Top Ad 728x90

Thursday, August 20, 2015

,

Catatan Anak Bangsa yang Tak Pernah Usai

Catatan Anak Bangsa, Lomba Blog Catatan Anak Bangsa, Kenakalan Anak, Kasus Kenakalan Anak, Mengapa Anak Nakal, Cara Mengatasi Kenakalan Anak, Cari Melindungi Anak Dari Bersikap Nakal, Perlindungan Terhadap Anak, Undang-undang Perlindungan Anak, Tips Mendidik Anak Menurut Islam, Tips Mendidik Anak, Anak Butuh Perhatian, SOS Children’s Villages Indonesia, Lembaga Anak SOS Children’s Villages Indonesia, Kerja Dari Lembaga Anak SOS Children’s Villages Indonesia, Lokasi SOS Children’s Villages Indonesia, Donatur SOS Children’s Villages Indonesia, Mengapa SOS Children’s Villages Indonesia, Siapa SOS Children’s Villages Indonesia

Menasehati Anak - Sumber: Liputan6.com
Seorang anak tak lain adalah gambaran orang tua. Anak yang dilahirkan dalam keadaan suci akan belajar banyak hal dari orang tua. Pendidikan terpenting bagi seorang anak adalah saat orang tua mengajarkan kepadanya bahwa hidup di dunia ini keras; di mana seorang anak harus mampu berjalan sendiri, makan sendiri, tidur sendiri dan melakukan hal-hal lain seorang diri.

Kesadaran akan bahaya dirasakan anak saat beradaptasi dengan lingkungan sosial. Keluarga dengan masyarakat tentu berbeda. Keluarga akan menerima semua kelebihan dan kekurangan anak. Masyarakat belum tentu menerima karena kelebihan menjadi poin penting dalam mendapatkan nilai baik di masyarakat, sedangkan kekurangan menjadi catatan kaki atau pertimbangan khusus sebelum masyarakat menerima posisinya.

Setiap anak yang lahir dan berkembang di dalam sebuah keluarga dan masyarakat tak lain mereka yang butuh perlindungan. Bahaya yang datang tidak pernah memandang bulu dan tidak pernah tahu waktu. Bahaya itu bisa datang dari diri sendiri maupun lingkungan yang memengaruhi.

Pemerintah Indonesia menjamin kedudukan anak dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 1 Poin 2 berbunyi, “Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Jelas sekali bahwa seorang anak dilindungi oleh negara sehingga anak diharuskan untuk berkembang dengan baik. Anak yang mengalami kekerasan maupun diskriminasi patut mendapat perhatian khusus karena anak tidak hanya menjadi dirinya pada saat masih kanak-kanak, namun akan menjadi remaja dan dewasa pada masanya. Perkembangan anak yang penuh kekerasan dan diskriminasi akan berakibat fatal di kemudian hari. Anak-anak mencontoh perilaku di lingkungan keluarga dan sosial. Perilaku yang dicontoh tersebut akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang anak.

Maraknya kekerasan terhadap anak karena ada waktu dan kesempatan. Menurut Paul Moedikdo, kenakalan anak berasal dari orang dewasa seperti mencuri, menganiaya, perbuatan penyelewengen dari norma sosial maupun perbuatan yang membutuhkan perlindungan sosial. (Belajarpsikologi.com, 19/03/12).

Sedangkan Pakar Psikolog Forensik, Indragiri Amriel menyebutkan bahwa kenakalan anak terus terjadi karena tidak ada efek jera karena anak-anak dilindungi undang-undang. Anak yang berbuat kesalahan kemudian dikembalikan kepada orang tua tanpa ada hukuman berat sampai membuat jera. Sanksi terhadap anak disesuaikan dengan usia dan harus berefek jera supaya anak tidak mengulangi kesalahan yang sama. (Sindonews.com, 02/09/14).

Dua pendapat di atas diperkuat dengan fakta di lapangan bahwa anak-anak kerap sekali melakukan tindakan kejahatan di usia dini. Dikutip dari Solo Pos (08/02/15), sebanyak 135 orang anak tersangkut hukum karena tindakan yang mereka lakukan sepanjang tahun 2014. Di antara mereka, 103 anak mendapat hukuman penjara, sisanya 32 anak mendapat pembinaan. Kasus-kasus yang melibatkan anak-anak tersebut di antaranya berkenaan dengan tindak asusila, pencurian dan penganiayaan.

Sangat disayangkan saat anak-anak mengalami “penderitaan” di masa kecil mereka. Tindakan-tindakan yang anak-anak lakukan karena pembiasaan dari lingkungan yang membuat anak terbiasa dan santai saja dalam melakukan kejahatan. Mudah sekali seorang anak terpengaruhi karena lingkungan mengatakan demikian. Lingkungan yang semula kondusif karena didikan orang tua akan berubah menjadi tidak stabil ketika anak mendengar suara sumbang kawannya.

Orang tua yang mengabaikan posisi anak dan membiarkan tindak kejahatan yang dilakukan anak justru tidak baik terhadap perkembangan mereka kelak. Sikap orang tua yang cenderung memanjakan anak dengan memberikan semua materi yang diminta lama-kelamaan menjadi kebiasaan buruk. Anak bebas melakukan tindakan sesuka hati karena orang tua mendukung dalam hal materi. Nilai sekolah anak berwarna merah orang tua anggap biasa-biasa saja karena masa muda adalah foya-foya. Saat orang tua dipanggil sekolah untuk menerima laporan mengenai anaknya, sebagian orang tua cenderung tidak percaya dan menyalahkan pendapat guru. Padahal, seorang anak tidak hanya dipantau oleh orang tua saja namun termasuk guru jika si anak dititipkan pada sekolah formal. Nama baik yang dibawa anak saat melakukan suatu tindakan tidak hanya menyangkut nama orang tua namun juga nama sekolah.

Tindakan seorang ibu berusia 33 tahun di Columbus, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, patut dicontoh. Chiquita Hills telah bosan menerima laporan dari guru yang mengatakan bahwa anaknya yang bernama Sean sering berlaku tidak sopan, kasar, tidak mendengar penjelasan guru, mengobrol di kelas dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Ibu ini memberi pelajaran kepada anaknya dengan menghubungi polisi dan berpura-pura menangkap Sean yang sering berbuat kesalahan. Efek dari tindakan ibu ini membuat si anak jera dan berjanji tidak akan mengulang tindakan yang sama. (Liputan6.com, 14/06/15).

Orang tua (ibu) yang baik adalah mereka yang memperhatikan anaknya. Chiquita Hills merupakan satu di antara ribuan ibu yang ingin sekali anaknya berubah. Tidak mudah bagi seorang ibu mengambil kebijakan senekad Hills. Taruhannya tidak hanya emosional anak yang terombang-ambing, juga anggapan dari lingkungan. Lingkungan yang tidak tahu-menahu akan memvonis anak berbuat kejahatan karena polisi membawanya serta. Hills tentu saja tidak memikirkan kepentingan masyarakat atas anaknya, perempuan ini hanya memikirkan kebaikan anak dan membuat efek jera. Jika bersantai dengan undang-undang dari pemerintah saja (jika di Columbus mempunyai undang-undang perlindungan anak), maka anak tersebut tidak akan pernah berubah.

Tanya kenapa?

Karena sedikit saja anak dicentil maka undang-undang akan berkata lain. Anak itu hanya takut pada orang tua mereka. Percaya atau tidak itulah kenyataannya. Kecuali anak yang telah ditutup mata hatinya oleh Tuhan. Anak yang mempunyai keimanan tak akan pernah membentak bahkan meninggalkan orang tua mereka. Anak akan kembali kepada orang tua karena kenyamanan yang dirasakan seorang anak adalah saat-saat bersama orang tua.

Ada anak yang tidak mendengar pendapat orang tua karena satu dan lain hal. Heri Widodo, seorang Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta menegaskan bahwa orang tua yang tidak didengarkan anak sangat mungkin juga jarang mendengarkan pendapat anak. Tugas orang tua adalah menemani anak, termasuk mendengarkan apa yang anak sampaikan sehingga anak dapat mengambil keputusan saat dewasa kelak. (Liputan6.com, 25/10/13).

Anak butuh perhatian. Itulah kuncinya.

Perhatian kurang dari orang tua maka anak akan mencari perhatian di tempat lain. Kesempatan berbuat kejahatan (kenakalan) karena ada waktu dan tempat. Sebagai contoh saja, saat anak meminta uang jajan tetapi orang tua tidak memberinya, maka akan akan melakukan tindakan lain; minta sama orang lain (kakak, nenek, kakek, dan orang terdekat lainnya), diam saja atau mencuri. Tindakan terakhir akan dipikirkan oleh anak jika didikan atau tontonan mengajarinya demikian. Anak pernah melihat orang mencuri, maka ia akan mencuri karena frustrasi orang tua tidak memberi uang jajan.

Persoalan kecil dapat berakibat fatal pada perkembangan anak. Karena persoalan kecil ini pula kenakalan berbaur menjadi tabiat yang sukar dibuang.

Faktornya karena…

Tayangan Televisi
Hal ini memang tampak kecil. Siapa yang tidak suka menonton televisi. Dalam sebuah keluarga televisi menjadi media terpenting untuk mendapatkan hiburan. Acara televisi memang selalu menarik untuk diikuti. Drama seri yang hadir tiap saat membuat tayangan ini digemari. Efeknya, saat orang tua, khususnya ibu menonton drama seri bersama anak-anaknya, pengaruh dari alur cerita dan semua yang terlihat di layar kaca berakibat tidak baik terhadap perkembangan anak.

Drama seri yang hadir tidak semua mendidik. Apalagi drama seri saat ini banyak sekali menyuguhkan kekerasan, dialog kasar dan pelecehan terhadap lebih orang tua. Tindakan demi tindakan yang dilakukan oleh tokoh (aktor yang disukai anak) akan diikuti oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak akan memulai dengan tindakan-tindakan kecil bersama teman-teman sepermainan. Semakin lama tindakan meniru akan semakin mengubah persepsi pada seorang anak. Anak terus dibayang-bayangi oleh tokoh yang diidolakan. Tokoh memukul lawan, anak meniru hal tersebut. Tokoh bermain kisah asmara dengan lawan jenis, anak pun sudah berani mengatakan punya pacar di saat belum tepat. Tokoh mendapatkan peran saling rebut pasangan sampai berkelahi, anak pun mempraktekkan hal serupa.

Orang tua tidak bisa mengatakan bahwa tontonan tersebut hanyalah hasil skenario. Orang tua terlibat langsung pada saat menonton bersama anak. Proses meniru dan mencontoh dari tayangan di layar kaca dianggap baik oleh anak karena tidak ada pemisahan antara benar dan salah. Semakin sering anak ikut terlibat emosi dalam sebuah tayangan televisi, semakin pintar anak meniru. Anak-anak akan berpikir bahwa tindakan yang dilakukan oleh tokoh dalam drama seri adalah benar dan selalu benar.  

Kenakalan anak karena ada faktor pendukung. Tayangan televisi termasuk faktor utama saat ini. Anak tidak serta-merta disalahkan jika melakukan kesalahan sebelum mengetahui sebab-akibat. Ada sesuatu dibalik kenakalan anak. Ada rangsangan sehingga anak melakukan tindakan tidak benar menurut orang dewasa.

Solusinya; jangan biarkan anak menonton tanpa bimbingan orang tua. Sebaiknya orang tua tidak menonton tayangan tidak mendidik bersama anak. Drama seri termasuk salah satu tayangan penuh tipu muslihat. Anak diberi kebebasan menonton pada hari libur atau hari Minggu dengan tayangan mendidik. Orang tua berhak menyeleksi tontonan untuk anak karena perkembangan anak semakin hari semakin tumbuh dengan pesat. Era digital dengan cepat mengubah pandangan anak-anak karena tontonan itu tampak nyata sekali di mata mereka.
Tayangan Televisi Tidak Mendidik - Irwan.net
Asap Rokok yang Menggiur
Filosofi yang sering didengar, Ayah kencing berdiri, anak kencing berlari!

Masalah rokok cukup besar sekali pengaruhnya. Orang tua – khususnya Ayah – perokok aktif akan merangsang anak laki-laki untuk mencontoh tindakan tersebut. Ayah secara terang-terangan merokok di depan anak tentu berakibat fatal karena anak akan meniru. Anak tidak akan mudah menerima larangan karena Ayah mempraktekkan di depannya.

Rokok memang benda yang kecil sekali. Dihisap habis. Namun dari rokok ini membawa kepada tindakan di luar batas kesadaran. Orang merokok akan mudah mengisap ganja, akan mudah memakai narkoba, akan mudah minum minuman keras, akan melakukan tindak kejahatan seperti mencuri atau merampok, di luar kendali akal sehat saat rokok habis dan uang tak ada.

Hal-hal kecil seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Sekali dibiarkan imbasnya akan berlangsung sangat panjang. Anak memang tidak merasa tersalah karena mengikuti “aturan” tidak tertulis. 

Solusinya; jangan merokok di depan anak. Jika Ayah seorang perokok aktif maka carilah tempat untuk merokok. Anak masih sangat labil dan tidak bisa hanya diberi penjelasan. Penjelasan mengenai bahaya rokok tidak akan anak terima jika Ayah merokok di depannya.
Bahaya Merokok di Depan Anak - Kompas.com
Arahkan anak melakukan hal-hal positif sejak dini.

Gali kemampuan anak sedini mungkin karena dengan demikian anak paham betul keahliannya. Filosofi lain mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tepat sekali. Orang tua suka membaca, anak akan suka membaca. Orang tua jadi penulis, anak kemungkinan jadi penulis. Orang tua seorang penyanyi, anak pun akan jadi musisi. Banyak tokoh yang dijadikan panutan mengenai hal ini.

Pada dasarnya, semua anak itu sama. Anak ingin sekali mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Kenakalan yang terjadi karena anak lepas kontrol akibat orang tua lupa kepada mereka. Dikutip dari laman Facebook Sukan Star TV, mengenai pendidikan psikologi seorang anak. Terdapat beberapa poin penting yang musti orang tua terapkan dalam mendidik anak.

Mendidik Anak - Sumber Sukan Star TV, telah diedit ringan sesuai kebutuhan artikel ini.
Di antara poin-poin penting itu, adalah hal mengenai…

Kasih sayang yang cukup. Anak tentu tidak mau diabaikan begitu saja oleh orang tua. Anak ingin sekali mendapatkan tempat khusus di hati orang tua. Kasih sayang yang berlimpah akan membuat anak terlindungi dan aman melakukan aktivitas sesuai kemampuan dan kemauan mereka.

Nama baik. Nama adalah doa. Setiap orang tua telah memberi nama anak dengan sangat bagus sekali. Memanggil anak dengan nama yang baik sama dengan melimpahkan doa kepada mereka. Setiap langkah yang anak lakoni akan terasa lebih mulus karena doa orang tua tercurah untuk mereka.

Mendengar ucapan. Memang ringan sekali masalah ini. Namun setiap anak ingin didengarkan. Dari ucapan yang diucapkan anak, orang tua dapat menelusuri perkembangan psikologis maupun kesopanan tata bahasa seorang anak.

Hindari pukulan. Memukul sangat berdampak pada fisik dan psikologis seorang anak. Akibat pukulan orang tua tersebut, anak akan mengalami trauma berkepanjangan. Bisa jadi, anak akan mengulang kisah yang sama kepada anaknya kelak.

Menerima apa adanya. Setiap kelebihan dan kekurangan anak adalah anugerah yang patut disyukuri. Anak pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, dari sanalah orang tua berbenah untuk memberikan pemahaman yang terbaik supaya anak tidak larut dalam masalahnya dan lupa berprestasi.

Ketenangan. Rasa nyaman dan aman dalam sebuah keluarga adalah obat mujarab untuk anak. Keluarga yang tenang (terhindari dari masalah) menjadikan anak tidak lari keluar rumah mencari perlindungan. Jika anak mencari perlindungan di luar rumah maka perilaku yang mengarah ke hal-hal negatif akan mudah sekali didapat.

Pintar-pintar tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Pintar-pintar mendidik anak pasti akan tersandung juga. Anak mau begitu. Orang tua mau begini. Mulai sekarang, lihat saja kemauan anak menuju ke arah mana. Jika sudah paham maka berilah ruang kepada anak untuk berkreasi.

Kenakalan itu bisa dicegah karena kenakalan dimulai dari kesempatan….

***
Referensi:
Belajar Psikologi http://belajarpsikologi.com/kenakalan-anak-cara-mengatasi-kenakalan-anak/
Gambar Tayangan Televisi http://irwan.net/wp-content/uploads/2009/09/tayangantidakmendidik.jpg 
Gambar Merokok  http://assets.kompas.com/data/photo/2014/02/17/1034571Merokok-anak780x390.jpg
Liputan6.com http://global.liputan6.com/read/2249732/taktik-jitu-agar-anak-tak-lagi-malas-kerjakan-pr
Liputan6.com http://health.liputan6.com/read/729817/ini-penyebab-anak-suka-tak-dengarkan-omongan-orangtua
Sindo News http://metro.sindonews.com/read/897526/31/tak-ada-efek-jera-kenakalan-anak-terus-terjadi-1409653263
Solo Pos http://jogja.solopos.com/baca/2015/01/08/kenakalan-remaja-135-anak-tersandung-kasus-hukum-566123
SOS Children’s Villages Indonesia http://www.sos.or.id/media/cerita-anak/cerita-fbc/hidup-ku-untuk-korban-tsunami
Sukan Star TV https://www.facebook.com/bai.ruindra/posts/10206107389140959?notif_t=like
Tips Anak http://tipsanak.com/1709/tips-dan-cara-mengatasi-kenakalan-anak/
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

4 komentar:

  1. Replies
    1. Ayo Ki. Nulis juga, Anak itu sangat perlu diperhatikan sejak dini :)

      Delete
  2. televisi besar sekali pengaruhnya pada anak. anak saya tidak pernah nonton tv dulunya, karena kami pun di rumah tidak begitu suka nonton tv. tapi sekalinya dia nonton di rumah keluarga, langsung banyak yg ke'save'. mana waktu itu tontonannya ftv pula :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benr Mas Andy. Sebagai orang tua kita hrs memilah yg terbaik utk anak. Terima kasih telah mampir :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90