakan sesuatu yang “berat” namun ia tidak sanggup memikulnya, yang kemudian disalahkan adalah “perempuan” bukanlah “manusia” pada hakikat sebenarnya, yang mengalami kelelahan.
Kang So-ra
Sosok ganteng, yang biasanya bermain di drama melow, Kang Ha-neul, berperan sebagai Jang Baek-gi. Tokoh ini termasuk “keras kepala” dan selalu menganggap bahwa orang pintar dan berhak bekerja itu adalah mereka yang merupakan lulusan perguruan tinggi dengan nilai terbaik. Namun, kenyataan bahwa Kang Ha-neul lulusan terbaik tidak membuat dirinya mendapat pekerjaan lain di mata manajernya. Tiap saat Kang Ha-neul harus menerima pekerjaan ringan menurutnya. Kang Ha-neul yang kaku tidak bisa menarik simpati banyak orang, termasuk asisten manajer yang menganggap dirinya tidak berkompeten dan lebih menilai si “anak bawah” Jang Geu-rae lebih agresif dan responsif dalam mengerjakan banyak pekerjaan dengan profesional.
Kang Ha-neul
Penyemarak drama ini, Han Seok-ryul yang diperankan oleh Byun Yo-han, adalah seorang tokoh yang selalu ingin tahu apapun di perusahaan, dan ketiga sahabatnya. Kupingnya seakan di mana-mana. Namun, hubungan dengan asisten menajernya kerap kali membuatnya naik darah. Byun Yo-han melakukan pekerjaan dengan baik namun asisten manajer yang mendapat pujian dari manajernya. Byun Yo-han cukup baik berperan sebagai penengah Siwan, Kang So-ra dan Kang Ha-neul. Sifat gembira dan mimik lucunya bisa membuat suasana lebih ringan pada waktu itu.
Byun Yo-ha

Tidak mengenyampingkan tokoh lain yang memiliki peran masing-masing, empat tokoh ini cukup menegaskan bahwa segala sesuatu itu berat jika dianggap “remeh” oleh orang lain. Penilaian kamu bisa apa, kamu cuma anak baru, kamu tidak paham apa-apa, kamu masih belum mengerti…

Selayaknya, jangan pernah diletakkan pada siapapun. Termasuk orang yang baru dikenal. Pada karyawan baru maupun karyawan kontrak. Nyatanya, kerja keras yang dibuktikan oleh Siwan, membuat perusahaannya bebas dari korupsi dan beberapa kasus dapat diatasi dengan bijaksana. Dan, langkah menilai orang dengan latar pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan bahasa maupun keahlian, tidaklah sempurna jika, tidak peka, tidak disiplin, tidak berdedikasi tinggi terhadap apa yang dikerjakan.
Mesaeng
Jang Geu-rae – Siwan ­– hanyalah tokoh yang fiktif dalam drama. Yang kemudian harus didepak dari perusahaan besar karena tidak memiliki pendidikan tinggi, walaupun kinerjanya lebih bagus dari ketiga teman dengan pendidikan tinggi. Jang Geu-rae adalah contoh pemisahan antara karyawan baru, karyawan kontrak dengan karyawan tetap, walaupun karyawan tetap tidak semuanya profesional. Jang Geu-rae hanya sebagian kecil dari karyawan – pekerja di dunia ini yang tersirat. Lebih dari apapun, kekerasan kerja, penindasan dan anak-tiri terus terjadi di mana-mana.

Dan, selamat, Misaeng mampu menjadi drama yang “lurus” sampai akhir. Tidak ada kisah cinta menguras airmata. Hanya ada cinta antara sesama. Cinta pada pekerjaan. Cinta pada hidup. Walaupun, sedikit selipan kisah Kang Ha-neul yang menyukai Kang So-ra namun tidak dilanjutkan menjadi nyata.

Siwan and friends
Saya salut pada drama ini, yang mempertahankan ide cerita sampai ke akhir. Selamat kepada Siwan yang mendapatkan Best New Actor, Lee Sung-min mendapatkan Best Actor dan Kim Won-suk mendapatkan Best Director dari Baeksang Arts Awards 2015.
Mesaeng
Siwan di Yordania
Siwan di Yordania
Siwan juga mennyanyikan original soundtrack untuk Misaeng. Ini lagunya...
Sumber: Youtube

8 komentar:

  1. Huaaaaaaa......aku belum nonton iniiiii.... mereka banyak dapat penghargaan ya ubai. Memang layak karena ceritanya beda dengan biasanya, hehee
    Berati aku masih lama lah review-nya ini, lha wong nonton aja belum ini, hahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Ki. Akting Siwan "luar biasa" menurutku. Culun tp tegas - karena dia peka kekurangan yang kemudian membuatnya melawan dgn membuktikan diri bisa. Ayo tonton, pasti gk mau berhenti sebelum selesai :)

      Delete
  2. Whoa... Jarang loh yang suka Misaeng. Apalagi laki-laki... :D Tapi ini drama emang yang paling realistis! Ngga ada keajaiban dan twist lebay ala-ala drama Korea..Hehe.. Selamat karena telah termisaeng! ^^
    *maap yah maen nyamber komen aja xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah. Saya cukup mengapresiasi drama ini krn, apapun itu, seolah-olah saya berada di antara para tokoh.

      Delete
  3. Ksh srn dikit ya..Baduk sm prmainan go beda lho.setau aq klo gk slh klo baduk tu kyk catur, sdg yg go kyk prmainan krtu. Ada baik-a cek dn ricek sm mbah google dlu 😉 Trs pnlisan misaeng byk yg slh kok dlm artikel... hehehe.. Fighting trs bai!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Sebenarnya memang meragukan sih, cm krn di terjemahan dijelaskan Baduk itu hmpir sama dgn permainan Go ya ak tulis aja.
      Iya ni, ak koreksi yg slh ketik :)

      Delete
  4. Ganteng kali pemainnya bgus film ni

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90