Top Ad 728x90

Sunday, July 19, 2015

Senapan Musiman Anak Aceh Yang Memecah Gendang Telinga

Senapan Musiman, Permainan Anak Aceh Saat Lebaran, Senapan Pipa, Kreativitas Anak Aceh, Anak Aceh Kreatif, Meriam Bambu, AK-47, Senapan, Senjata, Spiritus, Petromaks, Strongkeng, Pemantik Api, Korek Api,

Senapan Anak Aceh Masa Kini - Bai Ruindra
Ada-ada saja kreativitas anak Aceh!

Dahulu, kami sering bermain dengan senapan bambu. Di malam lebaran, selain lilin dan kembang api, senapan bambu menjadi primadona untuk mengeluarkan suara dum-dum-dum berulang kali. Senapan bambu sempat menjadi senapan yang perkara dari waktu ke waktu. Bahan pembuatannya mudah dan cara meletusnya pun mudah. Senapan bambu yang dibuat seperti meriam itu dibuat dari bambu ukuran sepaha orang dewasa. Untuk meletusnya dibutuhkan api dan minyak tanah.

Masa yang berganti. Senapan – meriam – bambu itu kami tanggalkan. Ada yang lebih gampang merayakan kemenangan tahun ini. Memang, tidak dianjurkan untuk menerapkan ini dalam keseharian, namun di Aceh Barat, di kampung-kampung yang kulot ini, kami membuat sebuah mahakarya yang bisa menandingi senapan plastik yang dijual dipasaran. Jika senapan plastik itu tidak bisa mengeluarkan suara sampai memekakkan telinga, senapan ini jauh lebih besar pengaruhnya.

Entah dari mana mula senapan ini. katanya – jangan dimasukkan ke hati – isu dari mulut ke mulut ini; semula senapan ini digunakan untuk mengejutkan orang-orang. Entah benar atau tidak, senapan ini memang mengejutkan orang-orang.

Senapan ini dibuat dari pipa yang biasanya digunakan untuk mengaliri air atau dipakai di kamar mandi. Pipa ini kemudian dipotong sesuai ukuran panjangnya. Semula, penggunaan senapan ini cukup simpel dan tidak menyerupai senapan seperti pada gambar di atas. Pipa yang telah dipotong sesuai ukuran itu, salah satu ujungnya dilekatkan botol plastik yang bisa muat ke dalamnya. Botol plastik tersebut kemudian dibolongi bagian permukaan bawah untuk dapat mengeluarkan udara. Botol plastik (bukan sejenis botol air mineral), yang bahannya kuat menahan dorongan dan pembakaran itu dilekatkan ke dalam pipa. Bagian penutup dibiarkan keluar. Senapan pipa siap digunakan.
Senapan Pipa - Bai Ruindra
Bahan yang akan dipakai untuk membuat pipa ini meletuskan suara cetar membahana, bukan minyak tanah juga bukan api. Di bagian penutup botol tadi, dilubangi dan kemudian ditempelkan alat yang bisa didapat pada pemantik api (korek api gas). Alat ini berguna untuk memancing api yang dapat membakar bahan minyak yang disemprotkan ke dalam pipa. Banyak minyak yang digunakan sejenis minyak spiritus, yang biasanya digunakan untuk mengidupkan lampu strongkeng (petromaks).  

Semprotkan spiritus sekali atau dua kali, tekan bagian yang menonjol di penutup botol dan bummm!!!
Siap Menembak Angin - Bai Ruindra
Menyemprot Spiritus - Bai Ruindra
Dum! - Bai Ruindra
Suaranya tak kalah dengan meriam. Suaranya bisa mengalahkan meriam bambu.

Ide kreatif kemudian berdatangan. Tiba-tiba saja keponakan jauh membawa pulang senapan “beneran” dari pipa. Senapan itu dibuat menyerupai AK-47 atau sejenisnya. Bentuknya mirip dengan senapan asli. Untuk meletuskannya juga lebih mudah. Senapan ini dibuat sedemikian rupa sehingga benar-benar gampang dioperasikan. Caranya membuka botol dibagian paling depan, menyemprotkan spiritus, menekan pemantik api di bagian bawah dan suara letusannya tak kalah menggiurkan.

Jadilah. Di sekitar kampung ini tam tum suara senapan pipa. Ada yang dapat rejeki. Ada pula yang merugi. Mereka yang dapat rejeki adalah tukang kayu yang melukis gagah senapan dari harga tiga puluh sampai lima puluh ribu, tergantung kesulitannya. Mereka yang membuat senapan pipa menjadi senapan “asli” bisa meraup keuntungan dari seratus sampai seratus lima puluh ribu untuk satu senapan, tergantung besar kecil pipa dan tingkat kesukarannya. Mereka yang mendapat untung lainnya adalah penjual minyak spiritus yang dulunya tak pernah ada yang beli semenjak lampu petromaks telah berganti listrik. Yang rugi tak lain orang tua anak-anak laki-laki yang mau tak mau mesti mendapatkan senapa pipa ini.

Sebuah kreativitas mesti dihargai. Walaupun senapan pipa ini tergolong musiman tetapi senapan ini bisa mendatangkan rejeki dan melenakan anak-anak, bahkan orang tua.


Dan, tentu saja. Keselamatan paling utama. Musibah bisa datang dari mana saja. Orang tua selayaknya menjaga anak yang sedang bermain senapan pipa. Salam kreatif dari Aceh Barat!
Narsis Sejenak - Bai Ruindra

4 komentar:

  1. masih nggak paham gimana cara mainya.. terus, apa pipa2 itu cukup kuat? takutnya malah pecah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku tunggu di Mbo ya biar diajari cara pakainya, hehehe :)

      Delete
  2. hehe... saya malah serem ngeliatnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ni, sekilas memang serem banget mbak Nathalia :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90