Top Ad 728x90

Saturday, July 4, 2015

,

Baju Lebaran Yang Kutunggu

Baju Lebaran, Baju Baru, Tunjangan Hari Raya, Baju Koko Bagus di Hari Lebaran, Kisah Anak Rindu Baju Lebaran, Ramadhan Beli Baju Baru, Marhaban ya Ramadhan, Tips Belanja di Blanja.com

Hilang ide menulis tentang lebaran!

Masalahnya, tiap kali lebaran itu mesti ada baju lebaran. Baru baru, Alhamdulillah. Tak ada baju baru, Masya Allah. Rada-rada gimana gitu; malu bertemu teman-teman, malu ke rumah saudara, malu semuanya deh. Soalnya, baju lebaran itu kudu wajib bagiku. Baju lebaran itu ya baju lebaran. Tak akan sama baju baru yang dibeli di luar waktu bulan Ramadhan. Mau mahal sekalipun tetap saja tak dikatakan baju lebaran.

Aih!

Bagaimana ini? Tunjangan Hari Raya tak ada yang ngasih. THR itu cuma buat mereka yang kerja kantoran saja. Aku sih tidur, buka, sahur, tidur lagi, tidur lagi…
Baju Baru - Kompasiana
Baju lebaran yang kutunggu; semacam “kutunggu jandamu!´begitulah jadi tak tentu. Si Koko kemarin itu gagal beli baju koko, masa si Kaka tak dapat pula dia beli baju baru. Si Koko dan si Kaka sama-sama anak orang tua mereka. Sama-sama pula pengangguran banyak acara. Mutar ­sana-sini di kampung penuh pemandangan sawah yang baru saja digenang air hujan. Si Koko dan si Kaka bukan anak kembar. Umur mereka pun selang setahun lima bulan saja. Tapi si Koko dan si Kaka mirip-mirip saja mereka itu. Tinggi karena sering main volly tiap sore; puasa-puasa pun tak peduli, menjelang buka mereka main di lapangan sekolah dasar kampung becek itu. Badan gempal karena si Koko dan si Kaka suka kali sepakbola. Tiap sore sebelum bulan puasa, mereka main bola. Tak di lapangan kampung sendiri, ngungsi pula ke lapangan kampung seberang, yang rutin main bolanya. Malam-malam puasa, si Koko dan si Kaka ngambek sama Bapak minta jajan. Si Koko dan si Kaka bela-belain tak merokok demi bisa main futsal di lapangan yang disewa di pusat kota, dua puluh menit dari rumah mereka.

Menjelang lebaran tiba; si Koko dan si Kaka sampai mengeluarkan air mata. Jatah baju baru tak lagi ditanggung Bapak karena tahun ini mereka usai SMA. Kata Bapak, “Kau bantu-bantulah pamanmu itu, dikasih ongkos kau simpan, jangan pula kau beli rokok!”

Si Koko dan si Kaka menurut. Datanglah mereka pada pamannya yang bekerja sebagai tukang bangunan. Kasihan pada kedua ponakan, pamannya memberi kerja sebagai tukang angkat bata, lempar bata, aduk semen. Di udara panas, pamannya sering marah-marah karena si Koko dan si Kaka saling diam di depan handphone hitam putih mereka. Bata tak diangkat, semen tak diaduk.

Pulang kerja, si Koko dan si Kaka dapat honor lima puluh ribu perorang. Hati di Koko dan si Kaka senangnya bukan kepalang. Sepanjang jalan mereka tertawa-tawa. Sepanjang jalan sore hari, orang lain pada ngabuburit, mereka masih berpeluh dan baju kotor pula.

“Sebentar saja kita mutar-mutar,” ujar si Koko.

Si Kaka menurut.

Memang nasib si Koko selain “baik” dan si Kaka tak mampu melarang. Ada orang jual martabak, si Koko beli satu seharga sepuluh ribu. Ada orang jual sate, rasanya ingin langsung makan waktu itu pula, dibelinya satu bungkus sepuluh ribu. Ada orang jual tebu, si Koko tak tega beli satu bungkus, dibelinya dua bungkus sepuluh ribu. Ada orang jual durian, si Koko malah tak tega lihat penjualnya yang belum habis durian menjelang buka. Dibelinya durian dua buah yang besar, dapat satu yang kecil, dibayar dua puluh ribu.

Si Koko dan si Kaka pulang dengan wajah ceria. Mereka akan buka puasa dengan banyak makanan.

Depan teras, Mak menunggu dengan tak sabar.

“Dikasih gaji sama paman kau itu?” tanya Mak penasaran.

Si Koko dan si Kaka mengangguk mantap.

“Sini, Mak simpan!”

Si Kaka memberikan uang lima puluh ribuan pada Mak. Si Koko menarik saku celananya. Tak ada pula uangnya di situ.

“Mana uang kau itu?” desak Mak. “Tak jadi kau dapat baju baru nanti!”

“Ada di sini, Mak!” ujar Koko sambil terus mencari. “Macam mana pula bisa hilang,”

“Kau beli-beli tadi!” ujar Kaka.

“Beli apa?” Mak penasaran.

“Banyak,”

“Di mana itu pula?”

“Sama dia!”

Koko mengamati sekeliling.

“Kutitip sama kau tadi di pom bensin, mana kau taruh?”

“Kusangkut di motor itu saat kau ke kamar mandi,”

Si Koko dan si Kaka saling pandang.

“Hilang?”

Lha, baju barunya hilang pula harapan! 

"Tak apalah, besok kau kerja lagi sama paman kau itu," hibur Mak.

Si Koko tertunduk lesu.

"Bagaimana kalau kita pesan dulu di blanja.com?" tawar si Kaka dengan wajah cerah karena mendapatkan solusi terbaik. "Kita bisa pesan dulu, besok baru tranfer ke bank!"

"Bisakah begitu?" si Koko kembali senang.

"Bisalah!"

Dan, mereka tak jadi kehilangan baju baru!
Baju Koko

5 komentar:

  1. Oh ini promosi blanja.com ya? Hahaha tapi critanya menarik kok. Btw,salam kenal ya! Terus ngeblog! Ditunggu posting berikut!

    Salam,
    Jevon Levin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Jevon. Iya benar. Blog review dr blanja.com. Terima kasih ya telah mampir, semoga bermanfaat. Salam kenal kembali :)

      Delete
  2. Halooo, Kak! Yuk, ikutan Lomba Blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure".

    Tiga blogger terbaik akan diajak menjelajah Kalimantan dan berkesempatan mendapatkan grand prize, Macbook Pro.
    Info selengkapnya: http://log.viva.co.id/terios7wonders2015

    Jangan sampai ketinggalan, ya!

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90