Top Ad 728x90

Saturday, August 22, 2015

, ,

Menapak Sejarah di Kota Tua Ibu Kota

Kota Tua Jakarta, Sejarah Kota Tua Jakarta, Wisata Kota Tua Jakarta, Benda-benda Tersimpan di Kota Tua Jakarta, Ibu Kota Jakarta Menyimpan Kota Tua Jakarta, Mengapa ke Kota Tua Jakarta, Tiket Perjalanan dari Banda Aceh ke Jakarta, Tiket Pesawat Termurah dari Banda Aceh ke Jakarta, Promo Tiket Termurah dari Banda Aceh ke Jakarta, Harga Tiket Terendah dari Banda Aceh ke Jakarta,

 
Kota Tua Jakarta - wisatasemarang.com
Ibu KotaJakarta – selalu menjadi impian sebagian besar orang untuk mengunjunginya. Termasuk saya!

Selama ini, saya orang yang belum beruntung menginjakkan kaki di Jakarta. Perjalanan yang saya tempuh biasanya hanya sekadar transit atau ganti pesawat di Bandar Udara Soekarno-Hatta sebelum bertolak ke destinasi tujuan. Ingin sih berteduh sesaat di Ibu Kota namun waktu belum mengizinkan saya ke arah sana.

Di antara sekian banyak paket wisata di Ibu Kota, satu saja yang sangat ingin saya kunjungi, Kota Tua Jakarta.

Mungkin, pemikiran saya terlalu mundur ke belakang. Sejarah tak boleh dilupa. Kota Tua Jakarta menyimpan sejarah yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Sejarah adalah pelajaran untuk tidak mengulang kejadian yang serupa di masa mendatang. Sejarah tak lain kenangan untuk mengenang sebuah kisah pahit dan bahagia di masa lampau. Dari sejarah pula kita belajar sesuatu yang tidak ada menjadi ada bahkan sebaliknya. Sejarah musti dipelajari karena jika dilupa ia tak akan pernah dikenang.

Di Kota Tua Jakarta adalah Gedung Arsip Nasional yang menyimpan banyak literatur tentang sejarah Indonesia. Membaca sedikit referensi penting saja akan membuka cakrawala tentang sejarah. Dokumen-dokumen yang hanya tersimpan di gedung ini selayaknya dibolak-balik sesaat untuk meneguhkan hati bahwa sejarah (perjuangan) benar-benar nyata dan abadi.

Langkah selanjutnya ke Museum Sejarah Kota Tua atau dikenal juga dengan Museum Fatahillah. Namanya museum adalah tempat menyimpan “cenderamata” sejarah yang menjadi saksi bisu kepedihan perjuangan kemerdekaan. Benar atau tidak, saya akan tahu jika bertandang ke sana suatu saat nanti. Museum ini setidaknya dapat menjawab keraguan saya bahwa perjuangan melawan penjajah itu tidak sulit. Penjajah musti “diusir” dengan senjata pikiran (taktik) dan senjata fisik sebelum sadar bahwa Indonesia memiliki kedaulatan dan berhak merdeka.
Museum Sejarah Kota Tua - Wikipedia Indonesia 
Ingat waktu, ada Tugu Jam Kota Tua yang bisa saya abadikan dalam kenangan dan diperlihatkan kepada anak-cucu kelak. Berdiri sejenak di depan Tugu Jam Kota Tua ini mengingatkan saya bahwa meraih kemerdekaan tidaklah semudah membalik telapak tangan. Butuh waktu yang sangat lama sebelum pembangunan dimulai dan hidup damai dinikmati hingga saat ini.
Tugu Jam Kota Tua - Wikipedia Indonesia
Istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan Kota Tua Jakarta adalah di Lapangan Fatahillah tempatnya. Berada di Lapangan Fatahillah untuk merasakan aura pengunjung lain yang ingin memaknai sejarah sebagai pelajaran dalam hidup mereka. Pasti akan banyak sekali ras dan suku bangsa yang berlalu-lalang di depan saya. Memotret kesibukan mereka tentu saja menjadi keharusan bahwa orang-orang belum melupakan jejak sejarah bangsa ini.
Lapangan Fatahillah - Republika.co.id
Mengulang kesuksesan perdagangan di masa dulu, Pelabuhan Sunda Kelapa adalah tempat yang cocok untuk menyelami hiruk pikuk penjual dan pembeli masa itu. Memang, saya tidak bisa berada di masa lampau namun aura yang tersimpan di sana pastilah bisa membuka kenangan transaksi masa dulu.
Pelabuhan Sunda Kelapa - jakarta.panduanwisata.id
Rasa syukur telah sampai di Kota Tua Jakarta adalah berteduh sejenak di Masjid Luar Batang. Sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban untuk menunaikan shalat dua rakaat setiap menjumpai masjid selama perjalanan. Masjid adalah rumah Tuhan kami yang selalu dijaga keagungan dan kemuliaannya. Masjid tempat kami mencari perlindungan karena tak ada larangan memasukinya bagi seluruh umat Islam di bumi ini.
Masjid Luar Batang - berhati.com
Waktu memang mengizinkan saya berkunjung ke sana. Hanya saja kepala mengerut saat memikirkan tiket pesawat ke Ibu Kota. Bagi saya, pesawat yang aman selama penerbangan dari Banda Aceh ke Jakarta adalah Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan bintang lima ini termasuk salah satu maskapai yang “menghargai” penumpangnya. Selain jarang delay juga memberikan kenyamanan lebih melalui pelayanan dari awak kabin. Selain itu, custumer service maskapai yang termasuk 10 besar terbaik dunia ini siap melayani kapan pun (offline maupun online). Saya tidak merasa takut jika terjadi sesuatu selama perjalanan panjang.


Ah, tak sabar rasanya mengepak aroma tubuh di sekeliling Kota Tua Jakarta. Distinasi ini wajib masuk ke dalam buku catatan perjalanan. Anda setuju? 
***
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Airpaz Keliling Nusantara. Tertarik dengan lomba ini? Klik banner di bawah ya. 
***
Caption pemesanan tiket dari Banda Aceh ke Jakarta di Airpaz.com

2 komentar:

  1. foto di pelabuhan sunda kelapanya damai banget yaa, bikin lupa sama image macetnya kota Jakarta :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Semoga saya bisa sampai ke sana ya :)

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90