Top Ad 728x90

Wednesday, July 1, 2015

,

Masjid-Masjid di Korea Selatan

Masjid-Masjid di Korea Selatan, Seoul Central Mosque, Masjid di Seoul, Masjid di Busan, Islam di Korea Selatan, Ramadhan di Korea Selatan, Puasa di Korea Selatan, Umat Islam di Korea Selatan, Ramadhan, Puasa, Sahur, Sahur di Luar Negeri, Sahur di Korea Selatan, Berbuka di Luar Negeri, Berbuka di Korea Selatan

Bagi penggila Drama Korea Selatan, tentu saja hanya melihat gemerlap semerbak kehidupan glamor yang begitulah, serta tradisi dari masa Dinasti Jaseon yang kental sekali. Memang, kebanyakan dari drama Korea Selatan minim sekali menonjolkan sisi “agamis”nya kecuali pada saat seseorang meninggal, akan ada pertemuan keluarga di mana para pelayat datang kemudian para pelayat diberi makan maupun minum; hampir sama dengan tradisi Islam. Terlepas dari itu, setiap drama Korea Selatan tak bisa membuang tradisi masuk-masukan karena memang soju – arak khas Korea Selatan – dijual bebas di pinggir jalan. Tak mesti ke tempat khusus maupun kafe, diskotik atau hotel berbintang untuk dapat membuat diri mabuk.

Korea Selatan termasuk sebuah negara yang menonjolkan dua hal. Dua hal ini pula yang membuat negara yang dulu berperang dengan saudaranya ini menjadi negara adidaya Asia, bahkan dunia membutuhkannya. Dua hal ini; teknologi dan hiburan. Siapa yang tidak kenal Samsung atau LG? Siapa yang tidak mengidolakan Super Junior atau Girl’s Generation?

Korea Selatan tidak selalu dihuni oleh mereka yang haus dunia teknologi dan hiburan. Di negeri gingseng ini juga terdapat kaum minoritas yang saban waktu berjalan seiring-selangkah dengan masyarakat pribumi yang modern. Karena Korea Selatan adalah sebuah negara yang “bebas” dan tidak mengekang itu tak boleh itu tak boleh. Mereka lebih fokus pada prestasi sehingga dikenal dunia dan mempromosikan tempat-tempat wisata dengan jor-joran dalam drama maupun film. Masyarakat minoritas tersebut tak pernah terdengar dicaci-maki bahkan direndahkan seperti yang terjadi di dunia barat; yang katanya memperjuangakan hak asasi manusia. Saya pun tidak tahu hak apa yang diperjuangkan dan terus dikomporin di mana-mana. Korea Selatan yang “diam” saja perihal hak asasi manusia ini malah menjaga kaum minoritas ini sehingga dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Kaum minoritas itu adalah mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa di Ramadhan tahun ini; mereka sahur dan berbuka di negeri K-Pop. Mereka beribadah di masjid-masjid yang tak kalah bagusnya dengan masjid-masjid di Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim dunia.

Benarkah masjid di Korea Selatan itu indah sekali?

Seoul Central Mosque
Masjid ini merupakan salah satu masjid yang didirikan tahun 1976, cukup lama sekali untuk sebuah negara usai perang. Masjid yang terletak di Itaewon, Seoul, tak lain merupakan bangunan indah bergaya Timur Tengah. Masjid ini memiliki dua menara tinggi. Di depan masjid tertulis besar dalam warna hijau tulisan Arab yang bacaannya Allahu Akbar. Barangkali, sebagai umat Islam, saya akan merinding jika suatu saat singgah di sana – entah kapan. Masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar digunakan sebagai kantor pusat pengkajian Islam, di mana ditemukan Kantor Federasi Muslim Korea. Masjid ini tak hanya sebagai tempat ibadah semata namun juga sebagai tempat belajar Islam bagi mereka di Korea. Masjid ini juga termasuk tempat untuk Pusat Penelitian Kebudayaan Islam dan tempat berkumpulnya organisasi-organisasi Islam. Tempat shalat dan ibadah lainnya adalah di lantai dua dan tiga.

Seoul Central Mosque tidak melarang masyarakat nonmuslim untuk berkunjung ke sana. Namun, bagi mereka yang ingin melihat arsitektur masjid ini mesti mengganti pakaian yang sopan. Pakaian sopan tersebut sudah tersedia di masjid ini.
Seoul Central Mosque
Masjid di Korea Selatan
Seoul Central Mosque
Masjid Busan
Kota besar kedua di Korea Selatan adalah, Busan. Pusat perdagangan internasional ini memang menjadi perhatian tersendiri oleh dunia. Busan menjadi provinsi yang sangat maju di Korea Selatan selain Seoul maupun Pulau Jeju yang dipromosikan ke mana-mana. Di Busan juga terdapat masjid yang dibangun sejak tahun 1980. Masjid Busan adalah masjid kedua di Korea Selatan yang dibangun atas bantuan dana dari Menteri Keuangan Libya, Ali Fellaq. Masjid Busan terletak di kawasan 30-1 Namsan-dong Keumjeong-ku, Busan. Masjid Busan dinamai dengan Masjid Al-Fallah, Busan.

Sama seperti Seoul Central Mosque, Masjid Busan juga merupakan pusat pengkajian Islam bagi warga muslim setempat. Masjid Busan memiliki perpustakaan sendiri yang menyediakan buku maupun referensi lain dalam bentuk audio. Para pengunjung bisa meminjamnya sebagai bahan bacaan dan ilmu lain dari dunia Islam.
Masjid Busan
Masjid di Busan
Masjid Gwangju
Kita sering mendengar daerah Gwangju. Daerah ini kerap kali menjadi lokasi syuting drama Korea Selatan. Namun jangan khawatir jika berkunjung ke Gwangju, jika seorang muslim tersesat maka Masjid Gwangju adalah pilihan tepat untuk berlabuh. Masjid ini terletak di Yeok-dong 48-9, Gyeonggi-do, Gwangju. Masjid ini merupakan masjid ketiga yang dibangun di Korea Selatan sekitar tahun 1981. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Gwangju juga merupakan sarana pendidikan bagi masyarakat muslim yang tinggal di Gwangju.
Masjid Gwangju
Masjid Paju
Muslim yang berada di perbatasan tak perlu khawatir takut beribadah. Masjid yang terletak di antara Kota Kaesong dengan Korea Utara ini merupakan tempat berlindung bagi kaum muslim di sana. Namun tak perlu khawatir Korea Utara akan menyerang karena perjanjian perang Korea Utara dengan Selatan bukanlah masalah agama. Masjid Paju di Gyeonggi-do ini berbentuk seperti bangunan biasa, namun yang membedakannya adalah dua menara berwarna keemasan. Masjid ini dibangun dengan mengosongkan lantai dasar sehingga dapat digunakan sebagai ruang parkir kendaraan roda dua maupun kegiatan lainnya. 
Masjid Paju
Masjid Bupyeong
Masjid yang berbentuk rumah dengan dua menara tinggi dan satu kubah itu adalah masjid yang terletak di kawasan Industri Namdong, Incheon. Barangkali berdekatan dengan Bandara Internasional Incheon. Jika tersesat di Bandara dan tak tahu jalan pulang, masjid terdekat ini bisa menjadi alternatif bagi kaum muslim. Masjid Bupyeong digunakan sebagai tempat ibadah maupun pedalaman ilmu Islam.
Masjid Bupyeong
Masjid Anyang
Masjid ini berbentuk bangunan tinggi dengan kubah besar dan di atasnya terdapat bulan sabit. Dilihat sekilas, bangunan masjid ini tak ubah denga bangunan modern di Korea Selatan. Masjid Anyang terletak di kawasan 618-132 Anyang-dong, Anyang-si. Masjid ini digunakan sebagai tempat ibadah oleh kaum muslim minoritas di Korea Selatan.
Masjid Anyang
Masjid Ansan
Masjid Ansan tak lebih kurang hampir sama dengan bangunan perkantoran. Terletak di 741-5, Wongok-dong, Danwon-gu, Ansan-si. Masjid yang terletak di kawasan Industri Ansan ini merupakan masjid yang digunakan sebagia tempat ibadah dan sarana pendidikan Islam. Bangunannya yang tak serupa masjid terasa mengibuli jika tidak membaca papan nama yang tertera dengan jelas di sana.
Masjid Ansan
Masjid Jeonju
Masjid Jeonju merupakan salah satu masjid yang memiliki arsitektur yang indah. Masjid ini terlihat lebih kecil dari masjid lain. Tetapi gaya bangunan masjid ini memiliki nilai jual yang lebih. Terdapat taman di depan masjid dan juga pemilihan warna bangunan yang bagus antara putih dengan hijau. Masjid yang terdiri dari satu menara tunggu dan satu kubah besar ini memegang teguh tradisi Korea Selatan dan dipadukan dengan gaya masjid Timur Tengah, terlihat dari model jendela dan kubah.Masjid ini terletak di 1562-10, Inhu-dong 2-ga, Daekjin-gu, Jeongu-si.
Masjid Jeonju
Korea Selatan memang menyimpan sejuta pesona

Islam pun menjadi indah di negara ini. Walaupun mayoritas umat Islam di Korea Selatan merupakan imigran tetapi tidak menyurutkan mereka untuk terus beribadah. Hal ini terbukti dengan tidak adanya – belum ada, semoga jangan – permasalahan agama yang memicu konflik di negara maju tersebut.

Bagi muslim di seluruh dunia, apalagi di bulan Ramadhan, mengunjungi masjid merupakan suatu kewajiban. Islam tidak membeda-bedakan tempat ibadah. Di manapun berada, masjid adalah rumah kita, karena Allah yang menjaga rumah-Nya.


Dan, berdoa semoga bisa ke Korea Selatan suatu saat nanti…

2 komentar:

  1. Replies
    1. Iya. Apalagi di negara mioritas terasa lebih adem ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90