Top Ad 728x90

Sunday, August 23, 2015

,

Pedasnya Semangkuk Rujak di Banda Aceh

Wisata Kuliner di Aceh, Rujak Aceh, Rujak Aceh Terenak di Banda Aceh, Rujak Aceh Termurah di Banda Aceh, Rasa Rujak Aceh, Dampak Makan Rujak Aceh, Manfaat Makan Rujak Aceh, Harga Rujak Aceh, Buah-buahan Dalam Rujak Aceh, Bumbu Rujak Aceh,

Rujak Aceh di Banda Aceh - Photo by Elviparis
Banda Aceh seakan tak pernah lelah dengan kondisi panas di siang hari. Tahu sendirilah jika panas tenggorokan sering tak enak dirasa. Panas di luar juga sangat memengaruhi kondisi tubuh. Panas dalam tubuh musti ada yang meredakannya. Minuman segar atau es buah sudah sangat sering dikonsumsi. Pastilah ada sesuatu yang lebih nendang dari itu.

Panas lawan panas!

Agak meanstream bicara soal ini. Sesekali merasakan sensasi yang berbeda tak ada salahnya. Walaupun makanan yang ingin saya cicipi ini tergolong “ringan” di Aceh karena dianggap tidak dapat mengenyangkan perut sebelum makan nasi. Menu ringan ini rasanya pedas. Bagi orang yang tidak terbiasa makan pedas, walaupun cabainya sedikit tetap terasa sangat pedas sekali. Namun, bagi mereka yang suka sekali rasa pedas bisa request kepada penjualnya untuk porsi “pedas” yang membuat lidah terbakar.

Inilah Rujak Aceh. Jangan coba-coba jika mempunyai lidah manja. Rasa rujak ini sangat membakar lidah dan tubuh memanas. Sedikit saja mencicipi Rujak Aceh akan panas membara. Apalagi jika dihabiskan semangkuk rujak yang telah dipesan, tak ada lagi kata selain badan berkeringat dan lidah goyang dangdut.

Berani mencobanya?

Di antara Rujak Aceh yang dijual di Banda Aceh salah satunya di Gampong Miruk Kecamatan Krueng Barona Jaya,. Rujak ini dijual oleh seorang perempuan berusia sekitar 37 tahun. Warung rujak ini tidaklah besar namun cukup mengundang selera jika ingin mencicipi rasa dari buah dicampur-campur itu. Satu porsi (piring/mangkuk) rujak Aceh ini dijual dengan harga Rp.5000,00 saja. Bisa makan di tempat sederhana itu atau dibungkus untuk dibawa pulang. Warung yang menjual rujak ini bernama Rujak Blang Miruk
Kreasi Rujak Aceh - Photo by Elviparis
Karena tempat ini bukanlah tempat yang besar, sedikit rumit untuk melacaknya dengan aplikasi OpenSnap yang telah terinstal di smartphone. Tapi jangan khawatir, di sekitar alamat yang saya sebutkan barusan, hanya ini satu-satunya warung yang menjual Rujak Aceh.

Bagaimana rasa Rujak Aceh ini?

Seperti yang telah saya sebutkan di atas, rasa Rujak Aceh sebenarnya lebih banyak pedasnya dibandingkan manis atau asam. Rujak Aceh dibuat dengan mencampur semua buah-buahan yang telah dipotong kecil-kecil. Di antara buah-buahan yang dijadikan rujak kebanyakan buah-buah yang harganya murah bahkan mudah sekali didapatkan di sekitar tempat tinggal masyarakat Aceh. Buah-buah yang diracik menjadi rujak antara lain jambu, kedongdong, mangga, timun, pepaya putik, salak atau rumbia, dan beberapa jenis buah lain yang bisa ditambahkan untuk menambahkan rasa. Bumbu Rujak Aceh ini tergolong rempah-rempah yang gampang sekali ditemui. Bumbu wajib adalah cabai rawit, garam, gula, gula aren, dan kecap.

Membuat Rujak Aceh adalah dengan mencampur semua buah dengan bumbu yang telah dihaluskan. Mau manis tinggal menambahkan gula aren dalam jumlah banyak. Mau tidak pedas, cukup menggiling dua cabai saja. Mau pedas sangat, tambahkan saja cabai dalam jumlah “banyak” dijamin lidah akan bergoyang keringat pun datang dengan senang hati.
Rasa Rujak Aceh - Photo by Elviparis
Menikmati Rujak Aceh di siang hari tentu merupakan kenikmatan tersendiri. Saya termasuk laki-laki yang suka rujak. Terkadang, teman-teman mengejek saya sedang ngidam sebelum masanya. Saya abaikan saja karena rasa buah dan bumbu itu belum bisa saya lewatkan. Bagi Anda yang bermasalah dengan pencernaan harap berhati-hati mengonsumsi Rujak Aceh dalam jumlah banyak. Pencernaan yang tidak sanggup menerima rasa pedas dan asam akan membuat Anda sebentar-sebentar ke kamar kecil. Tetapi jangan khawatir, Rujak Aceh aman-aman saja dikonsumsi karena masih alami.

Tempat Rujak Aceh ini akan saya masukkan ke dalam personalize your favorite location di aplikasi OpenSnap. Saya musti kembali lagi ke tempat ini dan merasakan rasa rujak yang sama di lain waktu. Dengan memasukkan tempat ini ke dalam fitur terbaru aplikasi berbagi tempat makan dan makanan favorit ini, Rujak Aceh akan masuk ke dalam tempat terdepan untuk dikunjungi dalam aplikasi ini. Selain itu, fitur social visited membantu saya dalam mempromosikan tempat-tempat makan favorit ke banyak orang. Saya juga akan tahu tempat makan paling asyik di mana saja yang sering dikunjungi teman-teman. Dari rekomendasi mereka, saya bisa menjejalah wisata kuliner di sana. Semakin sering diupload foto semakin terkenal pula tempat makan dimaksud di OpenSnap.


Saya sudah tidak sabar untuk hunting tempat makan lain. OpenSnap bisa menjawab tantangan itu. Anda bersiap menemukan tempat makan favorit
Caption Komentar di Aplikasi OpenSnap for Android

Caption Like & Bookmark Foto di OpenSnap for Android

Caption Posting Foto Rujak Aceh di OpenSnap

8 komentar:

  1. memang segar makan rujak di siang hari, tapi mirip juga ya dengan yang ada di Jawa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Segar banget.
      Sesekali ingin juga makan rujak jawa :)

      Delete
  2. kebayang deh, yg perutnya gak kuat bakal mules2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar banget Mbak Ria, pedasnya itu lho 😊

      Delete
  3. ihhh kece abisss foto-foto dan reviewnya... bisa ikutan nih lomba review makanan, siapa tau menang

    http://id.openrice.com/info/microsite/be_the_first_review/index.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terima kasih informasinya ya. Review ini memang dibuat untuk lomba tersebut. Semoga bermanfaat ya 😊

      Delete
  4. jadi ngences mas bai...nampak enak bangeet...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak banget Mas Dewi, pedasnya gak nahan, hehehe 😀

      Delete

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"

Top Ad 728x90