Top Ad 728x90

Sunday, July 5, 2015

Pelajaran Penting dari Seorang Ken Ken Wiro Sableng

Ken Ken Wiro Sableng, Ken Ken, Ken Ken Jadi Petani, Serial Wiro Sableng, Wiro Sableng 212, Wiro Sableng Tayang di RTCI Tahun 1990, Tokoh Wiro Sableng, Si Buta Dari Gua Hantu, Manusia Milinium, Saras 008, Pelajaran dari Wiro Sableng, Pelajaran hidup dari Ken Ken, Satria Baja Hitam di Indonesia, Power Rangers di Indonesia


Wiro Sableng. Pahlawan dengan nomor dada 212. Semasanya di era 1990-an, Wiro Sableng adalah tontonan wajib tiap pagi menjelang siang di statiun televisi nasional, RCTI. Wiro Sableng yang diperankan oleh Ken Ken adalah pahlawan yang memiliki kekuatan super (ilmu silat sakti) dan berperawakan lucu. Serial Wiro Sableng yang diangkat dari komik ini merupakan sebuah tayangan wajib dan tidak memanipulasi. Serial Wiro Sableng adalah natural. Apa adanya. Tak ada iming-iming monster dengan kekuatan lebih atau pohon yang dapat berbicara, binatang yang dapat berbicara dan lain sebagainya yang sering dijumpai pada serial kepahlawanan masa kini. Wiro Sableng hadir dengan tayangan cukup berkualitas untuk generasi pada masanya. Barangkali, karena pertelevisian kala itu masih belum menjangkau teknologi manipulasi tinggi sehingga tayangan Wiro Sableng pun tidak menipu pandangan. Serial ini syuting di hutan dengan pondok seadanya dan berkelahi karena ada penjahat yang buat onar seperti pengganggu perempuan, perampok di warung makan dan lain sebagainya.
Wiro Sableng 212
Wiro Sableng pernah menjadi ikon serial pahlawan. Setelah itu lahir serial lain yang tidak setenar dan seberkuasa Wiro Sableng seperti Si Buta Dari Gua Hantu. Kemudian di tahun 2000-an lahir Manusia Melenium atau Saras 008 yang telah menerima efek televisi cukup kuat sehingga tidak senatural Wiro Sableng.

Mengapa Wiro Sableng dikenal sampai kini?

Karena tokoh Ken Ken memerankan Wiro Sableng dengan cukup baik. Wataknya yang lucu, ilmu kesaktiannya karena faktor ini dan itu, cukup menyita perhatian masa kecil. Kuatnya tokoh Wiro Sableng membuat serial ini begitu digandrungi dan dikenang. Sejauh ini, belum ada serial kepahlawanan seperti Wiro Sableng yang diingat oleh generasi masa itu yang sekarang telah dewasa, selain serial luar negeri seperti Satria Baja Hitam atau yang lebih populer lagi Power Rangers. Dua serial luar masih diproduksi dan tayang di negara masing-masing tanpa mengubah konsep. Satria Baja Hitam di Jepang tetap dengan alur cerita yang sama. Power Rangers di Amerika bahkan dibuat beragam bentuk namun tetap mengaitkan benang merah yang sama.

Lalu Wiro Sableng. Tak ada tambahan cerita. Hanya serial lain dengan visual effect sangat menipu. Padahal, Wiro Sableng bisa diteruskan menjadi serial anak-anak yang mendidik setiap minggu yang selalu diisi oleh pemberitaan artis kawin cerai.

Dan, pertengahan 2015 tokoh pemeran Wiro Sableng disorot habis-habisan oleh media massa. Ken Ken tak lagi berjaya sebagai pahlawan kehidupan karena dirinya tak mampu melawan kerasnya hidup. Ken Ken diberitakan menjadi petani dan kekurangan biaya hidup di usianya yang tak lain aktif di televisi. Sayang sekali hal ini bisa terjadi karena pesona Ken Ken sungguh di luar dugaan waktu itu dan tidak mungkin – mustahil – bisa melarat.

Serial Wiro Sableng tayang cukup banyak episode; saya lupa jumlahnya. Bisa dibayangkan berapa honor yang terkumpul dari satu serial saja. Memang, bayaran honor serial dulu dengan sekarang berbeda, tetapi uang itu tidak berbeda. Dulu seratus ribu, sekarang bisa jadi satu juta, dan seterusnya.
Ken Ken Wiro Sableng
Ken Ken Jadi Petani
Sosok fenomenal Ken Ken selayaknya jangan dibuang percuma setelah mengisap habis tenaganya setelah bermain serial pencak silat. Namun waktu memang tidak bisa mengada-ada. Ken Ken yang tak lagi dipakai televisi benar-benar terbuang dan hilang dari peredaran. Sebuah pelajaran hidup dari seorang Ken Ken yang dulu berjaya.

Bahwa…

Hidup tidak selalu di atas. Kita tidak pernah tahu berapa banyak materi yang terkumpul dari serial Wiro Sableng. Namun cukup banyak untuk tahun 1990-an. Mengingat Ken Ken adalah tokoh utama dan tayangannya dinanti oleh banyak anak-anak seluruh Indonesia. Kita juga tidak pernah tahu ke mana hasil jerih payah itu dibawa sehingga menjadi bangkrut.

Hidup tidak selalu berfoya-foya. Menghabiskan hasil jerih payah dalam waktu seketika itu gampang sekali. Namun tiada yang tahu apakah besok akan mendapat pekerjaan lagi atau tidak. Apalagi bagi seorang pekerja freelance, artis, tak ada kerja tak ada pemasukan sedangkan pengeluaran semakin hari semakin meningkat.

Hidup untuk menabung. Bangkrut bisa datang pada siapa saja. Saat seperti ini menabung baru dirasa perlu. Padahal, semasa jaya adalah waktu yang tepat untuk menabung dalam bentuk uang maupun investasi. Mungkin dulu belum ada yang berpikir demikian karena zamannya tak seperti itu. Sekarang malah banyak selebriti yang berinvestasi dalam berbagai bentuk guna menunjang hari entah kapan mereka tak lagi di layar kaca.

Hidup terus bekerja. Pelajaran dari Ken Ken bahwa dirinya tidak bekerja di layar kaca karena belum tahu akibatnya apa. Jika dilihat sepintas, zaman dulu aktor itu tidak memiliki managemen yang mengatur semua kebutuhan mereka. Mereka bekerja sendiri-sendiri sehingga ketika bangkrut pun sendiri tanpa bisa meminta tolong pada managemen. Bukan tidak boleh berjalan sendiri asalkan pintar mengatur keuangan dan paham betul keahlian diri dalam kegiatan lain (seperti berbisnis). Namun jika tidak memiliki banyak kelebihan managemen artis adalah pilihan yang tepat karena manager akan mengatur, mempromosikan anak didiknya ke produser-produser acara televisi.

Hidup tidak bangkrut. Ken Ken tidak bangkrut. Hanya masa mengubah agar melatih kesabaran lebih tinggi. Dengan adanya media massa yang meliput tentang hidupnya, Ken Ken tak lama lagi akan masuk ke televisi kembali. Entah sebagai apa, mengikuti perubahan alur cerita. Ken Ken tetap menjadi Wiro Sableng yang fenomenal. Kita tentu tak lupa dengan pemeran Warkop, Indro, yang sempat tenggelam padahal serial Warkop ditonton dan bahkan diputar sampai kini. Indro Warkop kini laris manis di televisi.


Hidup terus berjalan sebagaimana mestinya. Ken Ken memberikan pelajaran berarti – sama dengan pegiat seni lain yang diberitakan jatuh miskin setelah masa jaya mereka. Ketenaran sekarang bisa berubah kemuraman besok. Kemuraman hari ini bisa berubah gemerlap besok. Tidak hanya di dunia pertelevisian; hidup ini begitulah adanya!

6 komentar:

  1. Kalau menurut saya sih Ken-Ken malah tampak bersahaja karena memilih jalan hidup sebagai "petani". Dari foto-fotonya saya tidak melihat beliau kesusahan. Di jaman sekarang ini, jarang lho ada sarjana yang mau jadi petani. Kayaknya petani terkesan sebagai pekerjaan "buangan", padahal orang-orang miskin sampai kaya kalau nggak ada petani mau makan apa? Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Tiada yang tahu masalah hidup. Begitulah pelajaran penting yg dpt dipetik dr seorang yg dl bgt bernama besar.

      Delete
  2. Kalau ken-ken main lagi kira2 peran tokoh hero apa yang cocok buat beliau yach... secara sekarang jamannya tokoh hero mahir tidak hanya beladiri, tapi juga mahir mainin gadget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya budayakan pencak silat yang populer dikalangan masyarakat. Krn budaya yg diubah dgn settingan monster dll jd menghilangkan kebudayaan itu sendiri.

      Delete
  3. Padahal pekerjaan menjadi seorang petani bukanlah sesuatu yg memalukan,mungkin kalo dilihat dari awalnya ken ken jadi pemain film terus selanjutnya jadi petani mungkin itu yg jadi kenapa berita ini menjadi gempar... kalo menurutku sih tak ada masalahnya jadi petani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mas. Memang gk salah cm krn media membesar-besarkan jdilah berita ini heboh. Terima ksih ya tlh mampir :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90