Top Ad 728x90

Monday, July 27, 2015

, , ,

Ayah Poligami Anak Perempuan Dipoligami

Poligami, Karma Poligami, Ayah Poligami Anak Perempuan Dipoligami, Hukum Karma Poligami, Hukum Poligami, Laki-laki kok Poligami, Anak Perempuan dipoligami, Mengapa laki-laki poligami, poligami dalam film, poligami dalam buku, poligami dalam film surga yang tak dirindukan, poligami Asma Nadia, kontroversi poligami, adilkah poligami

Jangan salahkan laki-laki jika suami memoligami!

Sebagai perempuan, siapa pun Anda, semestinya mengulang kembali kisah lama dalam keluarga. Karena poligami itu adalah karma. Percaya atau tidak, poligami tak ubah seperti penyakit keturunan. Dari orang tua diturunkan kepada anak. Hanya saja, poligami tidak menyangkut dengan aliran darah langsung seperti ayah menurunkan kepada anaknya atau kepada cucunya anak kepada anak cucunya.

Poligami adalah penyakit “ayah” yang akan diturunkan kepada anak perempuannya – khusus pada anak perempuan saja. Ayah tak lain adalah laki-laki yang menyakiti hati perempuan yang telah dinikahinya. Tidak gampang mengatakan poligami itu “halal” karena hati orang tidak semua sama. Sekarang menyetujui suami setuju mendua namun di lain waktu bisa saja meminta perceraian.

Dan ketika anak perempuan dipoligami oleh suaminya, Ayah yang memoligami semestinya harus bersikap bijaksana. Ibu yang menyetujui ayah dari anaknya berpoligami juga harus bisa menerima. Memang tidak ada dasar yang menguatkan bahwa poligami adalah penyakit keturunan – penyakit kehidupan. Namun ini terjadi secara beraturan. Keluarga yang pernah berpoligami, akan berimbas pada keluarganya poligami yang sama. Jika anak perempuannya menerima poligami, maka cucu perempuannya akan dipoligami, jika cucu perempuannya tidak dipoligami, maka anak dari cucu perempuannya akan dipoligami.

Poligami sudah semacam silsilah sebuah keluarga. Percaya atau tidak begitulah kenyataannya. Enteng-enteng saja mengatakan bahwa poligami itu mudah asalkan sanggup bersikap adil. Adil dari segi fisik (material) belum tentu adil dari segi batin (termasuk hubungan suami istri). Tetapi, lebih dari itu semua, mana mau seorang perempuan berbagi badan suaminya dengan perempuan lain?

Kasarnya demikian.

Laki-laki gampang melakukan poligami. Jika laki-laki yang hanya memiliki anak laki-laki tentu tak berimbas. Jika laki-laki memiliki anak perempuan, lihatlah bagaimana anak perempuannya dipoligami. Tidak gampang saat seorang perempuan mengurus anak dan rumah tangga sedangkan suami di rumah istri kedua. Tidak mudah melerai perkelahian kecil anak-anak saat suami sedang berada di rumah istri pertama. Tidak bisa meratakan baju mahal untuk semua anak dalam sekali lebaran. Jika semudah membalik telapak tangan membeli emas 10 mayam untuk istri pertama dan kedua. Tidak mungkin membeli mobil mewah untuk dua orang istri dalam waktu bersamaan. Jika pun mungkin; istri pertama akan mengatakan mobilnya lebih bagus, kedua akan mengatakan emas miliknya ditempa lebih ulet. Dan seterusnya.

Poligami sudah dihalalkan dalam agama. Namun poligami adalah penyakit sosial yang kadang tak terlihat. Istri pertama cerita pada temannya, istri kedua cerita pada temannya juga. Dari cerita-cerita itu akan tersampaikan pula iri dan dengki berkepanjangan. Bertemu muka saling sapa, saling berlomba memoles wajah dengan hiasan mahal. Berpaling muka saling mengisyaratkan hati masam.

Apakah ini dianggap tak pernah terjadi?

Hati perempuan tiada yang tahu. Laki-laki mudah saja memoligami. Tinggal melafalkan akad nikah. Tinggal serumah. Cari nafkah.


Kembali ke hukum karma di atas, percaya atau tidak percaya. Realitanya kita lihat saja kata dunia. Agama boleh berkata halal. Namun dunia berkata lain. Ego sekali bisa berakibat fatal berkali-kali. Ayah berpoligami dengan bahagia, anak perempuan belum tentu menerima dipoligami oleh suaminya! 
Poligami - Dakwatuna

5 komentar:

  1. Replies
    1. Intinya dia penyakit sosial dan bisa diturunkan secara sosial pula.

      Delete
  2. Maaf bang, Abang ini muslim ya? kok cara berpikirnya ngelantur? bukannya lebih baik enggak ngomong daripada keliru kayak gini? maaf sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Yahya, ini sebuah pandangan saja. Bisa benar bisa tidak.

      Delete
  3. ...masih mending dimadu... daripada didunia barat.. wanita2 selingkuh dgn pria yg beristri krna tdk kebagian suami..

    atau menjadi lesbian krna tdk punya suami.. tsumma na 'udzubillah.. insya Allah, ada hikmah2 dibalik syariat poligami yg Allah turunkan..
    wallahu alam..

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90