Top Ad 728x90

Wednesday, August 5, 2015

,

Jejak Dayak, Wisata Bahari dan Cekikikan Flora Fauna di Borneo

Borneo, Kalimantan, Dayak di Kalimantan, Wisata Bahari Kalimantan, Flora dan Fauna Kalimantan, Film Anaconda Syuting di Kalimantan, Anacoda The Hunt for the Blood Orchid, Keindahan Hutan Kalimantan, New Daihatsu Terios, Daihatsu,Harga New Daihatsu Terios,

Negeri Borneo, sejuta rasa dan pesona di sana. Borne mengingatkan tentang film Anaconda (The Hunt for the Blood Orchid) yang pernah mengambil lokasi pengambil gambar di hutan belantara Kalimantan. Film yang rilis tahun 2004 ini diproduksi oleh Columbia Picture dengan deretan bintang Hollywood seperti Kadde Strickland, Matthew Marsden, Jhonny Messner, Morris Chestnut dan Sally Richardson. Film yang mengambil lokasi di Kalimantan Timur ini sukses di Box Office dunia dengan total penghasilan sekitar 70,9 juta dolar Amerika. 

Dunia telah melihat. Dunia telah merasa begitu gagahnya belantara negeri kita. Dan dunia juga telah menyusuri ketakutan demi ketakutan yang muncul seketika dalam film ular raksasa itu. Alasan film Anaconda seri ini syuting di Kalimantan karena mitos yang masih dipercaya di hutan Borneo. Tahun 2007, di daerah Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, benar menemukan seekor ular besar yang pernah digambarkan dalam film para ilmuwan sedang melakukan penelitian di hutan tropis tersebut. Ular besar yang terlihat dalam film memang tidak sebenarnya namun perkara benar atau tidak hutan Kalimantan menyimpan ular besar tidak ada yang tahu. Pesona Kalimantan tak lain adalah pesona “mengerikan” untuk dijamah karena alam liar membuat kita musti hati-hati dalam bertindak.

Dunia fiksi boleh saja berbohong. Tetapi panorama alam di hutan dan lautan tak pernah bisa dimanipulasi. Inilah Borneo. Negeri impian para pencari kekayaan di laut dan di darat. Hutan dengan kayu berlimpah. Laut bersemak ikan-ikan. Tak ada yang diragukan lagi.
Borneo (Kalimantan) - Wikipedia
Borneo akan berbicara tentang banyak persoalan. Karena budaya tentang sebuah sisi kehidupan manusia bermula di sana.

Suku Dayak
Sungguh jauh perjalanan yang bisa saya tempuh untuk mencapai dataran Kalimantan. Ini bukan soal perjalanan memindahkan fisik saja. Ini adalah perjalanan lebih dari itu. Sebuah perjalanan mengenai kedekatan batin antara saya dengan Kalimantan, orang-orang yang menghuni pulau terbesar di Indonesia.

Dari Aceh ke Kalimantan. Perbaduan budaya yang tak biasa. Beda adat-istiadat. Beda bahasa. Beda gaya tubuh. Beda suku. Aceh terlahir sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sejarah pejuang kemerdekaan dari Teuku Umar, Cut Nyak Dien dan lain-lain. Aceh juga daerah dengan populasi pemeluk Islam terbesar di Indonesia. Saya tidak risau tinggal di Aceh karena semua yang “halal” ada di sini. Kalimantan tidak demikian. Ada jejak Dayak di sana.

Sebuah perbedaan yang mengharuskan saya menelusuri sebuah peradaban. Dayak tentu tak sama dengan suku Aceh yang mayoritas memeluk Islam. Dayak memiliki tata krama yang saya tak tahu seperti apa. Dayak menyimpan rahasia yang mengubah peradaban manusia menjadi lebih beradab dengan tata cara kehidupa mereka di dasar hutan. Membaca tentang Dayak tentu tak bisa saya banggakan sebelum bertemu dengan orang Dayak sebenarnya. Orang Dayak memiliki cerita dari nenek moyang mereka. Saksi keberadaan mereka tersimpan di pedalaman Kalimantan. Orang Dayak menato tubuhnya karena persoalan suku, derajat dan kelamin. Bahkan, seorang penyanyi dari Amerika Serikat, yang tergabung dalam grup musik Red Hot Chilli Peppers, Anthony Kiedis, datang langsung ke Kalimantan untuk dapat menato tubuhnya, ditato oleh orang Dayak, dengan tato Dayak asli. Mana mungkin vokalis ini bisa mendapatkan ciri khas dan ukiran yang sama di negeri Paman Sam.

Tentu saya ingin tahu tentang tato, walaupun saya tidak bisa menato tubuh karena keyakinan saya tidak membenarkannya. Proses tato yang tradisional tentu berbeda dengan proses tato yang dilakukan secara modern. Tradisi tato ini saya harap masih menjadi peninggalan berjalan sehingga orang-orang bisa melihat dan mengabadikannya dalam ingatan. Tak hanya tato, saya ingin melihat bagaimana bentuk rumah masyarakat Dayak. Saya ingin merasakan bagaimana sebuah peradaban lahir di antara perbedaan suku dan agama. Toh, kisah seperti ini sulit saya dapatkan karena Aceh memiliki banyak kesamaan satu sama lain. Suku Dayak yang beragam Islam tentu memiliki tata cara sama dengan saya. Suku Dayak yang berbeda keyakinan, mereka yang masih teguh pada kepercayaan leluhur tentu saja berbeda dalam menjalani kehidupan. Dayak tak lain tuan rumah yang akan menyambut kedatangan pendatang di Kalimantan. Mengenal mereka adalah untuk menerima perbedaan.

Suku Dayak yang asli masihkah tersisa di Kalimantan?

Jika masih mari kita berbagi cerita. Banyak persoalan yang bisa kita bagi bersama. Tentang hidup di Aceh yang tentram di bawah Syariat Islam. Tentang kehidupan damai setelah konflik (perang saudara) dan tsunami. Tentang apa saja yang bisa saya bagikan. Juga tentang Dayak yang ingin saya selami, rasakan dan nikmati suguhan yang bisa saya tonton dan kecapi. Jejak Dayak adalah peradaban yang berkembang menuju perubahan modern. Namun saya yakin sekali di tengah rimba Kalimantan masih tersisa keturunan Dayak yang bisa dijumpai untuk ditanyai mengenai mereka, mengenai Dayak yang seakan-akan telah dilupa.
Dayak Kalimantan - Viva.co.id
Rumah Adat Dayak Kalimantan - Wikipedia
Wisata Bahari
Lautan telah menjadi makanan saya sehari-hari. Dari lautan pula saya berbenah menjadi lebih baik setelah musibah besar di akhir 2004. Lautan di Aceh, apakah sama dengan lautan di Kalimantan?

Wisata bahari tentu tak ubah di mana-mana. Ikan yang mengelilingi dunia akan tetap sama jenisnya di Aceh dengan di Kalimantan, kecuali ikan jenis tertentu. Saya pun ingin bertanya pada laut di sana, apakah mereka pernah menangis ketika Aceh luluh-lantak dilanda tsunami? Apakah ombak di lautan lepas Kalimantan sebesar ombak di Aceh? Apakah pasirnya sama putih atau kecoklatan? Apakah masih ada nelayan yang melaut?

Menyelam lautan Kalimantan untuk dapat membedakan pelukannya dengan lautan di Aceh. Lautan selalu mengantarkan rindu untuk dapat melihat matahari terbit maupun tenggelam. Apakah di Kalimantan ada pantai yang menunggu matahari terbit dari timur? Apakah di Kalimantan ada pantai yang menjadi arena penantian matahari terbenam di barat? Masih asinkah air laut di sana? Bisakah kami memanggang ikan di tepi pantai?
Kepulauan Derawan - BDP
Derawan - Kalimantan Timur
Cekikikan Flora dan Fauna
Katanya, di hutan Kalimantan terdapat kera abu-abu. Benarkah itu? Di Aceh ada salah satu daerah dengan penduduk bermata biru, katanya mereka keturunan Portugis. Kera abu-abu di Kalimantan ini keturunan dari manakah dia?

Pesona flora dan fauna tentu beragam. Binatang liar di hutan tak akan sama denga binatang jinak yang dekat dengan perkampungan penduduk. Eksotisnya hutan Kalimantan membuat para pelancong ingin segera meleburkan diri dalam suara alam. Bisingnya kota besar, polusinya kota besar, akan segera lenyap begitu angin sepoi-sepoi, suara cicit burung, daun-daun bergesekan, menerpa aura perasa dan penciuman manusia.

Ketakutan apa yang mendera saya? Entahlah.

Hutan Kalimantan sekonyong-konyong memunculkan aura mistis yang enggan saya kunjungi, tapi ingin saya ke sana. Keraguan yang mencekam karena saya takut pada beberapa binatang buas. Namun alam tak pernah berbohong untuk dikunjungi. Sabda alam selalu benar pada sesuatu yang diragukan manusia. Hutan Kalimantan memesona manusia karena mereka punya banyak selera. Saya tidak dapat menyebutkan flora dan fauna yang tersembunyi di sana, karena saya belum melihat sendiri keadaannya. Kata orang bijak; jika ingin tahu isi dalam sebuah rumah, masuklah ke dalam rumah tersebut!

Hutan Kalimantan adalah rumah alam terbuka. Petaka dan bahagia bisa saja terjadi. Binatang buas bisa menerkam kapan saja. Binatang jinak bisa datang bermanja kapan saja. Saya tidak tahu, karena saya belum memberikan sesisir pisang pada monyet yang berloncatan di antara pohon-pohon di sana.
Hewan di Hutan Kalimantan - Kaskus
Burung di Kalimantan - Kaskus
Kalimantan – Borneo – dialah sebentuk rupa yang tersembunyi bagi saya. Kisahnya hanya sebuah angan-angan yang belum tercapai. Tentangnya hanya sepintas keingin-tahuan karena mata dan raga belum pernah menginjak dan menatap rupanya. Tulisan ini hanya sebuah khayalan tingkat tinggi karena Borneo lebih berarti dari ini!

4 komentar:

  1. Yeaaayy...akhirnya Ubai ikut lomba ini. lengkap banget bai ulasannya.
    Good luck ya bai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Sekadar ikut aja Ki. Namanya cari keberuntungan :)

      Delete
  2. oh jadi ini lombany, semoga sukses ya :D

    ReplyDelete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90